Hubungan Kecerdasan Emosi dan Penyesuaian Diri pada Dewasa Awal yang Menikah
DOI:
https://doi.org/10.30595/psimphoni.v5i2.23604Keywords:
Early Adulthood, Emotional Intelligence, Marriage, Self-AdjustmentAbstract
Marriage is a union between two individuals who rely on each other, provide mutual support, and build a shared life. Self-adjustment and emotional intelligence are essential factors in fostering marital harmony. Married couples with a high level of self-adjustment and emotional intelligence tend to evaluate various situations in their marital life more positively. This study employs a descriptive correlational method with 170 respondents selected through accidental sampling. The instruments used include the Emotional Intelligence Scale and the Self-Adjustment Scale. Data analysis was conducted using the Pearson Product-Moment Correlation technique. The results indicate a positive and significant relationship between emotional intelligence and self-adjustment in married individuals in early adulthood (r = 0.262, p = 0.001; p < 0.05). Based on these findings, it is recommended that married couples enhance their emotional intelligence through emotional management training and communication skills development to improve self-adjustment in marriage. Additionally, psychological intervention programs focusing on strengthening adaptation skills in marital life can help couples navigate marital challenges more effectively.
References
Ahmad, A., & Mudhiiah, K. (2014). Pernikahan dan hikmahnya perspektif hukum Islam. Yudisia, 5(2).
Aisyah, S. (2018). Makna upacara adat perkawinan budaya Melayu Deli terhadap kecerdasan emosional. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 4(1), 68. https://doi.org/10.24114/antro.v4i1.10023
Alhadi, S., & Saputra, W. N. E. (2017). The relationship between learning motivation and learning outcome of junior high school students in Yogyakarta. Proceedings of the 1st Yogyakarta International Conference on Educational Management/Administration and Pedagogy (YICEMAP 2017). https://doi.org/10.2991/yicemap-17.2017.23
Alfaruqy, M. Z. (2019). Bismillah, saya menikah: Studi kasus pembentukan keluarga pada pasangan mahasiswa. Al-Qalb: Jurnal Psikologi Islam, 10(2), 103–112. https://doi.org/10.15548/alqalb.v10i2.954
Amaya, S. (2016). Penyesuaian diri pasangan suami istri yang menikah melalui proses ta’aruf di kalangan kader PKS di Kota Binjai. Konseling dan Terapi Islami.
Amjad, A. A., Khumas, A., & Siswanti, D. N. (2022). Gambaran penyesuaian pernikahan pada wanita yang dijodohkan. Jurnal Psikologi, 1(4).
Amylia, P., & Mohd Hoesni, S. (2019). Gambaran preferensi pemilihan pasangan hidup pada mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia. An-Nafs: Jurnal Fakultas Psikologi, 13(2), 96–107.
Arieska, O., Syafri, F., & Zubaedi, Z. (2018). Pengembangan kecerdasan emosional (emotional quotient) Daniel Goleman pada anak usia dini dalam tinjauan pendidikan Islam. Al Fitrah: Journal of Early Childhood Islamic Education, 1(2), 103. https://doi.org/10.29300/alfitrah.v1i2.1337
Arshad, M. (2015). Emotional intelligence and marital adjustment among professionals of different organizations.
Azwar, S. (2009). Efek seleksi aitem berdasar daya diskriminasi.
Dhita Adriani Rangkuti, A. C. (2020). Pengaruh kompetensi, komunikasi dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Himawan Putra Medan. Jurnal Warta, 16–33.
Fajarwati, W. (2017). Hubungan kecerdasan emosi dengan kebahagiaan pernikahan pada istri yang bekerja. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(2). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i2.4360
Fitriyani, R. (2021). Kematangan emosi dengan penyesuaian perkawinan pada dewasa awal. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(2), 278. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i2.5963
Gravetter, F. J., & Forzano, L.-A. B. (2015). Research methods in behavioral sciences.
Halida, S., & Halimatus, E. (2015). Perbedaan kebahagiaan pasangan pernikahan dengan persiapan dan tanpa persiapan pada komunitas Young Mommy Tuban. Jurnal Psikologi Tabularasa, 10(1), 103–114.
Hayat, B. (2021). Klasika: Program analisis item dan tes dengan pendekatan klasik. Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I), 10(1), 1–11. https://doi.org/10.15408/jp3i.v10i1.20551
Indrawati, E. S., & Fauziah, N. (2012). Attachment dan penyesuaian diri dalam perkawinan.
Kalsoom, S., & Kamal, A. (2018). Emotional intelligence and multitasking ability predictors of marital adjustment of working married individuals. Journal of Psychology, 12(2), 60–73.
Karim, A. Z., & Desiningrum, D. R. (2015). Dari ta’aruf hingga menikah: Eksplorasi pengalaman penemuan makna cinta dengan interpretative phenomenological analysis. Jurnal Psikologi, 4.
Karunia, N. E., Salsabilah, S., & Wahyuningsih, S. (2018). Kesiapan menikah perempuan emerging adulthood etnis Arab. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 1(2), 75–84. https://doi.org/10.15575/jpib.v1i2.3303
Sugiyono. (2015). Pendekatan penelitian kuantitatif, kualitatif, R&D.
Supratman, L. P., & Mardianti, P. (2016). Komunikasi interpersonal pasangan suami istri melalui taaruf online dating. Jurnal Penelitian Komunikasi, 19(2), 165–178. https://doi.org/10.20422/jpk.v19i2.89
Tantu, D. A. (2013). Arti pentingnya pernikahan. Jurnal Al Hikmah, 14(2).
Unaradjan, D. (2019). Metode penelitian kuantitatif. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Widyaswara, H. B. (2013). Kecerdasan emosi. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Yusfina, Y. (2016). Pengaruh penerimaan diri dan kecerdasan emosi dengan kecemasan pada pegawai yang akan menghadapi masa pensiun. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i2.4006
Downloads
Published
Issue
Section
License
Pemberitahuan Hak Cipta untuk Penulis:
Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan memungkinkan penulis untuk mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
Pemberitahuan Hak Cipta untuk Jurnal:
Hak cipta dari artikel yang diterima akan diberikan kepada jurnal sebagai penerbit jurnal. Hak cipta yang dimaksud meliputi hak untuk menerbitkan artikel dalam berbagai bentuk (termasuk cetak ulang). Jurnal mempertahankan hak penerbitan atas artikel yang diterbitkan.
Penulis diperbolehkan untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan dengan membagikan link/DOI artikel di jurnal. Penulis diperbolehkan untuk menggunakan artikel mereka untuk tujuan hukum yang dianggap perlu tanpa izin tertulis dari jurnal dengan pengakuan publikasi awal jurnal ini.