ANALYTICAL THEORY : GEGAR BUDAYA (CULTURE SHOCK)

Authors

  • Sabrina Hasyyati Maizan Universitas Ahmad Dahlan
  • Khoiruddin Bashori Universitas Ahmad Dahlan
  • Elly Nur Hayati Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.30595/psychoidea.v18i2.6566

Keywords:

analisis teori, culture shock, gegar budaya.

Abstract

Pada era globalisasi saat ini mampu mempengaruhi berkembangnya teknologi dengan sangat pesat, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk mengejar perkembangan tersebut untuk meningkatkan kemampuan yang memungkinkan masyarakat mendatangi atau berpindah ke daerah lain yang mampu mendukung mereka dari segala aspek. Berpindahnya masyarakat dari daerah asal ke daerah baru menimbulkan pergeseran budaya yang dikarenakan adanya perbedaan bahasa, pola kehidupan serta agama. Perubahan seperti ini dapat memicu timbulnya stressor psikososial seperti adanya hambatan dalam berkomunikasi, timbulnya perasaan terasingkan hingga mampu memunculkan kecemasan pada diri individu, hal seperti inilah yang disebut dengan gegar budaya (culture shock). Literatur review dibuat bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena gegar budaya (culture shock). Kesimpulan yang paling menonjol dari mendeskripsikan teori teori yang ada mengenai gegar budaya ini yaitu terdapat perbedaan secara nama tetapi memiliki makna teoritik atau konseptual yang hampir sama di setiap fasenya.

References

Al-Ahtami, A., & Al-Ahdal, A. (2014). Academic and Social Adjustments of Arab Fulbright Students in American Universities: A Case Study. International Journal of Humanities and Social Science, 4(5), 216–222.

Abbasian, F., & Sharifi, S. (2013). The Relationship between Culture Shock and Sociolinguistic Shock: A Case Study of Non-Persian Speaking Learners. Open Journal of Social Science Research, 1(6), 154. DOI: 10.12966/ojssr.09.07.2013.

Adler, P. S. (1975). The Transitional Experience: An Alternative View of Culture Shock. Journal of Humanistic Psychology, 15(4), 13–23.

Bidang, A. S., Erawan, E., & Sary, K. A. (2018). Proses Adaptasi Mahasiswa Perantauan Dalam Menghadapi Gegar Budaya. EJournal Ilmu Komunikasi, 6(3), 212–225.

Bochner, S. (2003). Culture Shock Due to Contact with Unfamiliar Cultures. Online Readings in Psychology and Culture, 8(1), 1–12.

Bock, P. K. (1970). Culture shock: a reader in modern cultural anthropology. New York: Knopf.

Chapdelaine, R. F., & Alexitch, L. R. (2004). Social skills difficulty: Model of culture shock for international graduate students. Journal of College Student Development, 45(2), 167–184. DOI: 10.1353/csd.2004.0021.

Dayakisni, T., & Yuniardi, S. (2017). Psikologi Lintas Budaya (Edisi Revisi). Malang: UMM Press.

Devinta, M., Hidayah, N., & Hendrastomo, G. (2015). Fenomena Culture Shock (Gegar Budaya) pada Mahasiswa Perantauan di Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Sosiologi 2015, 1–15.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. (2008). Pendidikan Multikultural dan Revitalisasi Hukum Adat dalam Perspektif Sejarah. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Faizin. (2018). Literasi Budaya Lokal Untuk Meminimalisir Gegar Budaya Pemelajar Bipa. Prosiding SENASBASA, 116–124.

Furnham, A. (2004). Foreign students: Education and culture shock. Psychologist, 17(1), 16–19.

Gaw, K. F. (2000). Reverse culture shock in students returning from overseas. International Journal of Intercultural Relations, 24(1), 83–104.

Gudykunst, W. B., & Kim, Y. Y. (2003). Communicating with Strangers: An Approach to Intercultural Communication. New York: McGraw-Hill.

Hadawiah, H. (2019). Fenomena (Gegar Budaya) Pada Mahasiswa Perantauan Di Universitas Muslim Indonesia. Al-MUNZIR, 12(1), 149-164.

Hall, Edward. T. (1959). The Silent Language. New York: Doubleday.

Hamboyan, H., & Bryan, A. K. (1995). International students. Culture shock can affect the health of students from abroad. Canadian Family Physician Médecin de Famille Canadien, 41, 1713–1716.

Hasibullah, M. W. (2020). Proses Gegar Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya pada Pengungsi Laki-Laki Afghanistan di Kota Medan. Thesis. Universitas Sumatera Utara.

