Toxic Parents Pada Perempuan Yang Mengalami Gangguan Mental
DOI:
https://doi.org/10.30595/psimphoni.v4i2.19024Keywords:
Kata kunci, Gangguan Mental, Perempuan, Toxic ParentsAbstract
Toxic parents merupakan perilaku orang tua kepada anak yang tidak sesuai dengan semestinya sehingga membuat anak merasakan tekanan yang berlebihan. Perempuan yang memiliki toxic parents akan merasakan tidak adanya pola asuh yang seharusnya didapatkan. Adanya kekerasan fisik, emosional, kritik yang berlebih, pengendalian dapat menyebabkan anak dalam hal ini perempuan mengalami gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji toxic parents pada perempuan yang mengalami gangguan mental dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologis dan analisis data interpretative phenomenological analysis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur pada tiga partisipan. Kredibilitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber. Pada penelitian ini ditemukan tiga temuan yaitu hubungan tidak sehat, orang tua yang tidak bertanggungjawab, dan sikap negatif orang tua. Ketiga temuan tersebut didapatkan dari dimensi-dimensi toxic parents yaitu, pengendalian dan manipulasi, kritik dan penghakiman yang berlebihan, kekerasan emosional dan fisik, tidak menyediakan dukungan emosional, dan ketidakstabilan emosi. Pada partisipan RB ditemukan toxic parents menyebabkan depresi dan bipolar, partisipan DL mengalami bipolar dan partisipan NR mengalami anxiety disorder.
Â
Kata kunci:Â Gangguan Mental;Â Perempuan;Â Toxic Parents
References
Ahdiah, I. (2013). Peran-Peran Perempuan Dalam Masyarakat. 05(02), 1085–1092.
Annisa, D. F., & Ifdil, I. (2016). Konsep Kecemasan (Anxiety) pada Lanjut Usia (Lansia). Konselor, 5(2), 93. https://doi.org/10.24036/02016526480-0-00
Alex Sobur. (1991). Komunikasi orang tua dan anak / Alex Sobur.
Augina, A. (2020). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data pada Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(33), 145–151.
Baihaqi, M. I. F., Sunardi, A., & Heryati, E. (2005). Psikiatri: konsep dasar dan gangguan-gangguan. Bandung: PT Refika Aditama.
Berliana, S., Claretta, D., & Arviani, H. (2022). Toxic Parents Pada Podcast. Kinesik, 9(2), 143–153.
Bun, Y., Taib, B., & Mufidatul Ummah, D. (2020). Analisis Pola Asuh Otoriter Orang Tua Terhadap Perkembangan Moral Anak. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud, 2(1), 128–137. https://doi.org/10.33387/cp.v2i1.2090
Carelina, S., & Suherman, M. (2020). Makna Toxic Parents di Kalangan Remaja Kabaret SMAN 10 Bandung. Prosiding Hubungan Masyarakat, 6(2), 381–384.
Creswell, J. W., &Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Dariyo, A. (2003). Psikologi perkembangan dewasa muda. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Devita, Y. (2020). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Masalah Mental Emosional Remaja. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 503. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i2.967
Dunham, S. M. , D. S. B. , & C. J. (2011). Poisonous parenting: Toxic relation ships between parents and their adult children. In S. M. Dunham, S. B. Dermer, & J. Carlson (Eds.), Poisonous parenting: Toxic relation ships between parents and their adult children.Routledge/Taylor &Francis Group.
Endriyani, S., Lestari, R. D., Lestari, E., & Napitu, I. C. (2022). Gangguan Mental Emosional dan Depresi pada Remaja. Healthcare Nursing Journal, 2(4), 4787–4794. https://www.bajangjournal.com/index.php/J-ABDI/article/view/3641/2684
Forward, S., &Buck, C. (2002). Toxic parents: Over coming Their Hurt ful Legacy and Reclaiming Your Life (S. , & B. C. Forward, Ed.).
Gunarsa, Y. S. D. (2000). Asas-asas Paikologi Keluarga Idaman. BPK Gunung Mulia.
Hadi, L., Angelina, V., Muttaqin, Z., & Sihombing, B. (2021). Perceptionof The Aestheticsof a Smile in Patients Post Using Orthodonic Treatment Based on Characteristics. Archives of The Medicine and Case Reports, 2(1), 165–171.
Hakim, F. F. (2021). Dampak Keberadaan Penderita Gangguan Jiwa Terhadap Ketahanan Wilayah Kabupaten Jombang. Sospol: Jurnal Sosial Politik, 7(2), 202–211.
Hurlock, E. B. (1996). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, terj. Isti Widiyati, Jakarta: Erlangga.
