Rancang Bangun Alat Bantu Mobilitas Tunanetra Dan Penentu Lokasi Menggunakan Global Positioning System Tracking Berbasis Internet Of Things
DOI:
https://doi.org/10.30595/jrre.v3i2.11627Abstract
Â
Â
Tunanetra adalah seseorang yang mengalami gangguan pada indra penglihatannya. Penyandang tunanetra mempunyai keterbatasan dalam penglihatan sehingga mobilitasnya terbatas. Hambatan yang sering dialami tunanetra diantaranya adalah menentukan keberadaan penghalang, genangan air, dan lokasi. Hambatan tunanetra dalam menentukan lokasi menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga tunanetra dalam mengetahui keberadaannya. Alat ini dibuat untuk membantu tunanetra (pengguna tongkat) agar dapat mengetahui keberadaan penghalang, air, lokasi tunanetra, dan tombol emergency saat terjadi keadaan darurat. Tongkat ini terdapat tiga sensor ultrasonik HC-SR04 depan, kanan, dan kiri sebagai pendeteksi halangan, sensor soil moisture sebagai pendeteksi air, DF player mini yang terhubung ke speaker sebagai indikator suara dan modul GPS sebagai pendeteksi lokasi. Hasil pengujian tongkat ini dapat mendeteksi halangan yang ada di depan sensor ultrasonik HC-SR04 dengan jarak < 70 cm dan dapat mendeteksi air dengan kedalaman genangan > 2 cm melalui sensor soil moisture. Sebagai indikator bunyi ketika sensor aktif digunakan DF Player Mini yang terhubung ke speaker. Tongkat ini mampu memberikan informasi keberadaan pengguna melalui sebuah Smartphone pada aplikasi kodular berupa tampilan lokasi Google Maps. Tongkat ini juga dilengkapi dengan tombol emergency untuk mengirimkan pesan ke g-mail saat dalam keadaan darurat.
Â
Kata Kunci :
DF Player Mini, Modul GPS, Sensor Ultrasonik HC-SR04, Tunanetra
References
[1] http://www.harianjogja.com/baca/2016/01/26/penyandang-disabilitas-375-juta-tunanetra-tuntut-hak-bersekolah-684663 (diakses pada tanggal 3 Juli 2021)
[2] Andreas, W. W. (2016). Tongkat Bantu Tunanetra Pendeteksi Halangan Menggunakan Sensor Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler Arduino. Jurnal Ilmiah Go Infotech, 22(1), 24–30.
[3] Kamila, A. R. (2019). Rancang Bangun Tongkat Bantu Tunanetra Pendeteksi Penghalang Dan Air. Seminar Nasional Teknik Elektro, 4(2), 252–256.
[4] Supriyadi, T. (2019). Tongkat Pintar Sebagai Alat Bantu Pemantau Keberadaan Penyandang Tunanetra Melalui Smartphone. Prosiding-Seminar Nasional Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 181–191.
[5] Nasution, Syahrul Ardiansyah (2020). Rancang Bangun Sistem Pemandu Ruang Bagi Tunanetra Menggunakan Sensor Ultrasonik Dan Penentu Lokasi Berbasis Atmega2560, Skripsi. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan
[6] Faruk, Z. (2017). Rancang Bangun Alat Bantu Jalan Tunanetra Dengan Tongkat Cerdas Berbasis Arduino. Institut Teknologi Nasional Malang
[7] Agusta, A. R., Andjarwirawan, J., & Lim, R. (2019). Implementasi Internet of Things Untuk Menjaga Kelembaban Udara
[8] Bachtiar, L. (2020). Pengembangan Teknologi Mobile Untuk Sistem Kasir Rumah Makan Di Kota Sampit Menggunakan Firebase Realtime Database. Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Mangkurat (JTIULM), 5(2), 57–66.
[9] Firza, M. N. (2019). Rancang Bangun Sistem Kendali Kendaraan Darat Tanpa Awak Pendeteksi Ranjau Berbasis IoT (Internet Of Thing). Politeknik Negeri Sriwijaya
[10] Friendy, F. (2019). Rancang Bangun Tongkat Tunanetra Menggunakan Sensor Ultrasonik Dengan Gps Tracking Berbasis Mikrokontroler. Universitas Komputer Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Jurnal Riset Rekayasa Elektro is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

