Pengaruh Kebersyukuran dan Dukungan Keluarga terhadap Resiliensi Ibu yang Memiliki Anak Tunarungu
DOI:
https://doi.org/10.30595/psimphoni.v5i2.23212Keywords:
Family Support, Gratitude, ResilienceAbstract
Raising children with special needs is a challenging process that requires understanding, support, and adjustments from parents, especially mothers. Therefore, resilience is a crucial factor that enables mothers of children with hearing impairments to remain strong, endure difficulties, and recover from adversity. This study aims to analyze the influence of gratitude and family support on the resilience of mothers with children with hearing impairments at SLB B Yakut Purwokerto. This research employs a quantitative method, involving 112 mothers as participants, with data analyzed using multiple linear regression through SPSS for Windows version 26.00. The results indicate that gratitude has a significant effect on resilience, with an F-value of 50.713 and a significance value (p) = 0.000 (p < 0.050), contributing 31.6%. Family support also significantly affects resilience, with an F-value of 38.057 and a significance value (p) = 0.000 (p < 0.050), contributing 25.7%. Simultaneously, gratitude and family support contribute 39% to maternal resilience, with an F-value of 34.874 and a significance value (p) = 0.000 (p < 0.050). Based on these findings, it is recommended that mothers of children with hearing impairments develop gratitude as a strategy to enhance their resilience. Additionally, families are encouraged to provide more intensive support, both emotionally, instrumentally, and socially, to strengthen the mothers’ psychological endurance. Educational institutions and communities can also play a role in offering mentoring programs and psychosocial support to assist mothers in facing the challenges of raising children with hearing impairments.
References
Astria, N., & Setyawan, I. (2020). Studi fenomenologi resiliensi ibu yang memiliki anak dengan autisme. Jurnal Empati, 9(1), 27–46. https://doi.org/10.14710/empati.2020.26918
Carr, D. (2014). Is gratitude a moral virtue? Philosophical Studies, 172(6), 1475–1484. https://doi.org/10.1007/s11098-014-0360-6
Connor, K. M., & Davidson, J. R. T. (2003). Development of a new resilience scale: The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18(2), 76–82. https://doi.org/10.1002/da.10113
Edlund, J. E. (2024). Changes in The Journal of Social Psychology. Journal of Social Psychology, 165(1). https://doi.org/10.1080/00224545.2024.2435215
Edyta, B., & Damayanti, E. (2016). Gambaran resiliensi ibu yang memiliki anak autis di Taman Pelatihan Harapan Makassar. Jurnal Biotek, 4(2), 211–230. https://doi.org/10.24252/jbiotek.v4n2a2016.211-230
Fredella, N., & Sundari, A. R. (2023). Resiliensi sebagai mediator pengaruh bersyukur terhadap kesejahteraan psikologis ibu dengan anak autisme. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif, 3(2), 14–24.
Geonifam. (2010). Mengasuh dan mensukseskan anak berkebutuhan khusus. Garailmu.
Habsyie, N. Al, Marliani, R., & Hermawati, N. (2022). Resiliensi, dukungan sosial, dan religiusitas seorang ibu dengan tiga anak penderita thalassemia. Jurnal Psikologi Islam, 9(1), 9–16. https://doi.org/10.47399/jpi.v9i1.133
Hallahan, D. E., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2013). Exceptional learners: An introduction to special education (Pearson New International Edition). Pearson Higher Ed.
Hambali, A., Meiza, I., & Fahmi, I. (2015). Faktor-faktor yang berperan dalam kebersyukuran (gratitude) pada orangtua anak berkebutuhan khusus perspektif psikologi Islam. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(1), 94–101.
Hendriani, W. (2022). Resiliensi psikologi: Sebuah pengantar. Prenada Media.
Holaday, M., & McPhearson, R. W. (1997). Resilience and severe burns. Journal of Counseling & Development, 75, 346–356.
Intansari, F., Wilantika, R., Subekti, A., & Pertiwi, E. W. (2021). Dinamika resiliensi orangtua anak autis. Jurnal Psikologi, 16–35. journal.aisyahuniversity.ac.id
Khasanah, N. (2017). Peran dukungan sosial terhadap resiliensi pada orangtua dengan anak berkebutuhan khusus. Forum Ilmiah, 15(2), 260–266.
Lestari, F. A., & Mariyati, L. I. (2015). Resiliensi ibu yang memiliki anak down syndrome di Sidoarjo. Psikologia, 3(1), 141–155.