Hutabarat, Y., & Sawitri, D. (2015). Hubungan Antara Gegar Budaya Dengan Pengungkapan Diri Pada Mahasiswa Tahun Pertama Bersuku Batak Di Universitas Diponegoro. Empati, 4(2), 153–157.

Hutapea, B. (2014). Life Stress, Religiosity, and Personal Adjustment of Indonesian as International Students. Makara Human Behavior Studies in Asia, 18(1), 25. DOI: 10.7454/mssh.v18i1.3459.

Irwin, R. (2007). Culture shock: Negotiating Feelings in the Field. Anthropology Matters, 9(1), 1–11.

Kurnia, S. S. (2007). Menulis ilmiah: metode penelitian kualitatif. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Levy, D. A., & Shirave, E. B. (2012). Psikologi Lintas Kultural : Pemikiran Kritis dan Terapan Modern. Jakarta, Indonesia : Kencana.

Lubis, R. (2015). Sosiologi Agama : Memahami Perkembangan Agama dalam Interaksi Sosial. Jakarta, Indonesia : Kencana.

Mayasari, I., & Sumadyo, B. (2018). Culture Shock ( Gegar Budaya ) Penutur Jawa Dan Jakarta : Jurnal Lentera, 1(2), 7–20.

Miyamoto, Y., & Kuhlman, N. (2001). Ameliorating culture shock in Japanese expatriate children in the US. International Journal of Intercultural Relations, 25(1), 21–40. DOI :10.1016/S0147-1767(00)00040-7.

Mulyana, D. (2015). Komunikasi Lintas Budaya : Pemikiran, Perjalanan dan Khayalan (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Naeem, A., Nadeem, A., & Khan, I. U. (2016). Culture Shock and Its effects on Expatriates Full Length Research Paper Culture Shock and Its effects on Expatriates. 4(6), 248–258.

Nasrullah, R. (2012). Komunikasi Antarbudaya di Era Budaya Siber (Pertama). Jakarta, Indonesia : Kencana.

Nursalam .(2008). Konsep & Metode Keperawatan (ed. 2). Jakarta: Salemba Medika.

Oberg, K. (1960). Symptoms of Culture Shock. Practical Anthropology, 177-182.

Pedersen, P. (1995). The Five Stages of Culture Shock: Critical Incidents Around the World. Amerika: Greenwood Press.

Rajasekar, J., & Renand, F. (2013). Culture Shock in a Global World: Factors Affecting Culture Shock Experienced by Expatriates in Oman and Omani Expatriates Abroad. International Journal of Business and Management, 8(13), 144-160. DOI:10.5539/ijbm.v8n13p144.

Rizal, I., & Herawati, I. (2020). Gegar Budaya Ditinjau dari Dukungan Sosial pada Mahasiswa Thailand Selatan (Patani). Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 5(1), 89–100. DOI: 10.33367/psi.v5i1.1081.

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2011). Intercultural Communication: A Reader. Amerika: Cengage Learning.

Saylag, R. (2014). Culture Shock an Obstacle for EFL Learners. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 114, 533–537. DOI:10.1016/j.sbspro.2013.12.742.

Sekeon, K. (2013). Komunikasi Antar Budaya pada Mahasiswa FISIP UNSRAT. Jurnal Acta Diurna, 2(3), 1–14.

Siregar, A. O. A., & Kustanti, E. R.. (2018). Hubungan Antara Gegar Budaya Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Bersuku Minang Di Universitas Diponegoro. Empati, 7(2), 48–65.

Sukmadinata, & Syaodih, N. (2005). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Suryaman. (2010). Analisis Kepemimpinan Multikultural di Sekolah Menengah dalam Upaya Mencegah Fenomena Gegar Budaya : Konteks Indonesia. Sosiohumanika, 3(1), 109–122.

Tallent, N. (1978). Psychology of Adjustment: Understanding Ourselves and Others. New York: David Van Nostrand.

Ting-Toomey, S. (1999). Communicating Across Cultures. New York: Guilford Press.

Ward, C., Bochner, S., & Furnham, A. (2001). The Psychology of Culture Shock. USA: Routladge.

Winkelman, M. (1994). Cultural Shock and Adaptation. Journal of Counseling & Development, 73(2), 121–126.

Xia, J. (2009). Analysis of Impact of Culture Shock on Individual Psychology. International Journal of Psychological Studies, 1(2), 97. DOI: 10.5539/ijps.v1n2p97.

Zhou, Y., Jindal-Snape, D., Topping, K., & Todman, J. (2008). Theoretical models of culture shock and adaptation in international students in higher education. Studies in Higher Education, 33(1), 63–75. DOI: 10.1080/03075070701794833.

Downloads

Published

2020-08-31

Issue

Section

PSYCHOIDEA