Religiusitas dan Peer Attachment Terhadap Kebahagiaan pada Santri
DOI:
https://doi.org/10.30595/psimphoni.v5i2.23211Keywords:
Happiness, Peer Attachment, ReligiosityAbstract
The happiness of students in Islamic boarding schools is related to attachment, as students must be separated from their parents and adapt to a new environment. Additionally, students' religiosity, reflected through their religious activities, plays a crucial role. These two independent variables affect students' happiness in Islamic boarding schools. This study aims to examine the effect of religiosity and peer attachment on happiness among students at Darussalam Islamic Boarding School, Dukuhwaluh Purwokerto. The sample used in this study consists of 149 students. The research method employed is quantitative, using simple and multiple linear regression analyses with the assistance of SPSS for Windows version 26.00. The results indicate that religiosity significantly affects happiness, with an F-value of 72.184, a t-value of 8.496, and a significance (p) of 0.000 (p 0.05), with a determination coefficient (R-square) of 32.9%. The study also shows that peer attachment significantly affects happiness, with an F-value of 34.32, a t-value of 5.859, and a significance (p) of 0.000 (p 0.05), with a determination coefficient (R-square) of 18.9%. Furthermore, the results reveal that both religiosity and peer attachment together significantly affect happiness, with an F-value of 66.936, a t-value of 1.779, and a significance (p) of 0.000 (p 0.05), with a determination coefficient (R-square) of 47.8%. In conclusion, religiosity and peer attachment significantly affect students' happiness at Darussalam Islamic Boarding School.
References
Abidin, Z. (2015). Pengaruh hukuman terhadap penanggulangan kenakalan remaja. Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, 6(2), 95–109.
Adib, A. (2021). Metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren. Jurnal Mubtadiin, 7(1).
Aini Linawati, R., & Ratri Desiningrum, D. (2017). Hubungan antara religiusitas dengan psychological well-being pada siswa SMP Muhammadiyah 7 Semarang. Jurnal Empati, 7(3), 105–109.
Akhran, L. A., & Nuryanti, S. (2021). Religiusitas dan kebahagiaan relawan bencana. Jurnal Talenta Psikologi, 16(1), 51–64.
Armsden, G. C., & Greenberg, M. T. (1987). The inventory of parent and peer attachment: Individual differences and their relationship to psychological well-being in adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 16(5), 427–454. https://doi.org/10.1007/BF02202939
Azwar, S. (2022). Reliabilitas dan validitas. Pustaka Pelajar.
Balluerka, N., Gorostiaga, A., Alonso-Arbiol, I., & Aritzeta, A. (2016). Peer attachment and class emotional intelligence as predictors of adolescents’ psychological well-being: A multilevel approach. Journal of Adolescence, 53, 1–9. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2016.08.009
Baytemir, K. (2016). The mediation of interpersonal competence in the relationship between parent and peer attachment and subjective well-being in adolescence. Education & Science, 41(186).
Fauziah, F. (2017). Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang efektif. Dinamika: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman, 2(1), 27–51. https://doi.org/10.32764/dinamika.v2i1.129
Fitriyah, Imadduddin, & Hairina, Y. (2023). Hubungan religiusitas dengan kebahagiaan santriwati pondok pesantren. Jurnal Al Husna, 4(1), 40–55. https://doi.org/10.18592/jah.v4i1.6409
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Glock, C. Y., & Stark, R. (1965). Religion and society in tension. Rand McNally.
Havighurst, R. J. (1961). Human development and education. David McKay Company.
Indrayati, N. K., Dwicahyani, N., Prastowo, H. E., Vinasthika, P. A., & Ganies, G. S. (2020). Proses pengambilan keputusan menjadi LGBT pada individu dengan karakteristik religius. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 4(1), 43. https://doi.org/10.20473/jpkm.v4i12019.43-53
Khairiah, R., Hafnidar, H., & Amin, S. (2023). Kebahagiaan santri ditinjau dari tingkat religiusitas. Insight: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(1), 1–10. https://ojs.unimal.ac.id/index.php/jpt/index
Khairudin, K., & Mukhlis, M. (2019). Peran religiusitas dan dukungan sosial terhadap subjective well-being pada remaja. Jurnal Psikologi, 15(1), 85. https://doi.org/10.24014/jp.v15i1.7128
Lestari, D. A., & Satwika, Y. W. (2018). Hubungan antara peer attachment dengan regulasi emosi pada siswa kelas VIII di SMPN 28 Surabaya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 5(2), 1–6.
