PENGARUH KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI TERHADAP KEMATANGAN SOSIAL PADA REMAJA TUNARUNGU DI SLB B NEGERI PURBALINGGA TAHUN AJARAN 2011/2012

Authors

  • Puput Unik Setyani Alumni Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Dyah Siti Septiningsih Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.30595/psychoidea.v11i2.510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan mengelola emosi terhadap kematangan sosial pada remaja tunarungu di SLB B Negeri Purbalingga. Subjek penelitian adalah peserta didik di SLB B Negeri Purbalingga yang berjumlah 35. Instrumen pengumpulan data menggunakan 2 skala yaitu skala kemampuan mengelola emosi dan skala kematangan sosial. Hasil uji validitas menunjukkan koefisien validitas skala kemampuan mengelola emosi bergerak dari 0, 361sampai 0, 648, sedangkan skala kematangan sosial bergerak dari 0, 353 sampai 0, 517. Hasil uji reliabilitas skala kemampuan mengelola emosi diperoleh ï¡ = 0, 938 dan skala kematangan sosial sebesar ï¡ = 0, 906. Analisis data menggunakan analisis regresi didapat nilai F = 41, 430 pada taraf signifikasi 5% yang berarti ada pengaruh kemampuan mengelola emosi terhadap kematangan sosial, dan menunjukkan rxy= 0, 746 dan P= 0, 00 (0, 00<0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima yaitu ada pengaruh kemampuan mengelola emosi terhadap kematangan sosial dan ada hubungan yang positif antara kemampuan mengelola emosi dengan kematangan sosial. Semakin tinggi kemampuan mengelola emosi maka semakin tinggi kematangan sosial. sumbangan efektif kemampuan mengelola emosi terhadap kematangan sosial sebesar 55, 7%. Kata Kunci : kemampuan mengelola emosi, kematangan sosial dan remaja tunarungu

References

Delphie, B. (2006). Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: PT. Refika Aditama

Firin, M., Martanti, W., dan Purnamaningsih, E. H. (1994). Kemasakan Sosial pada Anak-anak Berintelegensi Tinggi dan Anak-anak Berintelegensi Normal. Jurnal Psikologi. No. 2 Agustus 1994

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga

Indriana, Y., & Windarti, T. (2008). Mengembangkan Kematangan Sosial Pada Anak Melalui Outbond. Jurnal Sekola Dasar. No. 2 November 2008

Istanti, Y. P. (2009). Faktor-Faktor yang Berkontribusi terhadap interdialytic weight gains (IDWG) pada Pasien chronic kidney Disease (CKD) di Unit Hemodialisis RS PKU Muhammadiyah Yogyaarta. Jurnal Universitas Indonesia , 2. http://www.digilib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak-125543.pdf diunduh tanggal 14 Februari 2013.

Mangunsong, F. (2009). Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Universitas Indonesia: Lembaga Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3)

Mappiare, A. (1982). Psikologi Remaja. Surabaya: Usana Offset

Prihaningsih. (2006). Psikologi Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Pres

Safaria, T., dan Saputra E. N. (2009). Manajemen Emosi. Jakarta: Bumi Aksara

Shapiro. (1997). Mengajarkan Emosional Intelligence Pada Anak. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Somantri, T. S. (2007). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT. Refika Aditama

Yusuf, S. (2007). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset

Downloads

Published

2013-07-01

Issue

Section

PSYCHOIDEA