Identifikasi Telur <i>Soil Transmitted Helminths</i> Pada Caisim (<i>Brassica chinensis</i>) di Pasar Patikraja Kabupaten Banyumas
DOI:
https://doi.org/10.30595/hmj.v4i4.10448Keywords:
Caisim, Brassica chinensis, NaCl flotation, Soil Transmitted HelminthsAbstract
Caisim (Brassica chinensis) is one of the vegetables that has many benefits such as protein, carbohydrates, fat and plays an important role in meeting food needs, and is good for health. Caisim is well adapted to high temperatures and the price is relatively stable and easy to cultivate. The purpose of this study was to determine the presence of Soil-Transmitted Helminths eggs in caisim (B. chinensis). The research was conducted in a descriptive observational. The research was conducted in July-August 2020 at Parasitology and Microbiology Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Identification of Soil-Transmitted Helminths eggs from 20 caisim as the samples used NaCl flotation method and were analyzed by using a univariate test with tabulated frequency distribution. The results showed that no Soil-Transmitted Helminths eggs were found in caisim (B. chinensis).Â
Â
Â
Caisim (Brassica chinensis) merupakan sayuran yang mempunyai banyak kandungan manfaat seperti protein,karbohidrat, lemak dan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan pangan serta baik untuk kesehatan. Caisimmampu beradaptasi dengan baik terhadap suhu tinggi serta harga relatif stabil dan mudah diusahakan. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui adanya telur Soil Transmitted Helminths terdapat pada caisim (B. chinensis).Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2020 diLaboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokwerto. Identifikasi telur SoilTransmitted Helminthsdari 20 sampel caisim dengan metode Flotasi NaCl. dianalisis dengan uji univariat dengandistribusi tabulasi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan tidak ditemukan telur Soil Transmitted Helminths padacaisim (B. chinensis)
References
1. Munir MA, White IPFI, Ramadani AS. HIdentifikasi Telur Cacing Pada Spesimen Feses Anak-Anak di panti Asuhan Raudhatul Ummat Palu. J Kesehat Tadulako. 2019;5(1):45–51.
2. Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Cacingan [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan; 2017. p. 1–14. Available from: ukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._15_ttg_Penanggulangan_Cacingan_.pdf
3. Samarang, Nurjana MA, Sumolang PPF. Prevalensi Soil Transmitted Helminth di 10 sekolah dasar Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Sulawesi. JHECDs J Heal Epidemiol Commun Dis. 2016;2(2):33–8.
4. Saffar R. Parasitologi Kedokteran: Protozoologi, Helmithologi, Entomologi. Edisi Khus. Bandung: Yrama Widya; 2010.
5. Alsakina N, Adrial A, Afriani N. Identifikasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminths pada Sayuran Selada (Lactuca sativa) yang Dijual oleh Pedagang Makanan di Sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Padang. J Kesehat Andalas. 2018;7(3):314.
6. Wulandari DR. Kajian Prevalensi Telur Nematoda Usus Manusia Pada Sayuran Sawi Caisim (Brassica juncea) di Kota Malang. Universitas Negeri Malang; 2012.
7. Widarti W. Identifikasi Telur Nematoda Usus Pada Kol (Brassica oleraceae) di Pasar Tradisional Kota Makassar. J Media Anal Kesehat. 2018;1(1):78–82.
8. Hartono E, Idrus M. Pengaruh Frekuensi Pemberian Air Irigasi Terhadap Produktivitas Caisim Hidroponik dengan Media Sekam Bakar di PT . Momenta Agrikultura Lembang Effect of Irrigation Frequency on Caisim water productivity hydroponic with Carbonized Rice Hull Media at PT . M. J Ilm Tek Pertan. 2015;7(1):1–76.
9. Nasir A. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011.
10. Kundaian F, Umboh JM., Kepel BJ. Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dengan Infestasi Cacing pada Murid Sekolah Dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. J KESMAS. 2012;1(1):21–7.
11. Mardhiyah FA, Dewi R, Astuti I. Identification of Contamination Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura Egg in The Lettuce (Lactuca sativa) in Food Stalls Around Bandung Islamic University 2018. Pros Pendidik Dr. 2019;5(1):249–54.
12. Hidayati F, Rifqoh, Nurmansyah D. Cemaran Telur Cacing Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Sayur Bayam, Kangkung, dan Sawi Yang Dijual Di Pasar Banjarbaru Tahun 2015. J ERGASTERIO. 2016;04(01):25–33.
