Penggunaan Kata Sapaan Kekeluargaan di Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci
DOI:
https://doi.org/10.30595/mtf.v11i1.21453Keywords:
Kata Sapaan, Bahasa, Bahasa Kerinci Dialek SiulakAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk penggunaan kata sapaan kekeluargaan pada anak usia 5-20 tahun; dan (2) faktor-faktor yang melatarbelakagi terjadinya penggunaan kata sapaan kekeluargaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa ujaran atau kata-kata yang diujarkan oleh anak usia 5-20 tahun khususnya dalam kata sapaan kekeluargaan di Kecamatan Siulak Mukai. Jumlah responden yaitu 48 orang, berusia 5-20 tahun. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian yaitu: (1) bentuk kata sapaan kekeluargaan yang digunakan oleh anak usia 5-20 tahun di Kecamatan Siulak Mukai, untuk kata sapaan kekeluargaan anak pertama: akak, abang, uni, dan uwo, kata sapaan anak kedua: abang, uni, dan ngah, kata sapaan anak ketiga: pandak, kata sapaan ayah: papi, abi, papa dan apak kata sapaan ibu: , mama, mami, ummi,bunda dan amak, kata sapaan kakek: oppa, kakek, grandpa, dan nytan, kata sapaan nenek: omma, nenek, grandma, dan tino, kata sapaan ayah dan ibu dari kakek dan nenek: munyang kata sapaan saudara laki-laki dari ayah: pak itek dan pak cik, kata sapaan saudara perempuan dari ayah: onty, tante, latung,, kata sapaan saudara laki-laki dari ibu: oom, paman, dan tuan dan sapaan saudara perempuan dari ibu: mak itek dan tante. (2) faktor yang melatarbelakagi terjadinya penggunaan kata sapaan di Kecamatan Siulak Mukai yaitu faktor tingkat pendidikan, dan kelas sosial masyarakat. Penggunaan kata sapaan kekeluargaan di Kecamatan Siulak Mukai merupakan fenomena yang menarik dalam perkembangan bahasa, dalam hal ini penggunaan kata sapaan kekeluargaan pada anak usia 5-20 tahun. Kajian mengenai penggunaan kata sapaan kekeluargaan pada anak usia 5-20 tahun di Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci, dapat menambah hasil penelitian kualitatif dibidang sosiolinguistik, kajian dialektologi khususnya yang berhubungan dengan penelitian penggunaan kata sapaan.
References
Chaer, A. (2012). linguistik umum (Ke 5). Gramedia.
Fransori, A., & Parwis, F. Y. (2022). Adaptasi Pembelajaran Sastra di Sekolah pada Era New Normal. jurnal Pendidikan dan Konseling, 4, 2377–2387.
Harmedianti, H., Ernanda, E., & Afria, R. (2023). Variasi Leksikal Bahasa Kerinci Isolek Desa-Desa di Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci : Kajian Dialektologi. Kajian Linguistik dan Sastra, 1(3), 257–270.
Prasetiyo, A. B. (2023). Realisasi Fonem Bahasa Indonesia Di Wilayah Pesisir Puger : Kajian Dialektologi Sosial Indonesian Phoneme Realization in Puger Coastal Area : A Social Dialectological Study. Mlangun Jurnal Ilmiah Kebahasaan & Kesastraan, 20(1), 1–13.
Saleh, R. (2017). Bentuk Sapaan Kekerabatan Dalam Bahasa Banjar Di Tembilahan, Riau. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(1), 19. https://doi.org/10.31503/madah.v8i1.471
Saputra, S., & Amral, S. (2020). Kata Sapaan Kekerabatan Bahasa Melayu Jambi Di Desa Teriti Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo. Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 80. https://doi.org/10.33087/aksara.v4i1.169
Sari, N., Ermanto, & Nst, M. I. (2013). Sistem Kata Sapaan Kekerabatan dalam Bahasa Melayu di Kepenghuluan Bangko Kiri Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 477–562.
Sholeha, M., & Hendrokumoro, H. (2022). Kekerabatan Bahasa Kerinci, Melayu Jambi, dan Minangkabau. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(2), 399–420. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i2.404
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D) (12 ed.). Al Fabeta.
Taembo, M. (2023). VARIASI LEKSIKAL BAHASA WAKATOBI: KAJIAN DIALEKTOLOGI. Badan Bhasa Kemendikbud, 5(2), 1–14. https://doi.org/10.26499/jk.v19i2.6017
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




