PENGARUH SINDROM PREMENSTRUASI TERHADAP KECEMASAN MAHASISWI

Authors

  • Irma Finurina Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Susiyadi Susiyadi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.30595/psychoidea.v14i1.1572

Abstract

Sindrom premenstruasi adalah kumpulan dari gejala-gejala yang bisa mengganggu siklus menstruasi yang umum terjadi pada wanita usia 20-50 tahun. Beberapa penelitian pada populasi mahasiswa menunjukkan prevalensi kecemasan dan prevalensi sindrom premenstruasi yang cukup tinggi. Faktor psikologis, adalah kecemasan, termasuk faktor risiko sindrom premenstruasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Sindrom Prementruasi Terhadap Kecemasan Mahasiswi Kedokteran Angkatan 2013-2014 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswi Kedokteran Angkatan 2013-2014 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.Dengan menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 40 mahasiswi.Dengan Variabel independen penelitian ini adalah tingkat kecemasan.Sedangkan variabell dependen penelitian ini adalah sindrom prementruasi. Dengan melakukan pendataan yaitu Data skor kecemasan diperoleh dari kuesioner TMAS (Taylor Manifest Anxiety Scale) dan data skor sindrom premenstruasi diperoleh dari kuesioner SPAF (Shortened Premenstrual Assessment Form).Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasii Pearson. Dimana Hasil Penelitian yaitu Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan sindrom premenstruasi pada mahasiswi Kedokteran angkatan 2014 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan arah hubungan yang positif dan kekuatan hubungan sedang (p = 0,001; r = 0,386). Kata kunci : kecemasan, sindrom premenstruasi, mahasiswa

References

Ari, L.D,.(2010). Pengaruh Relaksasi Progresif Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta..

Bekele, L.M., Tolossa, F.W. 2014. Prevalence, Impacts and Medical Managements of Premenstrual Syndrome Among Female Students: Cross-Sectonal Studies in College of Health Science, Mekelle University, Makelle, Northern Ethiopia. BMC Women’s Health. 14, (52), 2-9.

Budi. (2008), Hubungan antara Karakteristik Demografi dengan Kecemasan Pasien Pra Operasi di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen. Jurnal Akademi Keperawatan Yappi Sragen, 11-19

Dahlan M. (2011). Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan: Deskriptif, Bivariat, dan Multivariat. Edisi 5.Jakarta : Salemba Medika.

Elvira SD. (2010). Sindrom pra-menstruasi, normalkah?.Jakarta :Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Freeman, R. E, (1984), Strategic Management: A Stakeholder Approach, Boston, Pitman.

Hanafi, W, (2005), . Ilmu Kebidanan.2005. Yogyakarta: Yayasan Bina Pustaka.

Hendarto A. dan Pringgadini K, (2008), Nilai Nutrisi Air Susu Ibu. In : IDAI. Bedah ASI : Kajian dari Berbagai Sudut Pandang Ilmiah. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.

Ibrahim.A. (2007), Perbedaan Tingkat Kecemasan (anxietas) Antara Laki- laki dan Perempuan Pada Kasus PTSD (Post Trauma Stres Disorder) Korban Gempa Klaten Jawa Tengah. Skripsi. Surakarta: Fakultas Kedokteran UNS.

Notoatmodjo, S. (2005).Promosi kesehatan teori dan Aplikasi, Jakarta : PT Rineka Cipta.

Potter, P.A, Perry, A.G. (2005), .Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Edisi 4.Volume 2.Alih Bahasa : Renata Komalasari,dkk. Jakarta:EGC.

Pramono, N,.(2000).Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Wanita Lanjut Usia. Makalah Pidato Pengukuhan. Semarang : FK Universitas Diponegoro.

Prawirohardjo. (2005). Ilmu Kebidanan. Yogyakarta: Yayasan Bina Pustaka

Puspitorini, M. (2008). Hipertensi: Cara Mudah Mengatasi Tekanan Darah Tinggi. Yogjakarta : Image Press.

Sadock BJ, Sadock VA. (2004), Other psychotic disorders. In: Kaplan &Sadock’s Concise textbook of clinical psychiatry. Edisi ke-9. Philadelphia.Lippincott Williams & Wilkinsh.

Sadock, Benjamin J & Sadock, V.A. (2010), Gangguan ansietas. Dalam: Kaplan & Sadock buku ajar psikiatri klinis. Ed Ke- 2. Jakarta: EGC.

Saravanan, C. and Wilks, R, (2014), Medical Students’ Experience of and Reaction to Stress: The Role of Depression and Anxiety. Scientific World Journal, 2014.1-8

Sastroasmoro S, Ismael S, Studi cross-sectional. In: Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. 2008.Edisi ke-3. Jakarta: Sagung Seto.

Simon-Morton BG, Green WH and Gottlieb NH.1999.Introduction to Health Education and Health Promotion. Illinois: Wave Lang Press Inc. hal 31-40.

Steiner M, (2000), Premenstrual syndrome and premenstrual dysphoric disorder: guidelines for management. Journal of psychiatry & neuroscience. 25, (5), 459-468.

Taufiqurrahman, M. (2008), Pengantar Metodologi Penelitian untuk Ilmu Kesehatan.Surakarta: UNS Press.

Thomas F. Oltmanns & Robert E. Emery, (2013), Psikologi Abnormal. Edisi Ketujuh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar..

Downloads

Published

2016-02-01

Issue

Section

PSYCHOIDEA