Pembagian Peran Pada Pasangan Suami Istri Jawa yang Memiliki Anak Bayi

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30595/psychoidea.v23i1.20977

Keywords:

families with infant children, Javanese, qualitative research, share role

Abstract

Sharing roles in the household is important to maintain family balance in achieving harmony. The aim of this research is to obtain an overview of the division of roles between husband and wife couples in families who have infant children (0-2 years). This research uses a qualitative approach, descriptive type. Participants in this research were three Javanese husband and wife couples who had an eldest child aged 0-2 years who lived in Solo Raya. The sampling technique used snowball sampling, and data analysis used QDA Miner Lite. The research results revealed that husband and wife couples do not make specific agreements, but the implementation of household tasks is flexible according to the couple's time. A husband and wife couple stated that they had implemented an egalitarian division of roles in the household, but in practice the wife still "followed" more in various decisions, and in the household the husband was the dominant decision maker.

Author Biographies

Melfa Rahma Ningrum, Universitas Muhammadiyh Surakarta

Fakultas Psikologi

Sri Lestari, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Fakultas Psikologi

References

Abdullah. S. (2014). Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak (paternal involvement). Universitas Mercu Buana.

Adison, J. & Suryadi. (2020) . Peranan keluarga dalam membentuk kedisiplinan anak Kelas VII di SMP Negeri 1 Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Inovasi Penelitian. 1(6), 1131–1138..

Apollo, & Cahyadi, A. (2012). Konflik peran ganda perempuan menikah yang bekerja ditinjau dari dukungan sosial keluarga dan penyesuaian diri. Widya Warta Jurnal Ilmiah, XXXVI(2), 254–271.

Bussa, B. D., Kiling-Bunga, B. N., Toomazen, F. W., & Kiling, I. Y. (2018). Persepsi ayah tentang pengasuhan anak usia dini. Jurnal Sains Psikologi, 7(2), 126–135.

Christine, w. S., oktorina, m., & mula, i. (2010). Pengaruh konflik pekerjaan dan konflik keluarga terhadap kinerja dengan konflik pekerjaan keluarga sebagai intervening variabel (Studi pada dual career couple di Jabodetabek ). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 12(2), 121–132.

Duvall, E., & Miller, B. (1985). Marriage and family development (6th ed.). Harper & Row Publishers.

Endraswara, S. (2018). Falsafah hidup Jawa: Menggali mutiara kebijakan dari intisari filsafat kejawen (keenam). Cakrawala.

Ghozali, A. (2014). Fiqh munakahat. Kencana.

Gunawan, Supriyanto, & Nur. (2020). Kedudukan suami istri dalam kitab tarjuman al-mustafid karya abdul rauf al singkili. Jurnal Kajian Al-Qur’an dan Tafsir, 1(1).

Herusatoto, B. (1987). Simbolisme dalam Budaya Jawa. Hanindita graha widya.

Higgins, christopher a., and duxbury, l. E. (1992). Work-family conflict: a comparison of dual_career and traditional-career men. Journal of Organizational Behavior. 13, 389–411.

Hill, R. B. (1998). Understanding Black family functioning: A holistic perspective. Journal of Comparative Family Studies, 29(1), 15-25.

Hocker, & wilmot. (1985). Komunikasi massa: Suatu pengantar. Simbiosa Rekatama Media.

Jalil, a. (2019). Pengelolaan keuangan keluarga solusi keluarga sakinah. Hukum Islam Nusantara. 2(1), 67-84.

Kania, a. (2023). Perjuangan keluarga dalam membangun rumah tangga yang serumpun. I-Win Library.

Kurniawati, d. (2013). Pola komunikasi interpersonal dalam konflik antara pasangan suami istri beda budaya yang baru menikah. Journal the Messenger. 5(1), 46. Https://doi.org/10.26623/themessenger.v5i1.143

Magnis-Suseno, F. (2003). Etika Jawa: Sebuah analisa falsafi tentang kebijaksanaan hidup Jawa. Pt. Gramedia pustaka utama.

