Menjadi Diri dalam Budaya Siri’: Pengalaman Hidup dan Negosiasi Kehormatan Perempuan Muda

Authors

  • Noeroel Kentjono Endah Triwijati Universitas Surabaya
  • Azarine Nahdah Amelia Universitas Surabaya

Keywords:

Budaya Siri’, Negosiasi Identitas, Pengalaman Hidup Perempuan

Abstract

Budaya siri’ dalam masyarakat Bugis–Makassar merupakan sistem kehormatan kolektif yang menempatkan perempuan sebagai representasi utama martabat keluarga sehingga membentuk pengaturan terhadap perilaku, mobilitas, dan pilihan hidup mereka. Meskipun nilai ini sering dipahami sebagai dasar kehormatan sosial, kajian yang menelaah pengalaman subjektif perempuan muda terhadap berbagai batasan yang muncul darinya masih terbatas. Studi ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana perempuan muda Bugis–Makassar mengalami dan memaknai pembatasan tersebut dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana pengalaman tersebut membentuk pemahaman mereka tentang diri. Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) digunakan melalui wawancara semi-terstruktur secara mendalam dengan dua perempuan muda Bugis–Makassar. Analisis dilakukan untuk menelusuri bagaimana pembatasan tersebut dihidupi dan ditafsirkan dalam pengalaman sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan dalam budaya siri’ tidak dialami sebagai penentuan budaya yang tetap, melainkan sebagai proses negosiasi berkelanjutan melalui mana perempuan muda menafsirkan dan menavigasi ekspektasi sosial. Partisipan menggambarkan bagaimana mereka mengembangkan regulasi diri reflektif, menavigasi pengawasan sosial yang dirasakan, serta membangun identitas di antara tradisi dan modernitas. Temuan ini menyoroti pengalaman hidup perempuan sebagai lensa penting untuk memahami bagaimana norma budaya bekerja dalam kehidupan sehari-hari—bukan sekadar sebagai struktur yang membatasi, tetapi sebagai kerangka makna yang diinterpretasikan dan dinegosiasikan oleh individu. Dengan memahami dinamika pengalaman tersebut, penelitian ini juga membuka ruang bagi pendekatan yang lebih peka terhadap konteks budaya dalam upaya pemberdayaan perempuan dan dialog mengenai peran gender dalam masyarakat berbasis budaya kehormatan.

References

Amin, A. M. (2025). Navigating financial decision-making: A phenomenological study of women wntrepreneurs and cultural norms in Bugis-Makassar communities . Management, Economics, Trade, and Accounting Journal (META-JOURNAL), 3(2), 487–494. https://abadiinstitute.org/index.php/META/article/view/374

Asnar, A. dan Sudarman, S. (2026). Negotiation of identity and meaning communication in the Bugis uang panai tradition in Indonesia. International Journal of Society, Culture & Language, 14(1), 1-20. https://doi.org/10.22034/ijscl.2026.2077871.4262

Benwell, B., & Stokoe, E. (2006). Discourse and identity. In Edinburgh University Press eBooks. https://doi.org/10.1515/9780748626533

Brandt, M. J., & Reyna, C. (2010). Stereotypes as attributions. In E. L. Simon (Ed.), Psychology of Stereotypes (pp. 1-32). Nova Science Publishers. https://osf.io/download/s9qzt

Budgeon, S. (2015). Theorizing subjectivity and feminine embodiment: Feminist approaches and debates. In J. Wyn & H. Cahill (Eds.), Handbook of children and youth studies (pp. 243–256). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-4451-15-4_2

Carter, M. J. (2014). Gender socialization and identity theory. Social Sciences, 3(2), 242-263. https://doi.org/10.3390/socsci3020242

Darwis, R., & Dilo, A. U. (2012). Implikasi falsafah siri'na pacce pada masyarakat suku makassar di kabupaten gowa. el Harakah, 14(2), 186-225. https://doi.org/10.18860/el.v14i2.2317