Lestari, Y. I., & Palasari, W. (2020). Hubungan antara kualitas persahabatan dengan kebahagiaan pada santri pondok pesantren IIK Riau. Jurnal Psikologi Jambi, 5(2), 17–27. https://doi.org/10.22437/jpj.v7i2.12637
Madjid, N. (1997). Bilik-bilik pesantren: Sebuah potret perjalanan. Paramadina.
Mayasari, R. (2014). Religiusitas Islam dan kebahagiaan (sebuah telaah dengan perspektif psikologi). Al-Munzir, 7(2), 81–100.
Mildaeni, I. N., & Herdian, H. (2021). Kebahagiaan pada pendakwah Muslim. Psycho Idea, 1(1), 177–187. https://doi.org/10.30595/psychoidea.v19i2.11137
Nadhifah, N. U., & Wahyuni, Z. I. (2020). Pengaruh orientasi religius, hardiness, dan quality of friendship terhadap kebahagiaan santri. Tazkiya: Journal of Psychology, 8(1), 9–22. https://doi.org/10.15408/tazkiya.v8i1.15270
Nashori, F., & Subhiyah, M. (2021). Peran penyesuaian diri sebagai mediator dari pengaruh religiusitas terhadap kebahagiaan santri pondok pesantren. Journal of Psychology, Religion and Humanity, 3(1), 1–12.
Peterson, C., Park, N., & Seligman, M. E. P. (2005). Orientations to happiness and life satisfaction: The full life versus the empty life. Journal of Happiness Studies, 6(1), 25–41. https://doi.org/10.1007/s10902-004-1278-z
Salehzadeh, M., Fallahi, M., & Rahimi, M. (2017). The role of family functioning, peer attachment and academic performance in predicting of happiness in adolescent girls. 2(4). https://www.sid.ir/en/journal/ViewPaper.aspx?ID=604879
Santrock, J. W. (2011). Life-span development: Perkembangan masa hidup (Edisi 13, Jilid II). Erlangga.
Sebayang, A. (2020). Santri sebagai remaja: Kajian psikologi pendidikan. Bahsun Ilmy: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 13–24.
Selvam, T. (2018). Functions of peer group in adolescence life. International Journal of Scientific Research and Review, 6(11), 131–136.
Setiawan, M. S., Eva, N., & Andayani, S. (2021). Religiusitas dan kesejahteraan psikologis mahasiswa pengajar bimbingan belajar Al–Qur’an di Universitas Negeri Malang. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 6(1), 94. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v6i1.8999
Sulusyawati, H., & Juwanto. (2022). Pengaruh kelekatan teman sebaya terhadap perencanaan karier siswa. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 11(1), 9–16. https://doi.org/10.15294/ijgc.v11i1.43317
Suryana, E., Hasdikurniati, A. I., Harmayanti, A. A., & Harto, K. (2022). Perkembangan remaja awal, menengah dan implikasinya terhadap pendidikan. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3), 1917–1928. https://doi.org/10.58258/jime.v8i3.3494
Downloads
Published
Issue
Section
License
Pemberitahuan Hak Cipta untuk Penulis:
Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan memungkinkan penulis untuk mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
Pemberitahuan Hak Cipta untuk Jurnal:
Hak cipta dari artikel yang diterima akan diberikan kepada jurnal sebagai penerbit jurnal. Hak cipta yang dimaksud meliputi hak untuk menerbitkan artikel dalam berbagai bentuk (termasuk cetak ulang). Jurnal mempertahankan hak penerbitan atas artikel yang diterbitkan.
Penulis diperbolehkan untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan dengan membagikan link/DOI artikel di jurnal. Penulis diperbolehkan untuk menggunakan artikel mereka untuk tujuan hukum yang dianggap perlu tanpa izin tertulis dari jurnal dengan pengakuan publikasi awal jurnal ini.