Diskriminasi Sosial Terhadap Keluarga Eks-Tapol dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori

Authors

  • Intan Permatasari STKIP PGRI Ponorogo
  • Sapta Arif Nur Wahyudin STKIP PGRI Ponorogo
  • Sutejo STKIP PGRI Ponorogo

DOI:

https://doi.org/10.30595/mtf.v13i1.30557

Keywords:

Diskriminasi Sosial, Stigma, Memori Kolektif, Sosiologi Sastra, eks tapol

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi diskriminasi sosial terhadap keluarga eks-tahanan politik (eks-Tapol) dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode sosiologi sastra, yang diperkuat melalui integrasi teori stigma dan konsep memori kolektif. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka dan dianalisis menggunakan model reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa diskriminasi dalam novel ini terwujud dalam empat bentuk utama: diskriminasi simbolik (stereotip dan pelabelan negatif), diskriminasi struktural (ketimpangan relasi sosial berdasarkan garis keturunan), diskriminasi institusional (ketidakadilan sistem pendidikan dan aparat negara), serta diskriminasi kultural (normalisasi kekerasan domestik dan budaya diam). Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra tidak sekadar berfungsi sebagai media dokumentasi trauma sejarah antargenerasi, melainkan menjadi instrumen kritis yang menggugat dominasi narasi sejarah resmi sekaligus membuka ruang rekonsiliasi dan kesadaran kritis kolektif di masyarakat.

References

Aleida, Martin. (2019). Kata-kata membasuh luka. Penerbit Buku Kompas.

Arif, S. (2023, December 10). Epigram Burung Nasar: Bayangan Maut dan Upaya Membersihkan. Jawa Pos.

Chudori, L. S. . (2024). Namaku Alam. Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).

Cribb, R. B. . (2000). Historical atlas of Indonesia. Curzon.

Darliani, S., Syukur, L. O., & Sahidin, L. O. (2024). Fakta Cerita Dan Nilai Sosial Dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori. Jurnal Pendidikan Bahasa, 13(1), 1–16.

Foulcher, Keith. (1980). Pujangga Baru : literature and nationalism in Indonesia, 1933-1942. [Flinders University of South Australia].

Goffman, Erving. (2009). Stigma. Simon and Schuster.

Halbwachs, Maurice., & Coser, L. A. . (2020). On Collective Memory. University of Chicago Press.

Husna, J., Kasnadi, K., & Ismail, A. N. (2025). Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori. LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(1). https://doi.org/10.60155/leksis.v5i1.529

Laurenson, D. T. ., & Swingewood, Alan. (1972). The sociology of literature. MacGibbon and Kee.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis : 2nd ed. SAGE Publications.

Purnamasari, N. Made. (2016). Kalamata. Kepustakaan Populer Gramedia.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suwandhi, E. A., & Raharjo, R. (2024). KEPRIBADIAN ID TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NAMAKU ALAM KARYA LEILA S. CHUDORI. Bapala: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(1), 1–13.

Tohari, A. (2022). Ronggeng Dukuh Paruk (19th ed.). PT Gramedia.

Wahyuningroem, S. L. (2013). Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia. Journal of Current Southeast Asian Affairs, 32(3), 115–142. https://doi.org/10.1177/186810341303200306

Wellek, R., & Warren, A. (1994). Theory of literature. Harcourt Brace & Company.

Downloads

Published

2026-05-31

How to Cite

Permatasari, I., Nur Wahyudin, S. A., & Sutejo. (2026). Diskriminasi Sosial Terhadap Keluarga Eks-Tapol dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 13(1), 34–49. https://doi.org/10.30595/mtf.v13i1.30557

Issue

Section

Article