Analisis Konvergensi Wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan Era Otonomi Daerah

https://doi.org/10.30595/medek.v24i2.23261

Authors

  • Bahrul Ulum Rusydi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nirsyah Nur Afia Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

Konvergensi, PDB Per Kapita, Dana Perimbangan, Belanja Pemerintah

Abstract

Ketimpangan pembangunan merupakan permasalahan umum yang terjadi dalam proses pembangunan ekonomi di setiap wilayah. Adanya pengelolaan potensi dalam daerah yang kurang optimal, sumber daya yang terbatas serta perbedaan proses pertumbuhan pekonomian akan mendorong proses pembangunan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat konvergensi dan menganalisis pengaruh dana perimbangan dan pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan PDRB per kapita di Provinsi Sulawesi Selatan setelah pelaksanaan otonomi daerah tahun 2012-2021. Data di analisis berdasarkan penghitungan konvergensi sigma menggunakan standar deviasi log PDRB per kapita antar provinsi, sementara penghitungan konvergensi beta menggunakan analisis regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi konvergensi sigma dan konvergensi beta setelah pelaksanaan otonomi daerah tahun 2012-2021. Variabel dana perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan PDRB per kapita sedangkan variabel pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh terhadap PDRB per kapita di Provinsi Sulawesi Selatan setelah pelaksanaan otonomi daerah.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Nirsyah Nur Afia, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

References

Abramovitz, Moses. 1986. Catching Up. Forging Ahead and Falling Behind Journal of Economic History. 99 (1): 385–405.

Akbar, Mohammad Fadilah. 2021. Analisis Konvergensi Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Karisidenan Besuki Tahun 2011-2019. Jember: Universitas Jember.

Anggraeni, A., Kalontong, E. and Hukom, A. 2020. An Analysis of Employment and Government Expenditure on Economic Growth in Central Kalimantan Province. Proceedings of the Proceedings of the 5th International Conference on Science, Education and Technology, ISET 2019, 29th June 2019, Semarang, Central Java, Indonesia.

Aritenang, Adiwan F. 2009. The Impact of Government Budget Shifts to Regional Disparities in Indonesia: Before and After Decentralisation. MPRA.

Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan. 2012-2021. Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan 2012-2021.

Barro, Robert J and Sala-I-Martin, Xavier. 1992. Convergence. Journal of Political Economy. 100 (2): 223-251.

Basri, Faisal H. 2002. Perekonomian Indonesia Tantangan dan Harapan Bagi Kebangkitan Ekonomi Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Bucul, Iulia Andreaa. 2012. National and regional Coordinates Of The Real Convergence Process Intensif In The Enlarged European Union.

Ginting, A. M. 2015. Pengaruh Ketimpangan Pembangunan Antarwilayah Terhadap Kemiskinan di Indonesia 2004 - 2013. Pusat Penelitian - Badan Keahlian DPR RI, 20 (1), 45–58.

Mankiw, N. Gregory. 2003. Teori Makroekonomi Edisi Kelima. Terjemahan Imam Nurmawan. Jakarta: Erlangga.

Muzani, Yonas. 2019. Konvergensi Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bengkulu. 1(1):13–25.

Nurmalasari, Velda. 2018. Analisis Konvergensi Pertumbuhan Ekonomi dan Konvergensi Inflasi pada 63 Kota/Kabupaten di Indonesia. Jurnal Ilmiah.

Ristriardani. 2011. Pengaruh Dana Perimbangan Terhadap Pendapatan Perkapita dan Disparitas Pendapatan antar Wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. Tesis Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik. Universitas Indonesia.

Shioji, Etsuro. 2001. Public Capital and Economic Growth: A Convergence Approach. Journal of Economic Growth, 6, 205-227. Netherlands. Kluwer Academic.

Tambunan, Tulus T.H. 2001. Perekonomian Indonesia: Teori dan Temuan Empiris. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Downloads

Published

2024-07-24

How to Cite

Rusydi, B. U., & Afia, N. N. (2024). Analisis Konvergensi Wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan Era Otonomi Daerah. Media Ekonomi, 24(2), 62–70. https://doi.org/10.30595/medek.v24i2.23261