Listiyandini, R. A. (2018). The influence of gratitude on psychological resilience of adolescence living in youth social care institutions. Journal of Educational, Health and Community Psychology, 7(3), 197–208. https://doi.org/10.12928/jehcp.v7i3.10894
Listiyandini, R. A., Nathania, A., Syahniar, D., Sonia, L., & Nadya, R. (2015). Mengukur rasa syukur: Pengembangan model awal skala bersyukur versi Indonesia. Jurnal Psikologi Ulayat, 2(2), 473. https://doi.org/10.24854/jpu22015-41
Llenares, I. I., Deocaris, C. C., Espanola, M., & Sario, J. A. (2020). Gratitude moderates the relationship between happiness and resilience. International Journal of Emotional Education, 12(2), 103–108.
Mangunsong, F. (2009). Psikologi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus. LPSP3 UI.
Marettihh, A. K. E., & Wahdani, S. R. (2017). Melatih kesabaran dan wujud rasa syukur sebagai makna coping bagi orang tua yang memiliki anak autis. Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 16(1), 13–31.
Maulipaksi, D. (2017). Sekolah inklusi dan pembangunan SLB dukung pendidikan inklusi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Negeri, C. B. (2013). Subjective well-being pada ibu yang memiliki anak tuna rungu. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(2), 1–16.
Nida, F. L. K. (2021). Kontribusi muhasabah dalam mengembangkan resiliensi pada orang tua anak berkebutuhan khusus. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 6(2), 244–262. https://doi.org/10.33367/psi.v6i2.1715
Pratiwi, D. R., Rahardjo, W., & Indryawati, R. (2023). Kebersyukuran dan resiliensi pada orangtua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK). Jurnal Psikologi, 2(3), 130–141.
Qintari, A. A., & Rahmasari, D. (2021). Resiliensi ibu single parent dengan anak autism. Jurnal Penelitian Psikologi, 8(1), 197–211. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41766
Rahmawati, B. D., Listiyandini, R. A., & Rahmatika, R. (2019). Seberapa jauh aku bisa bangkit? Sebuah studi mengenai profil resiliensi psikologis remaja panti asuhan. Jurnal Insight, 15(2), 232–248. https://doi.org/10.32528/ins.v15i2.1884
Raisa, E., & Annastasia. (2016). Hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada narapidana di lembaga permasyarakatan kelas IIA wanita Semarang. Jurnal Empati, 5(3), 537–542.
Saichu, A. S., & Listiyandini, R. A. (2018). Pengaruh dukungan keluarga dan pasangan terhadap resiliensi ibu yang memiliki anak dengan spektrum autisme. Psikodimensia, 17(1), 1–9.
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2014). Health psychology: Biopsychosocial interactions. John Wiley & Sons.
Southwick, S. M., Bonanno, G. A., Masten, A. N., Panter-Brick, C., & Yehuda, R. (2023). Resilience definitions, theory, and challenges: Interdisciplinary perspectives. European Journal of Psychotraumatology, 5(1). https://doi.org/10.3402/ejpt.v5.25338
Sovitriana, R., & Putri, A. (2020). Resiliensi ibu yang memiliki anak down syndrome. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(2), 206–209. https://doi.org/10.21070/psikologia.v3i1.118
Vieselmeyer, J., Holguin, J., & Mezulis, A. (2016). The role of resilience and gratitude in posttraumatic stress and growth following a campus shooting julie. Psychological Trauma: Theory, Research, Practice, and Policy, 1–8.Downloads
Published
Issue
Section
License
Pemberitahuan Hak Cipta untuk Penulis:
Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan memungkinkan penulis untuk mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
Pemberitahuan Hak Cipta untuk Jurnal:
Hak cipta dari artikel yang diterima akan diberikan kepada jurnal sebagai penerbit jurnal. Hak cipta yang dimaksud meliputi hak untuk menerbitkan artikel dalam berbagai bentuk (termasuk cetak ulang). Jurnal mempertahankan hak penerbitan atas artikel yang diterbitkan.
Penulis diperbolehkan untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan dengan membagikan link/DOI artikel di jurnal. Penulis diperbolehkan untuk menggunakan artikel mereka untuk tujuan hukum yang dianggap perlu tanpa izin tertulis dari jurnal dengan pengakuan publikasi awal jurnal ini.