Analisis Perencanaan Energi Surya di Koarmada 1 Tanjung Pinang dalam Mendukung Pertahanan Negara
DOI:
https://doi.org/10.30595/jrst.v8i1.17399Keywords:
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Koarmada 1 Tanjung Pinang, Pertahanan Negara, Efisiensi Energy, Keberlanjutan EnergiAbstract
Energi terbarukan seperti PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) memiliki peran yang penting dalam mendukung pertahanan negara. Keberlanjutan, kemandirian energi, fleksibilitas dalam distribusi dan penggunaan, serta komitmen terhadap inovasi dan teknologi ramah lingkungan adalah faktor-faktor utama yang menjadikan PLTS sebagai solusi energi strategis dalam sektor pertahanan. Dengan mengadopsi dan mengintegrasikan PLTS ke dalam sistem pertahanan, negara dapat memastikan operasional militer yang lebih efisien, keamanan energi yang lebih besar, dan posisi yang lebih kuat di panggung internasional.Integrasi PLTS dalam sistem energi di fasilitas militer memiliki potensi yang besar dalam mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, meningkatkan ketersediaan energi, dan memperkuat komitmen dalam menjaga lingkungan hidup. Dengan demikian, PLTS dapat menjadi alternatif yang potensial untuk memenuhi kebutuhan energi di fasilitas militer dan meningkatkan efektivitas operasi militer. Metodologi penelitian yang akan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui beberapa metode pengumpulan data: Studi dokumentasi, Survey lapangan dan Analisi GIS. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan 53,60% penyinaran matahari dan luas area 400.000 m² dapat memberikan dampak positif terhadap operasi dan strategi pertahanan negara dalam hal efisiensi energi, keberlanjutan, dan kemandirian. Jumlah panel yang dapat diinstal : Luas area yang dapat digunakan = 400.000 m² x 70% = 280.000 m² . Jumlah panel = 280.000 m² / 1,6 m² per panel = 175.000 panel. Dengan asumsi setiap panel memiliki kapasitas 250 Watt. Total kapasitas PLTS akan menjadi: Kapasitas total = 175.000 panel x 250 Watt = 43.750.000 Watt = 43,75 MW. Adapun kapasitas yang di butuhkan adalah sebesar 606 Volt tegangan listrik dengan daya 200 kVA dan Arus 330 Ampere.
References
Fauziyah, N N, N A Sasongko, and S Thamrin. 2020. “Analisis Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Plts) Di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.” Ketahanan Energi 6: 60–73.
Gumintang, M, M Sofyan, and Ilman Sulaeman. 2020. “Design and Control of PV Hybrid System in Practice.” Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ): 1–122.
Ilmiah Aplikasi Teknologi, Artikel et al. 2021. “JURNAL APTEK Analisis Kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Secara Ekonomi; Sebuah Review Berdasarkan Studi Literatur Di Indonesia.” Aptek 13(1): 33–41.
Kurniawan, Eka Razak, Imam Supriyadi, and Nugroho Adi Sasongko. 2018. “Analisis Biaya Manfaat Energi Surya Untuk Mendukung Pasokan Energi Integrated Cold Storage Di SKPT Kota Sabang.” Jurnal Ketahanan Energi 4(1): 1–25.
Rozi, Mochamad Fatchur, Sasongko Nugroho Adi, and Yanif Dwi Kuntjoro. 2020. “Pemanfaatan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Di Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta Untuk Mendukung Ketahanan Energi.” Jurnal Ketahanan Energi |: 39–60.
Siregar, Ahmad Munawir, M Ikhwan Syahtaria, and Rudy Laksmono. “Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Plts) Di Kota Sibolga Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Energi Daerah Development of Solar Power Plant (Plts) in the City of Sibolga in the Order of Supporting Regional Energy Security.” 8: 12–31.
Siregar, Diana Cahaya, Vivi Putrima Ardah, and Regina Dara Ninggar. 2019. “Identifikasi Kenyamanan Kota Tanjungpinang Berdasarkan Indeks Panas Humidex.” Jurnal Ilmu Lingkungan 17(2): 316.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Albin Moniago Simanjuntak, M.S Boedoyo, Nugroho Adi Sasongko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

