Hubungan Manusia dan Alam Pada Cerpen “Dilarang Mencintai Bunga-Bunga” Karya Kuntowijoyo

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30595/mtf.v12i2.28450

Keywords:

Ekokritik, Lawrence Buell, Hubungan Manusia dan Alam, Kuntowijoyo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan manusia dan alam dalam cerpen “Dilarang Mencintai Bunga-Bunga” karya Kuntowijoyo melalui pendekatan ekokritik Lawrence Buell. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis kualitatif dengan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data berupa kata, frasa, dan kalimat yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan manusia dan alam digambarkan secara kompleks. Melalui tokoh Kakek, cerita menampilkan hubungan simbiosis mutualisme yang harmonis, di mana alam (bunga) dipandang sebagai entitas aktif yang memberikan ketenangan, keindahan, dan pemulihan psikologis, sekaligus menuntut tanggung jawab etis untuk merawatnya. Sebaliknya, melalui tokoh Ayah, digambarkan hubungan antroposentris yang instrumental, di mana alam diabaikan demi kepentingan pekerjaan manusia. Cerpen ini secara efektif merepresentasikan keempat konsep ekokritik Buell, termasuk nonhuman agency dan perluasan etika, menegaskan bahwa alam bukan sekadar latar, melainkan partisipan aktif dalam narasi kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya sastra dapat berfungsi sebagai medium refleksi kritis untuk memetakan relasi manusia dengan lingkungannya.

Author Biographies

Agil Ahmad Syahda, Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMNU Kebumen

Muchlas Abror, Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Dosen Prodi Bahasa Indonesia UMNU Kebumen

References

Abror, M., & Sabila, N. (2025). Ekokritik Greg Garrard Pada Puisi D . Zawawi Imron. Jurnal Diektis, 5(1), 291–298.

(Catatan: Ganti "Jurnal Sastra Indonesia" dengan nama jurnal yang sebenarnya jika berbeda).

Barker, R. (2020). Communities of Reading: The Rise of Bookstagram and BookTok. Polity Press.

Buell, L. (1995). The Environmental Imagination: Thoreau, Nature Writing, and the Formation of American Culture. The Belknap Press of Harvard University Press.

Buell, L. (2005). The Future of Environmental Criticism: Environmental Crisis and Literary Imagination. Blackwell Publishing.

Cull, B. (2019). Reading in the Digital Age: Wattpad and the Future of Fiction. Palgrave Pivot.

Danandjaja, J. (2018). Adaptasi Sastra: Dari Teks ke Layar. Kompas Media Nusantara.

Garrard, G. (2012). Ekokritik (Terjemahan). Gading Publishing.

Hadi, K., Prasetyo, A., & Sari, M. (2021). Relasi Timbal Balik Manusia dan Alam dalam Cerita Rakyat Nusantara. Jurnal Ilmu Budaya, 15(2), 45-60.

Hakim, L., & Andalas, E. (2022). Nilai Pendidikan Lingkungan dalam Cerpen Anak Indonesia Kontemporer. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 78-92.

Jannah, A., & Efendi, A. N. (2024). Kajian Ekologi Sastra (Ekokritik) dalam Antologi Puisi Negeri di atas Kertas Karya Komunitas Sastra Nusantara: Perspektif Lawrence Buell. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17182

Kuntowijoyo. (1993). Dilarang Mencintai Bunga-Bunga. Dalam Dilarang Mencintai Bunga-Bunga (hlm. 1-15). Bentang Budaya

Nurhaliza, S., & Fathurokhmah, L. (2023). Representasi Kerusakan Pesisir dalam Cerpen "Laut yang Berbisik" Karya Faisal Oddang. Jurnal Sastra dan Bahasa, 8(1), 112-125.

Oktaviani, S., & Ruddin, M. (2024). Representasi Ekokritik Sastra Perspektif Lawrence Buell dalam Novel Menanam adalah Melawan Karya Widodo. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 254–268. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17210

Pratama, A., & Suryanto, E. (2022). Dampak Kerusakan Fisik Tanah Akibat Tambang: Analisis Ekokritik pada Cerpen "Tanah Retak" Kuning. Jurnal Lingkungan dan Sastra, 4(2), 88-102.

Rahman, F., & Januariyansah, S. (2021). Kritik Sosial atas Isu Polusi Udara dalam Cerpen "Asap" Karya Djenar Maesa Ayu. Jurnal Kajian Sastra, 5(1), 56-70.

Ratna, N. K. (2013). Paradigma Sosiologi Sastra. Pustaka Pelajar.

Rusdie, S. (1991). Sastra dan Perubahan Zaman. Pustaka Jaya.

Saputra, R., & Abror, M. (2024). Perspektif Ekokritik Kiki Sulistyo dalam Cerpen Pohon-pohon Jalan Protokol. Jurnal Diektis, 4(4), 576–582.

(Catatan: Ganti "Jurnal Ilmu Budaya" dengan nama jurnal yang sebenarnya jika berbeda).

Sari, P., & Kurniawan, E. (2019). Respons Sastra terhadap Bencana Ekologis: Studi Kasus pada Cerpen-Cerpen Pasca Tsunami Aceh. Jurnal Humaniora, 21(3), 234-248.

Sarumpaet, R. (2017). Teen-Dystopian Fiction: Hibriditas Genre Sastra Populer. PT Grasindo.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suryami, P., & Adnan, M. (2021). Degradasi Ekosistem Sungai dalam Cerpen "Sungai yang Mati" Karya Putu Wijaya. Jurnal Ekologi dan Sastra, 3(1), 45-59.

Teeuw, A. (2015). Sastra dan Krisis Lingkungan: Sebuah Tinjauan Awal. PT Gramedia Pustaka Utama.

Viani, A. (2021). Alam sebagai Sumber Ketentraman Batin: Analisis Psikoekologi pada Puisi-Puisi Sapardi Djoko Damono. Jurnal Psikologi dan Sastra, 7(2), 201-215.

Wulandari, D., & Hidayat, R. (2020). Wacana Deforestasi dalam Cerpen Indonesia Modern: Sebuah Kajian Ekokritik. Jurnal Penelitian Sastra, 12(2), 167-182.

Yoesoef, M. (2017). Metafora Menanam dan Tanggung Jawab Etis Manusia terhadap Alam. Jurnal Filsafat dan Budaya, 9(1), 33-47.

Yulianeta, Y., Sutisna, D., & Mulyani, E. R. (2019). Relasi Keintiman Non-Dikotomis antara Manusia dan Alam dalam Novel Pulang Karya Leila S. Chudori. LITERA: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 18(3), 456-470.

Downloads

Published

2025-10-29

How to Cite

Ahmad Syahda, A., & Abror, M. (2025). Hubungan Manusia dan Alam Pada Cerpen “Dilarang Mencintai Bunga-Bunga” Karya Kuntowijoyo. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 12(2), 215–225. https://doi.org/10.30595/mtf.v12i2.28450

Issue

Section

Article