Ifdil, I., Sari, I. P., & Putri, V. N. (2020). Psychologicalwell-being remaja dari keluarga brokenhome. Schoulid: Indonesian Journal of School Counseling, 5(1), 35. https://doi.org/10.23916/08591011
Ismail, N. (2003). Perempuan Dalam Pasungan: Bias Laki-Laki Dalam Penafsiran.
Jayanti, F., & Arista, N. T. (2018). Persepsi Mahasiswa Terhadap Pelayanan Perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura. Competence : Journal of Management Studies, 12(2), 205–223. https://doi.org/10.21107/kompetensi.v12i2.4958
Kaplan, H. I., Sadock, B. J., &Grebb, J. A. (1997). Kaplan dan Sadock Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis Jilid 2.
Listyana, R., & Hartono, Y. (2015). Persepsi Dan Sikap Masyarakat Terhadap Penanggalan Jawa Dalam Penentuan Waktu Pernikahan (Studi Kasus Desa Jonggrang Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Tahun 2013). Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 5(01), 118. https://doi.org/10.25273/ajsp.v5i01.898
Lubis, N., Krisnani, H., &Fedryansyah, M. (2015). Pemahaman masyarakat mengenai gangguan jiwa dan keterbelakangan mental. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3).
Mansur, A. R., & Andalas, U. (2019). Tumbuh kembang anak usia prasekolah. Andalas University Pres, 1(1).
Makagingge, M., Karmila, M., & Chandra, A. (2019). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Anak (Studi Kasus Pada Anak Usia 3-4 Tahun di KBI AL Madina Sampangan Tahun Ajaran 2017-2018). YaaBunayya Jurnal Anak Pendidikan Usia Dini, Volume 3 n, 115-112. https://doi.org/10.24853/yby.3.2.16-122
Manual, E. S. (2012). Download here. Pelayanan Keperawatan, 2, 9–10.
Matta, A. (2016). Kesehatan Mental di Indonesia Hari ini. Tirto.Id. https://tirto.id/kesehatan-mental-di-indonesia-hari-ini-b9tw
Mikulincer, M. (1995). Attachment style and the mental representation of the self. Journal of Personality and Social Psychology, 69(6), 1203.
Missasi, V., & Izzati, I. D. C. (2019). Faktor – faktor yang Mempengaruhi Resiliensi. Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, 2009, 433–441. http://www.seminar.uad.ac.id/index.php/snmpuad/article/view/3455
Nazneen, N. A. (2018). Perbedaan Kecenderungan Depresi Ditinjau Dari Jenis Kelamin Dengan Kovarian Kepribadian Neuroticism Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UBAYA. Calyptra, 2(2), 1–12.
Nelson, E. E., Lau, J. Y. F., &Jarcho, J. M. (2014). Growing pains and pleasures: How emotional learning guides development. In Trends in Cognitive Sciences (Vol. 18, Issue 2, pp. 99–108). https://doi.org/10.1016/j.tics.2013.11.003
Nugroho, R. (2008). Gender dan Strategi: Pengarus Utamanya Di Indonesia (Pustaka Be).
Nyoman, N., Dewi, A. I., & Hugo, F. R. (n.d.). Gambaran Toxic Parents Yang Diterima Individu Dewasa Awal(Vol. 4, Issue 2021).
Oktariani. (2021). Dampak Toxic Parents dalam Kesehatan Mental Anak. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan, 2(3), 215–222.
Palupi, D. N., Ririanty, M., &Nafikadini, I. (2019). Karakteristik Keluarga ODGJ dan Kepesertaan JKN Hubungannya dengan Tindakan Pencarian Pengobatan bagi ODGJ. Jurnal Kesehatan, 7(2), 82–92.
Poerwandari, E. K. (2005). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia (edisi.Ketiga). In LPSP3 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. (LPSP3 Faku).
Prof. Dr. Eti Nurhayati, M. S. (2014). Psikologi Perempuan dalam Berbagai Perspektif. In Pustaka Pelajar.
Purnamasari, A. P., & La Kahija, Y. F. (2020). Mengajar Sembari Belajar: Sebuah Interpretative Phenomenological Analysis tentang Pengalaman Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar. Jurnal EMPATI, 7(3), 1020–1030. https://doi.org/10.14710/empati.2018.21849
Putri, A. F. (2018). Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya. Schoulid: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35. https://doi.org/10.23916/08430011
Putri, A. F. (2019). Pentingnya orang dewasa awal menyelesaikan tugas perkembangannya. Schoulid: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35–40.
Putu Ayu Resitha Dewi, N., & Kadek Pande Ary Susilawati, L. (2016). Hubungan Antara Kecenderungan Pola Asuh Otoriter ( Authoritarian Parenting Style ) dengan Gejala Perilaku Agresif Pada Remaja. Jurnal Psikologi Udayana, 3(1), 108–116.
Raco, J. (2018). Metode penelitian kualitatif: jenis, karakteristik dan keunggulannya.
