ANALISIS SINISME DAN SARKASME PADA SASTRA CYBER BACAPETRA.CO; SEBUAH TINJAUAN PENGGUNAAN GAYA BAHASA
DOI:
https://doi.org/10.30595/mtf.v12i2.28236Keywords:
sinisme, sarkasme, sastra cyber, BacaPetra.coAbstract
Penelitian ini menganalisis sinisme dan sarkasme pada sastra cyber BacaPetra.Co dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penggunaan gaya Bahasa sinisme dan sarkasme yang terdapat pada sastra cyber BacaPetra.Co. Alasan yang mendasari penelitian ini adalah bahwa gaya Bahasa sinisme dan sarkasme muncul mencerminkan dinamika komunikasi warganet selain itu penggunaan sinisme dan sarkasme pada sastra cyber relatif jarang diteltiti. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Selanjutnya analisis data yang digunakan yaitu melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data penelitian ini adalah sastra cyber berupa dua cerpen yang diambil dari BacaPetra.Co yang berjudul “Di Pabrik Gula, Seorang Gali Hampir Mati” Karya Rosyid H.W. terbit 7 Agustus 2024, “Membunuh Iblis” Karya Aris Kurniawan terbit 17 Oktober 2024, dan “Saya Terpaksa untuk Merangkak” Karya Gagah Pranaja Sirat terbit 7 Juni 2025.Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pada cerpen “Di Pabrik Gula, Seorang Gali Hampir Mati” Karya Rosyid H.W. terdapat 3 sinisme dan 6 sarkasme. Pada cerpen “Membunuh Iblis” Karya Aris Kurniawan terdapat 1 data sinisme dan 9 sarkasme. Sementara pada cerpen kedua yang berdjudul “Saya Terpaksa untuk Merangkak” Karya Gagah Pranaja Sirat terdapat 2 gaya Bahasa sinisme dan 6 gaya Bahasa sarkasme. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan gaya Bahasa sinisme dan sarkasme pada sastra cyber BacaPetra.Co dipakai untuk menambah variasi penggunaan Bahasa baik itu dalam hal mengkritis, humor dan ekpresi emosional serta menjadi salah satu ciri khas sastra cyber yang tidak dibatasi.
References
Aminudin. (1995). Stilistika; Pengantar Memahami Bahasa dalam Karya Sastra. IKIP Semarang Press.
Ardianto, E. (2020). “Sastra digital dan perubahan pola apresiasi pembaca di era media baru.” Jurnal Poetika, 8(2), 123–135.
Heru, A. (2020). Gaya bahasa sindiran ironi, sinisme, dan sarkasme dalam berita utama Harian Kompas. Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia), 10(2), 112–122.
Keraf, G. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
Khuluqie, M. A., Purwanto, B. E., & Triana, L. (2022). Gaya bahasa ironi dan sarkasme dalam kolom komentar akun Instagram Tempo.co dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 11(1), 88–99.
Kosasih. (2004). Teori Pengkajian Sastra. Titian Ilmu.
Lana, E. S., Mahsun, M., & Saharudin, S. (2021). Sarkasme bentuk-baru dalam bahasa Sasak. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 2(2), 135–146.
Moleong, L. J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, B. (2000). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Prawira, D. (2021). “Eksistensi sastra siber di Indonesia: Antara media, kreativitas, dan pembaca.” Jurnal Stilistika, 10(1), 45–56.
Ratna. (2013). Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ratna. (2013). Stilistika: Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya. Pustaka Pelajar.
Ratna. (2015). Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Reza, A., & Nurmalisa, D. (2021). Bentuk dan fungsi gaya bahasa sindiran dalam acara Somasi di YouTube. Jurnal Ilmiah Semantika, 5(1), 54–63
Sadikin, M. (2010). Kumpulan Sastra Indonesia (Abdul Latif, Ed.). Gudang Ilmu.
Sekar Ayuni, D. P dan Rianna, W. (2022). Maraknya Platform Sastra Cyber Berdampak Terhadap Dunia Literasi Di Indonesia. Literasi, 6(1), 17–25.
Septriani. (2016). Fenomena Sastra Cyber: Sebuah Kemajuan atau Kemunduran? (Phenomenon of Cyber Literature: A Progres or regress?). Fenomena Sastra Cyber: Sebuah Kemajuan Atau Kemunduran? (Phenomenon Of Cyber Literature: A Progress Or Regress?)1 , 1–15.
Stanton. (2007). Kajian Sastra. Surakarta: Widya Sari Press.
Syamsuddin dan Vismaia. (2006). Metodologi Penelitian Pendidikan Bahasa. Remaja Rosda Karya.
Teeuw, A. (2015). Sastra dan ilmu sastra bandung PT. Dunia Pustaka Jaya.
Waluyo. (2002). Pengkajian Sastra Rekaan. Widyasari Press.
Wicaksono. (2014). Menulis Kreatif Sastra dan Beberapa Model Pembelajarannya. Garudhawaca.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nanang Maulana, Asep Muhyidin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




