IDENTIFIKASI LARVA LALAT DALAM KEPENTINGAN POST MORTEM INTERVAL PADA BANGKAI TIKUS (Rattus novergicus) YANG DIBERI CIU OPLOSAN DI SCIENCE TECHNO PARK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
DOI:
https://doi.org/10.30595/hmj.v2i1.4204Abstract
Ciu merupakan salah satu minuman tradisional Banyumas yang mengandung alkohol. Ciu dapat dibuat oplosan dengan bahan lain untuk meningkatkan cita rasa dan sensasi minuman, namun berdampak buruk bagi kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian. Serangga berperan penting dalam penentuan Post Mortem Interval. Adanya kandungan obat atau senyawa yang terdapat pada jenazah dapat mempengaruhi perkembangan larva lalat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui spesies larva lalat yang terdapat pada bangkai tikus yang diberi ciu oplosan. Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2018.Sebanyak tiga ekor tikus Wistar diberi ciu yang dioplos dengan minuman berenergi, ditunggu hingga mati kemudian diletakkan di Science Techno Park Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Larva yang diambil 10% dari total populasi yang ditemukan setiap harinya. Identifikasi larva melalui pembuatan preparat posterior spirakel. Data dianalisis dengan univariate. Larva Calliphora sp. (19,10%), Sarcophaga sp. (0,71%), Chrysomya megacephala (13,28%), dan Chrysomya bezziana (13,86%) teridentifikasi pada bangkai tikus yang diberi ciu oplosan di Science Techno Park Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Â
Kata Kunci: Ciu, Oplosan, Post Mortem Interval, Larva Lalat
References
- Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Menilik regulasi minuman beralkohol di Indonesia. Infopom 2014; 15(3): 1-12.
- 2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. 2018. [Cited 2019 Mar 25]. Available from: www.depkes.go.id/...2018/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf
- 3. Irmayanti, A. Penyalahgunaan alkohol di kalangan mahasiswa. [naskah publikasi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2015.
- 4. National Istitute on Alcohol Abuse and Alcoholism. 2017.[Cited 2017 Okt 26]. Available from: https://www.niaaa.nih.gov/alcohol-health/overview-alcoholconsumption/ alcohol-facts-and-statistics
- 5. Uddarojat R. Cedera dan kematian akibat minuman beralkohol palsu dan oplosan-potensi dampak pelarangan minuman beralkohol di Indonesia. Jakarta: Center for Indonesian Policy Studies, 2016.
- Hall RD, Huntington TE. Introduction: perceptions and status of forensic entomology. In: JH Byrd, JL Castner, editors. Forensic entomology: The utility of arthropods in legal investigations second edition. New York: CRC Press, 2009: 2.
- Goff ML. Early post mortem changes and stages of decomposition. In: J Amendt, CP Campobasso, ML Goff, M Grasberger, editors. Current concepts in forensic entomology. New York: Springer, 2010: 1-24.
- Verma K, Paul R. Assesment of post mortem interval (PMI) from forensic entomotoxicological studies of larvae and flies. Entomol Ornithol Herpethol 2013; 1(1): 1-4.
- 9. Youmessi FD F, Coninck E D, Bilong CF B, Hubrecht F, Djiéto-Lordon C, Braet Y et al. First records on five species of Calliphoridae (Diptera) reared from maggot collected on rat carrions corpse during a forensic entomology experiment in The Campus of The University of Yaounde I-Cameroon. Int J Biosci 2012; 2(3): 75-80.
- 10. Moophayak K, Klong-Klaew T, Sukontason K, Kurahashi H, Tomberlin JK, Sukontason KL. Brief Communication: Species Composition of Carrion Blow Flies in Northern Thailand: Altitude Appraisal. Rev.Inst.Med.Trop. Sao Paulo 2014; 56(2): 179-82.
- Fathy HM, Attia RAH, Yones DA, Eldeek HEME, Tolba MEM, Shaheen MSI. Effect of codeine phosphate on developmental stages of forensically important Calliphoride fly: Chysomyia albiceps. Mansoura J. Forensic. Med. Clin. Toxicol 2008;. 16(1): 41-59.
- Sinaga IS. Keragaman lalat Diptera pada bangkai kelinci di dalam ruangan. [Naskah Publikasi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor. 2014.
- 13. Astari YK. Pengaruh paparan oplosan pada bangkai tikus terhadap pertumbuhan larva lalat untuk perkiraan Post Mortem Interval. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. 2016.
- Genard DE. Forensic entomology an introduction. United Kingdom: John Willey & Ltd, 2007.
- 15. Isfandiari AB. Perbedaan genus larva lalat tikus wistar mati pada dataran tinggi dan rendah Semarang. [Skripsi]. Semarang: Universitas Diponegoro. 2009.