Radiani, W. A. (2019). Kesehatan Mental Masa Kini Dan Penanganan Gangguannya Secara Islami. Journal of Islamic and Law Studies, 3(1), 87–113.
Rafiqah, T. (2015). Upaya Mengatasi Gangguan Mental Melalui Terapi Zikir. Jurnal Dimensi, 4(3).
Rijali, A. (2019). Analisis Data Kualitatif (Qualitative Data Analysis). Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81.
Santrock, J. W. (2011). Life-Span Development Perkembangan Masa-Hidup, jilid 1, Terj. Benedictine Wisdyasinta, Jakarta, Erlangga.
Saskara, I.P.A, & Bagus Sugriwa Denpasar, G. (2020). “Toxic Parents” Bagi Kesehatan Mental Anak Peran Komunikasi Keluarga Dalam Mengatasi “Toxic Parents” Bagi Kesehatan Mental Anak(Vol. 5, Issue 2). https://www.ejournal.ihdn.ac.id/index.php/PW/issue/archive
Saskara, I. P. A., & Ulio. (2020). Peran Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi Toxic Parents bagi Kesehatan Mental Anak. Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Usia Dini, 5(2), 125–134. https://ejournal.ihdn.ac.id/index.php/PW/article/view/1820/1493
Satori, D. A. K. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Stuart, G. W. (2009). Principles and Practice of Psychiatric Nursing (9th ed.). Mosby Elsevier, St. Louis
Sufiatun. (2021). Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS) 2021 Pola Asuh Orang Tua Toxic parents Pada Anak Di Youtube In MiddleOf The Blackhole (Kajian Semantik Dan Pragmatik). https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks
Sugiharto, A. S., Keliat, B. A., & Sri, T. (2012). Manajemen keperawatan: aplikasi MPKP di rumah sakit. Jakarta: EGC.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif. dan R&D.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif , kualitatif dan r & d. 456.
Suwijik, S. P., & A’yun, Q. (2022). Pengaruh Kesehatan Mental dalam Upaya Memperbaiki dan Mengoptimalkan Kualitas Hidup Perempuan. Journal of Feminism and Gender Studies, 2(2), 109. https://doi.org/10.19184/jfgs.v2i2.30731
Ulfadhilah, K. (2021). 27-36) Ó 2021 Associationof Indonesian Islamic Early Childhood Education Study Program Khairunnisa Ulfadhila Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. 6(1).
Varadhila, S. (2020). Psychological Well-Being Pada Keluarga Broken Home Psychological Well-Being In Broken Family. https://doi.org/10.26486/psikologi.v22i1
Widodo, prasetyo budi. (2006). Reliabilitas Dan Validitas Konstruk Skala Konsep Diri Untuk Mahasiswa Indonesia. Jurnal Psikologi Undip, 3(1), 1-9–9. https://doi.org/10.14710/jpu.3.1.1
Widianti, E., Afriyanti, A., Saraswati, N. P. S. D., Utami, A., Nursyamsiah, L., Ningrum, V. C., Putri, V. N., & Ustami, L. (2021). Intervensi pada Remaja dengan Gangguan Bipolar: Kajian Literatur. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 9(1), 79–94. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKJ/article/view/6726
Widya, P., Pendidikan Anak Usia Dini, J.,
Widiyawati, P. Y. T., & Dewi, D. K. (2018). Gambaran Resiliensi Perempuan Dewasa Awal Yang Mengalami Kegagalan Menuju Hubungan Pernikahan. 161–173.
Yona, S. (2006). Metodologi Penyusunan Studi Kasus. 10(2), 76–80.
Yosep, I. (2014). Buku ajar keperawatan jiwa.
Yurgelun-Todd, D. (2007). Emotionalandcognitivechangesduringadolescence. In CurrentOpinion in Neurobiology (Vol. 17, Issue 2, pp. 251–257). https://doi.org/10.1016/j.conb.2007.03.009
Yusuf, A., Fitryasari PK, R., & Nihayati, H. E. (2015). Buku ajar keperawatan kesehatan jiwa. Salemba empat.
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Pemberitahuan Hak Cipta untuk Penulis:
Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan memungkinkan penulis untuk mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
Pemberitahuan Hak Cipta untuk Jurnal:
Hak cipta dari artikel yang diterima akan diberikan kepada jurnal sebagai penerbit jurnal. Hak cipta yang dimaksud meliputi hak untuk menerbitkan artikel dalam berbagai bentuk (termasuk cetak ulang). Jurnal mempertahankan hak penerbitan atas artikel yang diterbitkan.
Penulis diperbolehkan untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan dengan membagikan link/DOI artikel di jurnal. Penulis diperbolehkan untuk menggunakan artikel mereka untuk tujuan hukum yang dianggap perlu tanpa izin tertulis dari jurnal dengan pengakuan publikasi awal jurnal ini.