Davies, S. G. (2007). Hunting down love: Female masculinities in Bugis South Sulawesi. In E. L. E. Wieringa, E. Blackwood, & A. Bhaiya (Eds.), Women’s Sexualities and Masculinities in a Globalizing Asia (pp. 139–157). Springer. https://doi.org/10.1057/9780230604124_8

Del Busso, L. A., & Reavey, P. (2013). Moving beyond the surface: A poststructuralist phenomenology of young women’s embodied experiences in everyday life. Psychology & Sexuality, 4(1), 46–61. https://doi.org/10.1080/19419899.2011.589866

Fade S. (2004). Using interpretative phenomenological analysis for public health nutrition and dietetic research: A practical guide. The Proceedings of the Nutrition Society, 63(4), 647–653. https://doi.org/10.1079/pns2004398

Fitriani, A. B., & Siscawati, M. (2021). Posisi perempuan Bugis dalam tradisi, ritual dan norma budaya siri. Dharmasmrti Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 21(2), 1–14. https://doi.org/10.32795/ds.v21i2.2126

Idrus, N. I. (2005). Siri’, gender, and sexuality among the Bugis in South Sulawesi. Antropologi Indonesia, 29(1), 38-55. https://www.proquest.com/openview/61400f8b044b3027b522f00c93ee091e/1?pq-origsite=gscholar&cbl=4904396

Insani, N. N., Awaru, A. O. T., & Ridha, M. R. (2026). Marriage dispensation for children in Jeneponto Regency. Sosioedukasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Sosial, 15(1), 318-323. https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/sosioedukasi/article/view/7004/4372

Kesuma, A. I., Manda, D., & Najamuddin. (2019). Bugis women (status, role and function) in the text of lontara i la galigo. In Proceedings of the International Conference on Social Science 2019 (ICSS 2019). Atlantis press, 383, 1043-1046. https://doi.org/10.2991/icss-19.2019.235

Lincoln, Y. S. & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Newbury Park, CA: Sage Publications.

Lips, H. M. (2017). A New Psychology of Women: Gender, Culture, and Ethnicity. Waveland Press. https://books.google.com/books?id=CzmpDAAAQBAJ&printsec=frontcover

Mappaselleng, N.F & Kadir, Z.K. (2025). Reconstructing honor killing through siri’: A cultural perspective from Bugis-Makassar society. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(4), 358–366. https://doi.org/10.37329/ganaya.v8i4.4858

Nur, S., Herdianty, R., & Mutiara, I. A. (2021). Degradation of the lontara script's socio-cultural value among millennial in antang village, Makassar city. International Journal of Qualitative Research, 1(1), 24-27. https://doi.org/10.47540/ijqr.v1i1.293

Reski, P., Nur, R., & Widayati, C. (2021). Local wisdom of Bugis Makassar siri ‘na pacce from millennials glasses. In Proceedings of the 2nd International Conference on Social Sciences Education (ICSSE 2020). Atlantis press, 525, 323-328. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210222.053

Rudberg, M., & Nielsen, H. B. (2005). Potential spaces - Subjectivities and gender in a generational perspective. Feminism & Psychology, 15(2), 127–148. https://doi.org/10.1177/0959353505051718

Sharma, S. (2017). Relationship between culture and gender inequality in India. Journal of Humanities and Social Science, 2(10), 30-35. https://www.academia.edu/download/55298049/D2210063035.pdf

Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2022). Interpretative Phenomenological Analysis: Theory, Method and Research (2nd ed.). SAGE Publications. https://uk.sagepub.com/en-gb/eur/interpretative-phenomenological-analysis/book250130

Willig, C. (2022). Introducing Qualitative Research in Psychology (4th ed.). Open University Press. https://www.mheducation.co.uk/introducing-qualitative-research-in-psychology-4e-9780335248698-emea-group

Published

2026-02-27

Issue

Section

PSYCHOIDEA