Kebahagiaan pada Pendakwah Muslim
DOI:
https://doi.org/10.30595/psychoidea.v19i2.11137Keywords:
kebahagiaan, pendakwah, muslimAbstract
Islam sebagai agama mayoritas masyarakat Indonesia memiliki nilai-nilai yang dianut oleh seorang muslim yang mempengaruhi konsep dan cara pandang dalam memandang kehidupan termasuk terhadap kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan menganalisa faktor-faktor yang menentukan kebahagiaan seorang muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan metode survei dengan kuesioner terbuka (open ended questionnaire). Partisipan penelitian adalah 40 orang muslim yang terdiri dari 20 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Hasil penelitian menemukan kebahagiaan pada muslim berkaitan dengan keluarga (55%), hubungan sosial (18%), rezeki (10%), konsep  spiritualitas dan religiusitas (18%). Penelitian membuktikan bahwa kebahagiaan seorang muslim meliputi unsur fisik, psikis, sosial, dan spiritual dan religiusitas. Implikasi dan pembahasan didiskusikan.
References
Abdel-Khalek, A. M. (2006). Happiness, health, and religiosity: Significant relations. Mental Health, Religion & Culture, 9(1), 85–97.
Abdel-Khalek, A. M. (2007). Religiosity, happiness, health, and psychopathology in a probability sample of Muslim adolescents. Mental Health, Religion and Culture, 10(6), 571–583.
AL, A. (n.d.). Analisis Indeks Kebahagiaan di Indonesia. Equator Journal of Management and Entrepreneurship (EJME), 6(1).
Amir, Y., & Lesmawati, D. R. (2016). Religiusitas dan Spiritualitas: Konsep yang Sama atau Berbeda? Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris & Non-Empiris, 2(2), 67–73.
Ancok, D., & Suroso, F. N. S. (2011). Psikologi Islami Solusi Islam atas Problem-problem Psikologi.
Arroisi, J., & Sari, N. (2020). Bahagia Perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya, 5(2), 183–196.
Bakar, A. (2018). Psikologi Transpersonal; Mengenal Konsep Kebahagiaan dalam Psikologi. Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 8(2), 162–180.
Bastaman, H. D. (2007). Logoterapi : psikologi untuk menemukan makna hidup dan meraih hidup bermakna. Raja Grafindo Persada.
Daradjat, Z. (1993). Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Bulan Bintang. Daradjat, Zakiyah.
Diener, E. (2006). Guidelines for National Indicators of Subjective Well-Being and Ill-Being. Journal of Happiness Studies, 7(4), 397–404. https://doi.org/10.1007/s10902-006-9000-y
Fahey, T., Keilthy, P., & Polek, E. (2012). Family relationships and family well-being: A study of the families of nine year-olds in Ireland. Dublin: University College Dublin and the Family Support Agency, 1–108.
Francis, L. J., & Lester, D. (1997). Religion, personality and happiness. Journal of Contemporary Religion, 12(1), 81–86.
Frey, B. S., & Stutzer, A. (2000). Happiness, economy and institutions. The Economic Journal, 110(466), 918–938.
Friantoro, D. (2020). Determinan Kebahagiaan Individu Muslim di Indonesia. Syiar Iqtishadi: Journal of Islamic Economics, Finance and Banking, 4(2), 1–17.
Fuad, M. (2015). Psikologi kebahagiaan manusia. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 9(1), 114–132.
Hamdan, S. R. (2018). Happiness: Psikologi Positif Versus Psikologi Islam. UNISIA, 38(84), 1–14.
Hamim, K. (2016). Kebahagiaan Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Filsafat. Tasâmuh, 13(2), 127–150.
Hartati, N. (2017). Makna dan sumber kebahagiaan remaja suku minangkabau. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 5(2), 80–84.
Hasib, K. (2019). Manusia dan Kebahagiaan: Pandangan Filsafat Yunani dan Respon Syed Muhammad Naquib al-Attas. Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 3(1), 21–40.
Jannah, M. (2018). Konsep keluarga idaman dan islami. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 4(2), 87–102.
Kebudayaan, D. P. dan. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia (ke-3). Balai Pustaka.
Khairunnisa, A. (2017). Hubungan Religiusitas Dengan Kebahagiaan Pada Pasien Hemodialisa Di Klinik Hemodialisa Muslimat Nu Cipta Husada. Jurnal Psikologi, 9(1).
Lu, L. (2001). Understanding happiness: A look into the Chinese folk psychology. Journal of Happiness Studies, 2(4), 407–432.
Mayasari, R. (2014). Religiusitas Islam dan kebahagiaan (Sebuah telaah dengan perspektif psikologi). Al-Munzir, 7(2), 81–100.
Pasmadi, A. K. (2009). Konsep Rezeki Dalam Pandangan Para Pedagang Pasar (Studi Kasus Para Pedagang Pasar Kleco Surakarta 2009). Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Pertamaningtias, A. H., & Listyaningsih, U. (2018). Fungsi Keluarga terhadap Pendidikan Karakter Anak Usia Sekolah Dasar di Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Bumi Indonesia, 7(2).
Putra, G. B. B., & Sudibia, I. K. (2019). Faktor-Faktor Penentu Kebahagiaan Sesuai Dengan Kearifan Lokal Di Bali. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 79–94.
Putri, E. W. (2018). Konsep Kebahagiaan Dalam Perspektif Al-Farabi. Thaqafiyyat: Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam, 19(1), 95–111.
Ramadlon, T., Nabilah, N., Herdian, H., & Arnis, G. (2018). Sumber Kebahagiaan Dan Kesedihan Di Era Milenial. SemNasPsi (Seminar Nasional Psikologi), 1(1), 177–187.
ROSNITA, R. (2017). Konsep Rezeki dalam Perspektif Alqurȃn (Studi Tafsȋr Fȋ Ẓilȃl Alqurȃn Karya Sayyid Quṭb). Universitas Islam Negeri" SMH" Banten.
Sholihah, I. (2016). Konsep kebahagiaan dalam Al-Qur’an perspektif Tafsir Mutawalli Asy-Sya’rawi dan psikologi positif. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Sofia, N., & Sari, E. P. (2018). Indikator Kebahagiaan (Al-Sa’adah) dalam Perspektif Alquran dan Hadis. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 23(2), 91–108.
Steiner, L., Leinert, L., & Frey, B. S. (2010). Economics, religion and happiness. Zeitschrift Für Wirtschafts-Und Unternehmensethik, 11(1), 9–24.
Tkach, C., & Lyubomirsky, S. (2006). How do people pursue happiness?: Relating personality, happiness-increasing strategies, and well-being. Journal of Happiness Studies, 7(2), 183–225.
Ulfa, K. (2015). Peran Keluarga Menurut Konsep Perkembangan Kepribadian Perspektif Psikologi Islam. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 10(1), 123–140.
Veenhoven, R. (2012). Does happiness differ across cultures? In Happiness across cultures (pp. 451–472). Springer.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors published in this journal agree to the following terms:
- The copyright of each article is retained by the author (s) without restrictions
- The journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions
- The author grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution License, allowing others to share the work with an acknowledgment of authorship and the initial publication in this journal.
- Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of published journal versions of the work (for example, posting them to institutional repositories or publishing them in a book), with acknowledgment of their initial publication in this journal
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (For example in the Institutional Repository or on their website) before and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citations of published work
- Articles and all related material published are distributed under a Creative Commons Attribution-4.0 International Public License (CC - BY 4.0).
License
Psycho Idea is licensed under a Creative Commons Attribution- 4.0 International Public License (CC - BY 4.0).
You are free to :
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially









