PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PERUMAHAN PADA PROYEK PERUMAHAN KOMERSIL

Authors

  • arif kurniawan sukmono
  • Setya Winarno Jurusan Informatika, FTI, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
  • Sri Kusumadewi Jurusan Informatika, FTI, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.30595/techno.v26i2.27879

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat di wilayah perkotaan telah mendorong peningkatan kebutuhan akan hunian yang layak. Kondisi ini menjadi peluang bagi pengembang properti untuk menghadirkan berbagai proyek perumahan yang tidak hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga mempertimbangkan aspek lokasi yang strategis untuk menunjang aktivitas sehari-hari penghuninya. Meskipun telah dilakukan berbagai studi mengenai pemilihan lokasi perumahan, sebagian besar masih bersifat umum dan belum secara spesifik menyoroti kebutuhan dan pendekatan pengambilan keputusan dalam konteks proyek perumahan komersil. Belum banyak penelitian yang mengintegrasikan metode kuantitatif seperti MADM untuk mengevaluasi alternatif lokasi secara sistematis dengan mempertimbangkan faktor pasar dan kebijakan lokal. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji pendekatan dalam pemilihan alternatif lokasi perumahan komersil melalui metode analisis yang relevan, sehingga dapat memberikan rekomendasi lokasi yang optimal bagi pengembang. Penulis mengaplikasikan ketiga metode dalam pemilihan alternatif lokasi perumahan pada proyek perumahan komersil yang berada diarea kabupaten Banyumas dengan didapatkan hasil penelitian sebagai berikut : untuk metode Simple Additive Weighting (SAW) yang didapatkan urutan pemilihan alternatif lokasi perumahan pada perumahan komersil dengan nilai preferensi adalah sebagai berikut: (1) Mutiara mas resident/A15,(0,801) (2) Griya satria mulia/ A12, (0,696) (3) Mustika imperium (0,648). Sedangkan untuk hasil dari metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang didapatkan urutan pemilihan alternatif lokasi perumahan pada perumahan komersil dengan nilai preferensi adalah sebagai berikut: (1). Griya satria mulia/ A12 (0,888), (2) Mutiara mas resident/ A15, ( 0,840), (3) Riverside pabuwaran /A14,(0,832). Dan untuk hasil dari metode VlseKriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje (VIKOR), didapatkan urutan pemilihan alternatif Lokasi perumahan pada perumahan komersil beserta nilai koefisien kompromi adalah sebagai berikut: (1). Sapphire madani Purwokerto/ A3 (0,922), (2) Sapphire village Purwokerto/ A2,(0,800), (3) Sapphire mansion Purwokerto /A1,(0,781)

Downloads

Published

2025-11-07