Penggunaan Jargon Sebagai Bentuk Identitas Sosial Komunitas K-Pop Di Media Sosial

Authors

  • Aziz Fauzi Universitas Islam Syekh-Yusuf
  • Verawati Fajrin
  • Annisa Salsabila
  • Aulia Anjani

DOI:

https://doi.org/10.30595/mtf.v12i2.28224

Keywords:

Fandom K-Pop, identitas sosial, wacana linguistik, jargon

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi jargon sebagai penanda identitas sosial dalam komunitas penggemar K-Pop di media sosial. Istilah seperti “bias”, “comeback”, dan “fanchant” tidak hanya dipahami sebagai ekspresi linguistik, tetapi juga sebagai simbol sosial-budaya yang membentuk rasa memiliki, solidaritas, dan eksklusivitas kelompok. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi daring dan wawancara semi-terstruktur terhadap pengguna aktif Twitter dan TikTok. Hasil temuan menunjukkan bahwa jargon berperan dalam membentuk batas simbolik antara anggota dan non-anggota komunitas, sekaligus memperkuat identitas kolektif. Selain itu, penggunaan bahasa Korea, Inggris, dan bentuk hibrid mencerminkan karakter transnasional dan multikultural dari komunitas fandom K-Pop kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa dalam komunitas digital penggemar K-Pop tidak sekadar alat komunikasi, melainkan juga instrumen dinamis untuk representasi budaya, negosiasi identitas, dan pembentukan kohesi sosial dalam interaksi digital global.

References

Adawiah, R., Zamzam, N., Nurwahda, T., & Tinggi Agama Islam Negeri Majene, S. (2023). Code mixing used by K-Pop lovers on social media. Inspiring: English Education Journal, 6(1), 36–45.

Dewi, A. (2021). Komunitas K-Pop di Sidoarjo tahun 2013–2018. Avatara: E-Journal Pendidikan Sejarah, 10(2).

Djarot, M. (2020). Campur kode dalam bahasa Melayu dialek Sambas di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa. Jurnal Edukasi Khatulistiwa: Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 62. https://doi.org/10.26418/ekha.v3i2.42252

Fauzi, A., & Bayu, S. (2022). Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Jargon Waria di Kawasan Kronjo Tangerang dalam Kajian Sosiolingustik. Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2),

Fradhita, N. S., & Febrianwati, R. (2021). Analisis kesalahan di bidang fonologi pada video pembelajaran Zenius Net. Jurnal Edukasi Khatulistiwa: Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1). Retrieved from https://www.zenius.net

Letwory, A. R., & Sihombing, L. H. (2023). Phenomenon of fandom war in K-Pop community on social media. Ekspresi dan Persepsi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2), 229–238. https://doi.org/10.33822/jep.v6i2.5808

Margaretta, W. E., & Rangkuti, R. (2024). Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 23. Retrieved from http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/bahtera/

Maros, M., & Basek, F. N. A. (2022). Building online social identity and fandom activities of K-Pop fans on Twitter. 3L: Language, Linguistics, Literature, 28(3), 282–295. https://doi.org/10.17576/3l-2022-2803-18

Rizka, A. U., Putri, N. P., Prasetyo, R. H., & Ulya, C. (2021). Telaah kesalahan berbahasa Indonesia pada Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang. Jurnal Edukasi Khatulistiwa: Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 89. https://doi.org/10.26418/ekha.v4i2.44295

Sagala, D., & Naibaho, D. (2023). Mampu menggunakan bahasa yang komunikatif. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(4). https://publisherqu.com/index.php/pediqu

Salsabila, Z. Z., & Banowo, E. (2024). Fenomena fanwar dalam fanatisme penggemar K-Pop pada media sosial Twitter. Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1).

Tianingsih, Y. R. (2019). Jargon mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (The engineering students’ jargon in State University of Surabaya). Bapala, 5(2).

Downloads

Published

2025-10-29

How to Cite

Fauzi, A., Verawati Fajrin, Annisa Salsabila, & Aulia Anjani. (2025). Penggunaan Jargon Sebagai Bentuk Identitas Sosial Komunitas K-Pop Di Media Sosial. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 12(2), 158–166. https://doi.org/10.30595/mtf.v12i2.28224

Issue

Section

Article