Miskiyah, Kusumawaty, I., & Yunike, Y. (2023). Nilai kebersamaan dalam keluarga. Journal of Telenurshing (Joting). 5(1), 548–559. Https://doi.org/https://doi.org/10.31539/joting.v5i1.5829 nilai

Moleong, l. (2009). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi). PT. Remaja rosdakarya.

Muthmainnah, Y. (2021). Peran-peran domestik dan pengasuhan anak akar rumput (potret feminis laki-laki di lima kota / kabupaten). Qowwam: Journal for Gender Mainstreaming. 15(1), 1–30. Https://doi.org/10.20414/qawwam.v15i1.3347

Ngewa, H. (2019). Peran orang tua dalam pengasuhan anak. Ya bunayya, 1(1), 96–115.

Nurislamia, F., Azizah, N., & Aini, R. N. (2020). View of generasi muda sebagai agent of change pembagian peran gender dalam keluarga. 331–339. Https://prosiding.umy.ac.id/grace/index.php/pgrace/article/view/88/86

Olson, D., Defrain, John, Skogrand, L. (2013). Marriages and families: intimacy, diversity, and strengths, eighth edition. Mcgraw-hill Education.

Pamuk, M., & Durmus, E. (2015). Investigation of burnout in marriage. International Journal of Human Sciences. 12(1), 162. Https://doi.org/10.14687/ijhs.v12i1.3002

Powell, & Craig. (2015). Gender differences in working at home and time use patterns: evidence from Australia. Work, Employment and Society. 29(4), 571–589.

Pratiwi, H. (2016). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kepuasan perkawinan pada istri. Calyptra, 5(1), 1–11.

Putri, D. P. K., & Lestari, S. (2015). Pembagian peran dalam rumah tangga pada pasangan suami istri jawa. Jurnal Penelitian Humaniora. 16(1), 72–85. Http://journals.ums.ac.id/index.php/humaniora/article/view/1523

Rahmaita, Krisnatuti, D., & Yuliati, L. N. (2016). The effects of family developmental tasks on marital satisfaction on first-time mothers. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen. 9(1), 1–10.

Rahmawati, & Gazali, M. (2018). Pola komunikasi dalam keluarga. Al-munzir, 11(2), 163–181.

Sari, D. Y., Krisnatuti, D., & Yuliati, L. N. (2015). Keluarga dengan anak pertama berusia di bawah dua tahun. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen. 8(2), 80-87.

Shihab, Q. (1996). Wawasan al qur’an. Mizan.

Soge, E., Bunga, B. Thoomaszen, F., & Killing, I. (2016). Persepsi ibu terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini. Intuisi Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(2).

Sugiyono. (2009). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R &D. Alfabeta.

Suratno, P., & Astiyanto, H. (2009). Gusti ora sare: 90 mutiara nilai kearifan budaya jawa (baru). Adiwacana.

Syuhudi, M. L. (2022). Berbagi kuasa: kesetaraan peran suami isrti dalam rumah tangga. Jurnal Agama dan Kebudayaan, 8(1), 207–353.

Wulandari, I., & Sri Utami, E. (2020). Perencanaan dan pengeloalaan keuangan keluarga pada ibu rumah tangga dusun pasekan lor, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta. Jurnal Abdimas Bsi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 3(2), 236–243. Https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.7209

Yanti, E., & Zahara, R. (2022). Hak dan kewajiban suami istri dan kaitan dengan nusyuz dan dayyuz dalam nash. Takamul: Jurnal Studi Gender dan Islam Serta Perlindungan Anak. 9(1), 1–22.

Zainal, A. (2013). Egalitarian laki-laki dan perempuan dalam keluarga Islam: Antara idealitas dan realitas asliah. Shautut Tarbiyah. 1–20.

Published

2025-08-03

Issue

Section

PSYCHOIDEA