Analisis Wacana Kritis Model Van Dijk pada Pemberitaan Ijazah Palsu Jokowi di Media Online

Authors

  • Yoga Karmizi STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh
  • Mufida Maryamah Gustia

DOI:

https://doi.org/10.30595/mtf.v12i2.28213

Keywords:

analisis wacana kritis, media online, ijasah palsu, Joko Widodo

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perdebatan media online seputar dugaan pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo. Objek kajian berupa tiga artikel berita dari media nasional, yakni Detik.com dan Kompas.com, yang masing-masing memuat pemberitaan dari sudut pandang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan dianalisis menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. van Dijk yang mencakup tiga struktur utama: struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode baca dan catat terhadap teks berita, yang kemudian dianalisis dengan reduksi, klasifikasi, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada struktur makro, Detik.com menonjolkan citra personal Presiden sebagai figur yang kooperatif terhadap hukum, sedangkan Kompas.com lebih menekankan pada jalannya sidang dan klarifikasi partai politik; (2) pada superstruktur, Detik.com menyusun narasi yang menempatkan Jokowi sebagai subjek utama sejak pembukaan, sementara Kompas.com membangun alur berita yang berfokus pada proses hukum dan institusi politik; (3) pada struktur mikro, Detik.com menggunakan diksi positif seperti “menghormati hukum” dan “inisiatif sendiri”yang membangun citra negarawan, sedangkan Kompas.com menggunakan gaya formal-legalistik serta retorika klarifikasi partai melalui istilah seperti “opini pribadi” dan “bukan kader”. Temuan ini memperlihatkan bahwa meskipun isu yang dibahas sama, masing-masing media membingkai pemberitaan sesuai fokus dan ideologi tertentu. Oleh karena itu, media memainkan peran penting dalam membentuk persepsi publik melalui pilihan struktur dan strategi linguistiknya.

References

Detik.com. (2025, 20 Mei ). Jokowi tiba di Bareskrim untuk beri keterangan soal tudingan ijazah palsu. Diakses dari

https://news.detik.com/berita/d- 7922414/jokowi-tiba-di-bareskrim-untuk-beri-keterangan-soal-tudingan-ijazah-palsu.

Eriyanto. (2012). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. LKis.

Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. Longman.

Fitriana, R. A. (2019). Analisis Wacana Kritis Berita Online Kasus Penipuan Travel Umrah (Model Teun a. Van Dijk). BASINDO : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 3(1), 44–54. https://doi.org/10.17977/um007v3i12019p044

Ibrahim, I. S. (2011). Kritik Budaya Komunikasi: Budaya, Media, dan Gaya Hidup dalam Proses Demokratisasi di Indonesia. Jalasutra.

Kridalaksana, H. (2001). Kamus Linguistik (Edisi Ketiga). Gramedia Pustaka Utama.

Kompas.com. (2025, 28 Juli). Demokrat: Roy Suryo yang beropini ijazah palsu Jokowi bukan bagian partai. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2 025/07/28/05515801/demokrat roy-suryo-yang-beropini-ijazah palsu-jokowi-bukan-bagian partai?page=all

Kompas.com. (2025, 30 Juli). Sidang perdana isu ijazah palsu tanpa kehadiran Jokowi dan Roy Suryo. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2 025/07/30/08425711/sidang perdana-isu-ijazah-palsu-tanpa kehadiran-jokowi-dan-roy suryo?page=all

Luma, D. Y., & Sulistyawati, R. (2023). Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk dalam Pernyataan Menteri Agama Tentang Aturan Pengeras Suara Masjid. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(13), 177–189.

Van Dijk, T. A. (2009). Society and Discourse: How Social Contexts Influence Text and Talk. (C. U. Press (ed.)).

Downloads

Published

2025-10-29

How to Cite

Karmizi, Y., & Mufida Maryamah Gustia. (2025). Analisis Wacana Kritis Model Van Dijk pada Pemberitaan Ijazah Palsu Jokowi di Media Online. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 12(2), 167–175. https://doi.org/10.30595/mtf.v12i2.28213

Issue

Section

Article