13. Angraini DA dan, Kristiawan A. Identifikasi Telur Nematoda Usus Pada Sayuran Kubis (Brasssica oleracea) di Pasar Tradisional, Supermarket, dan Warung Makan Gresik Tahun 2018. J Sains. 2018;8(16):42–8.
14. Anggraini DA, Wulandari HA. Identifikasi jenis Telur Nematoda Usus Pada Sayur Sawi Sendok (Brassica rapa L.) Menggunakan Metode Pengendapan dan Pengapungan di Pasar Induk Osowilangun Surabaya. J Sains. 2019;9(18).
15. Suwondo, Febrita E, Pratiwi L. Identifikasi Jenis Telur Nematoda Yang Terdapat Pada Sayuran. J Biog. 2015;12(1):14–8.
16. Limpomo AB, Sudaryanto. Perbedaan Metode Flotasi Menggunakan Larutan ZnSO4 Dengan Metode Kato-Katz Untuk Pemeriksaan Kuantitatif Tinja. Universitas Diponegoro; 2014.
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
For submission of manuscripts to the Herb-Medicine Journal, the authors must certify that:
I have been authorized by my co-author to submit the manuscript to the Herb-Medicine Journal
I hereby declare, on behalf of myself and my co-authors, that:
The submitted manuscript is original work and has not been published in another peer-reviewed journal or is being considered for publication by another journal. Also, the manuscript does not infringe any existing copyright or other third party rights.
The manuscript does not contain material that may violate the law, slander, or SARA, in any way, violates the terms and conditions contained in the agreement
I/we have taken care that the scientific knowledge and all other statements contained in the manuscript are in accordance with authentic facts and formulas and will not, if followed appropriately, harm the user
No liability shall be assumed by Herb-Medicine Journal, its staff or members of the editorial board for any injury and/or damage to persons or property as a matter of product liability, negligence or otherwise, or from the use or operation of any method, product instructions, advertising , or ideas contained in publications by the Herb-Medicine Journal
Authors who publish in the Herb-Medicine Journal certify that all authors have read and agree to the contents of the Cover Letter or the Terms and Conditions. Plagiarism is strictly prohibited, and by submitting a manuscript for publication, the author agrees that the publisher has the legal right to take appropriate action against the author, if plagiarism or false information is found. Once submitted to the Herb-Medicine Journal, authors will not withdraw their manuscript at any stage prior to publication.
The author owns the copyright and grants the journal rights for first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License which allows others to share the work with acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published journal version of the work (for example, posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citation of published work (See The Effects of Open Access).
Untuk pengiriman naskah ke Herb-Medicine Journal, penulis harus menyatakan bahwa:
- Saya telah diberikan otorisasi oleh rekan penulis saya untuk memasukkan naskah ke Herb-Medicine Journal
- Saya dengan ini menyatakan, atas nama saya dan rekan penulis saya, bahwa:
- Naskah yang dikirimkan adalah karya asli dan belum pernah diterbitkan dalam jurnal peer-review lain atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan oleh jurnal lain. Serta, naskah tidak melanggar hak cipta yang ada atau hak pihak ketiga lainnya.
- Naskah tidak mengandung materi yang mungkin melanggar hukum, memfitnah, atau SARA, dengan cara apa pun, melanggar syarat dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian
- Saya / kami telah berhati-hati bahwa pengetahuan ilmiah dan semua pernyataan lain yang terkandung dalam naskah sesuai dengan fakta dan formula otentik dan tidak akan, jika diikuti dengan tepat, merugikan pengguna
- Tidak ada tanggung jawab yang ditanggung oleh Herb-Medicine Journal, stafnya atau anggota dewan editorial untuk setiap cedera dan/atau kerusakan pada orang atau properti sebagai masalah pertanggungjawaban produk, kelalaian atau sebaliknya, atau dari penggunaan atau pengoperasian metode, produk apa pun instruksi, iklan, atau ide yang terkandung dalam publikasi oleh Herb-Medicine Journal
Penulis yang menerbitkan dalam Herb-Medicine Journal menyatakan bahwa semua penulis telah membaca dan menyetujui isi Surat Pengantar atau Syarat dan Ketentuan. Plagiarisme dilarang keras, dan dengan menyerahkan naskah untuk publikasi, penulis setuju bahwa penerbit memiliki hak hukum untuk mengambil tindakan yang pantas terhadap penulis, jika ditemukan plagiarisme atau informasi palsu. Setelah diserahkan ke Herb-Medicine Journal, penulis tidak akan menarik naskah mereka pada tahap apa pun sebelum dipublikasikan.
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).