- Laksmita AS, Watiniasih NL, Junitha IK. Identifikasi Larva Sarcophagidae (Genus Sarcophaga) Pada Bangkai Mencit (Mus musculus) Di Hutan Mangrove. Jurnal Biologi 2015; 19(2).84-8.
- Azevedo RR, Krüger RF. The influence of temperature and humidity on abundance and richness of Calliphoridae (Diptera). Série Zoologia 2013; 103(2),145-52.
- Abd El-Bar MM, Sawaby RF. A preliminary investigation of insect colonization and succession on remains of rabbits treated with an organophosphate insecticide in El-Qalyubiya Governorate of Egypt. Forensic Sci Int. 2011; 208(1-3), e26-30. DOI: 10.1016/j.forsciint.2010.10.007.
- Azwandi A, Nina Keterina H, Owen LC, Nurizzati, M.D., Omar, B. (2013). Adult carrion arthropod community in a tropical rainforest of Malaysia: Analysis on three common forensic entomology animal models. Tropical Biomedicine. 30(3), 481-494.
- Abd- Al Galil FM, Zambare SP. Effect of temperature on the development of Calliphorid fly of forensic importance Chrysomya megacephala (Fabricius, 1974). Indian Journal of Applied Research 2015; 5 (2): 767-69.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
For submission of manuscripts to the Herb-Medicine Journal, the authors must certify that:
I have been authorized by my co-author to submit the manuscript to the Herb-Medicine Journal
I hereby declare, on behalf of myself and my co-authors, that:
The submitted manuscript is original work and has not been published in another peer-reviewed journal or is being considered for publication by another journal. Also, the manuscript does not infringe any existing copyright or other third party rights.
The manuscript does not contain material that may violate the law, slander, or SARA, in any way, violates the terms and conditions contained in the agreement
I/we have taken care that the scientific knowledge and all other statements contained in the manuscript are in accordance with authentic facts and formulas and will not, if followed appropriately, harm the user
No liability shall be assumed by Herb-Medicine Journal, its staff or members of the editorial board for any injury and/or damage to persons or property as a matter of product liability, negligence or otherwise, or from the use or operation of any method, product instructions, advertising , or ideas contained in publications by the Herb-Medicine Journal
Authors who publish in the Herb-Medicine Journal certify that all authors have read and agree to the contents of the Cover Letter or the Terms and Conditions. Plagiarism is strictly prohibited, and by submitting a manuscript for publication, the author agrees that the publisher has the legal right to take appropriate action against the author, if plagiarism or false information is found. Once submitted to the Herb-Medicine Journal, authors will not withdraw their manuscript at any stage prior to publication.
The author owns the copyright and grants the journal rights for first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License which allows others to share the work with acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published journal version of the work (for example, posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citation of published work (See The Effects of Open Access).
Untuk pengiriman naskah ke Herb-Medicine Journal, penulis harus menyatakan bahwa:
- Saya telah diberikan otorisasi oleh rekan penulis saya untuk memasukkan naskah ke Herb-Medicine Journal
- Saya dengan ini menyatakan, atas nama saya dan rekan penulis saya, bahwa:
- Naskah yang dikirimkan adalah karya asli dan belum pernah diterbitkan dalam jurnal peer-review lain atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan oleh jurnal lain. Serta, naskah tidak melanggar hak cipta yang ada atau hak pihak ketiga lainnya.
- Naskah tidak mengandung materi yang mungkin melanggar hukum, memfitnah, atau SARA, dengan cara apa pun, melanggar syarat dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian
- Saya / kami telah berhati-hati bahwa pengetahuan ilmiah dan semua pernyataan lain yang terkandung dalam naskah sesuai dengan fakta dan formula otentik dan tidak akan, jika diikuti dengan tepat, merugikan pengguna
- Tidak ada tanggung jawab yang ditanggung oleh Herb-Medicine Journal, stafnya atau anggota dewan editorial untuk setiap cedera dan/atau kerusakan pada orang atau properti sebagai masalah pertanggungjawaban produk, kelalaian atau sebaliknya, atau dari penggunaan atau pengoperasian metode, produk apa pun instruksi, iklan, atau ide yang terkandung dalam publikasi oleh Herb-Medicine Journal
Penulis yang menerbitkan dalam Herb-Medicine Journal menyatakan bahwa semua penulis telah membaca dan menyetujui isi Surat Pengantar atau Syarat dan Ketentuan. Plagiarisme dilarang keras, dan dengan menyerahkan naskah untuk publikasi, penulis setuju bahwa penerbit memiliki hak hukum untuk mengambil tindakan yang pantas terhadap penulis, jika ditemukan plagiarisme atau informasi palsu. Setelah diserahkan ke Herb-Medicine Journal, penulis tidak akan menarik naskah mereka pada tahap apa pun sebelum dipublikasikan.
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).






