PENGARUH PENDIDIKAN FORMAL ORANG TUA TERHADAP SIKAP PREVENTIF KELUARGA DALAM MENGATASI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Authors

  • Mustika Ratnaningsih Purbowati Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Irma Finurina Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.30595/psychoidea.v13i2.1566

Abstract

Di Indonesia penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masihmerupakan masalah kesehatan yang serius. Jumlah kasus DBD cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu penyebab belum berhasilnya strategi yang di lakukan oleh pemerintah adalah masih kurangnya pengetahuan warga. sikap preventif orang tua sangat di perlukan dalam menjaga kebersihan lingkungan seperti kebersihan tempat penampungan air dan sampah yang menampung air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan formal orang tua terhadap sikap preventif keluarga dalam mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Metode penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini adalah penelitian analitik observasionaldengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah warga di salah satu daerah endemis demam berdarah dengue yaitu di Kelurahan Kalibagor Banyumas. Perilaku Orangtua diukur dengan menggunakan kuesioner yang meliputi kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan orangtua terhadap pencegahan demam berdarah dengue yang terdiri atas 20 item pertanyaan.Hasil penelitian 70 sampel didapatkan skor rata-rataperilaku preventif 65 dari skor 80, sedangkan untuk latar belakang pendidikan formal yaitu SD sebanyak 31,43%, SMP 15,71%, SMA 44,29%, Perguruan Tinggi 8,57%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pendidikan formal orang tua berpengaruh positif secarastatistik signifikan dengan sikap preventif dalam mengatasi penyakit demam berdarah dengue pada keluarga. Makin tinggi tingkat pendidikan ibu, makin baik perilku preventif DBD. Kata Kunci : Pendidikan Formal Orangtua, Sikap Preventif, Demam Berdarah Dengue (DBD)

References

CDC. 2012. Dengue and Dengue fever. Atlanta : Center Of Disease Control and Prevention. Available from : www.cdc.gov/dengue/.

Constantianus J.M, Koenraadt, Wieteketuiten, et al. (2006). Dengue Knowledge and practices and their impact on Aedes aegypti populations in Kamphaeng Phet, Thailand. Am. J. Trop. Med. Hyg., 74(4): 692–700

Depkes RI. 2009. Data Base Kesehatan per Kabupaten. http://bankdata.depkes.go.id/ di unggah pada tanggal 20 Oktober 2015.

Depkes RI. 2010. Data Kasus DBD per Bulan di Indonesia Tahun 2010, 2009 dan 2008. Jakarta: Depkes RI.

Depkes RI. 2003. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit DBD. Jakarta: Depkes RI. hal: 131-134

Depkes RI. 2007. Profil Kesehatan Indonesia 2007. Jakarta: Depkes RI. hal: 35-40

Dinkes Jawa Tengah. 2009. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009. http://www.dinkesjatengprov.go.id/ di unggah pada tanggal 15 Oktober 2015.

Dinkes Jawa Tengah. 2011. Data/Informasi Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011. http://www.depkes.go.id/ di unggah pada tanggal 20 Oktober 2015.

Ebrahim, G.J. (1996). Perawatan anak. Yogyakarta: Yayasan Essentia Medica.

Emawati, D. (2009). Kasus DBD di DKI. http://www.beritajakarta.com/

Ginanjar, D . (2008), .Demam Berdarah. Yogyakarta : B-first.

Hendarwanto. (2000), .Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Jakarta: Balai FK UI Penerbit I. .

Judarwanto, W. 2007.Profil nyamuk Aedes dan pembasmiannya.http://medicastore.com/

Kandun I. (2004).Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Jakarta: Infomedika.

Kasnodihardjo, S. (1998). Aspek perilaku kaitannya dengan penyakit demam berdarah. http://www.kalbefarma.com.

Kasnodiharjo. 1997.Gambaran Perilaku Penduduk Mengenai Kesehatan Lingkungan di Daerah Pedesaan. Subang Jawa Barat.

Kompas. 2013. Kasus DBD di Indonesia Tertinggi di ASEAN. http://internasional.kompas.com/ .

Mansjoer, A, dkk. (2000), .Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid 2. Jakarta: Media Aesculapius.

Nadesul, H. (2004). 100 Pertanyaan + Jawaban Demam Berdarah. Jakarta : Penerbit Buku Kompas.

Notoatmodjo S. (2000). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Suharyono W. (1999). Masalah penyakit demam berdarah dengue pada pelita IV. http://www.kalbefarma.com.

Sukowati, S. (2010). Masalah Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pengendaliannya di Indonesia. Jakarta: Buletin Jendela Epidemiologi. p. 26-30.

Sungkar, S., Winita, R.,Agnes Kurniaean. (2010). Pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan Masyarakat dan kepadatan aedes aegypti Di kecamatan bayah, provinsi banten.Makara Kesehatan, 14 ( 2).

Sutaryo. (2006). Dengue. Yogyakarta: Medika FK UGM..

WHO. (2011). Dengue in the Western Pacific Region. http://www.wpro.who.int/

Wijaya H. (2007). Dengue, informasi, dan pencegahannya. http://www.pediatrik.com.

Zubairi. (2007). Demam berdarah, bisakah dicegah? http://www.republika .co.id

Downloads

Published

2015-07-01

Issue

Section

PSYCHOIDEA