Hermeneutika Feminisme dalam Tafsir Al-Qur'an: Kajian Metodologi Amina Wadud

https://doi.org/10.30595/ajsi.v5i1.20646

Authors

  • Uswatun Hasanah Harahap <span lang="IN">Universitas Islam Negeri Sumatera Utara</span><span></span>
  • Zulkarnaen Zulkarnaen <span lang="IN">Universitas Islam Negeri Sumatera Utara</span><span></span>

Keywords:

Hermeneutika feminisme, Tafsir al-Qur'an, Amina Wadud, Inklusivitas gender

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi pemikiran dan metodologi tafsir Amina Wadud, seorang cendekiawan Islam yang dikenal dengan pendekatan hermeneutika feminisme dalam interpretasi al-Qur'an. Melalui kajian mendalam terhadap karyanya, artikel ini membahas kontribusi Aminan Wadud terhadap pemberdayaan perspektif perempuan dalam konteks tafsir al-Qur'an. Fokus penelitian adalah pemahaman holistiknya terhadap teks suci Islam, serta bagaimana pendekatannya membuka jalan bagi inklusivitas gender dalam pemahaman keagamaan. Artikel ini juga menjelajahi potensi penerapan pendekatan hermeneutika feminisme dalam konteks keberagaman pemahaman agama dan peran perempuan dalam praktik keagamaan sehari-hari. Metode penelitian ini merupakan tipe kualitatif yang menggambarkan data melalui penyusunan kalimat. Metodologi yang diterapkan adalah metode deskriptif, dengan sumber data berasal dari kata-kata, gambar, dan informasi yang diperoleh dari buku, jurnal, serta karya ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amina Wadud mengadopsi metode neomodernis Fazlur Rahman, menekankan bahwa pesan al-Qur'an tidak terbatas pada situasi historis saat wahyu diterima. Ia berpendapat bahwa tafsir terus-menerus diperlukan untuk menjaga relevansi al-Qur'an dengan kehidupan manusia. Dalam karyanya "Qur'an and Woman," Amina Wadud mengkritik tiga kategori penafsiran mengenai perempuan dalam Islam, yaitu tradisional, reaktif, dan holistik, dengan mengemukakan bahwa tafsir tradisional cenderung bersifat atomistik, ditulis secara eksklusif oleh kaum laki-laki, dan kurang memperhatikan pandangan perempuan. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amiliya, L. (2022). Menanggapi Ayat Larangan Transgender Perspektif Amina Wadud (Analisis Hermeneutika Feminisme). Jurnal Hawa, 4(2).

Amin, M. F. (2020). Amina Wadud: Pendekatan Hermeneutika Untuk Gerakan Gender. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 15(2), 237–254. https://doi.org/10.24042/ajsla.v15i2.7040

Arbain, J., Azizah, N., & Sar, I. N. (2015). Pemikiran Gender menurut Para Ahli …. Sawwa, 11(1), 75–94.

Arsal, A., Busyro, B., & Imran, M. (2020). Kepemimpinan Perempuan: Penerapan Metode Tafsir Hermeneutika Feminisme Amina Wadud. AL QUDS: Jurnal Studi Alquran Dan Hadis, 4(2), 481–488. https://doi.org/10.29240/alquds.v4i2.1976

Aulia, R. N. (2011). Menakar Kembali Pemikiran Feminisme Amina Wadud. Jurnal Studi Al-Qur’an, 7(1), 44–62.

Dewi, E. (2013). Pemikiran Amina Wadud Tentang Rekonstruksi Penafsiran Berbasis Metode Hermeneutika. Jurnal Substantia, 15(2), 145–167.

Harun, U. (2021). Konsep Feminisme Persfektif Amina Wadud. Rausyan Fikr Jurnal Studi Ilmu Ushuluddin dan Filsafat. 17(1), 75–89. DOI: 10.24239/rsy.v17i1.706

Husaini, A., & Husni, R. (2015). PROBLEMATIKA TAFSIR FEMINIS: Studi Kritis Konsep Kesetaraan Gender. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 15(2), 367. https://doi.org/10.21154/al-tahrir.v15i2.264

Irawan, R. (2020). Metode Kontekstual Penafsiran Al-Qur’an Perspektif Fazlur Rahman. Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Qur’an Dan al-Hadits, 13(2), 171–194. https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v13i2.4164

Masruroh, I. S. (2022). Kesetaraan Gender Perempuan Bali dalam Pandangan Amina Wadud. Jurnal Hawa: Studi Pengarus Utamaan Gender Dan Anak, 4(1), 104–115. https://doi.org/10.29300/hawapsga.v4i1

Ni’ami, M. F., & Irfan, Moh. (2023). Hermeneutika Tauhid: Interpretasi Amina Wadud Terhadap Gender. Humanistika: Jurnal Keislaman, 9(2), 128–143.

Purnama, R. F. (2021). Ragam Studi Qur’an: Teori dan Metodologi Kontemporer (Analisis Terhadap Pemikiran Abdullah Saeed, Andrew Rippin, Asma Barlas, dan Angelika Neuwirt). Jurnal Al-Wajid, 2(1), 319–340.

Rusydi, M. (2014). Relasi Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Al-Qur’an Menurut Amina Wadud. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 38(2), 276–294. https://doi.org/10.30821/miqot.v38i2.60

Saidah, N. (2013). Bidadari dalam Konstruksi Tafsir al Qur’an. Palastren, 6(2), 441–472. http://dx.doi.org/10.21043/palastren.v6i2.994

Setyawan, C. E. (2017). Pemikiran Kesetaraan Gender Dan Feminisme Amina Wadud Tentang Eksistensi Wanita Dalam Kajian Hukum Keluarga. Zawiyah Jurnal Pemikiran Islam, 3(1), 70–91.

Downloads

Published

2024-03-06

How to Cite

Harahap, U. H., & Zulkarnaen, Z. (2024). Hermeneutika Feminisme dalam Tafsir Al-Qur’an: Kajian Metodologi Amina Wadud. Alhamra Jurnal Studi Islam, 5(1), 85–96. https://doi.org/10.30595/ajsi.v5i1.20646

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.