UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% UMBI BAWANG SUNA (Allium schoenoprasum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Staphylococcus saprophyticus DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM KIRBY-BAUER
DOI:
https://doi.org/10.30595/hmj.v3i2.6379Keywords:
Allium schoenoprasum L, ISK, antibacterial, Staphylococcus aureus, Staphylococcus saprophyticus.Abstract
ABSTRAK
Â
Pendahuluan: Pendahuluan: Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering menyerang pria dan wanita dari segala usia dengan berbagai gambaran klinis dan episode yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri. Umbi bawang suna (Allium schoenoprasum L) merupakan salah satu tanaman yang digunakan oleh masyarakat Kalimantan Tengah sebagai bumbu dapur tetapi juga sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh potensi ekstrak etanol 96% umbi bawang suna (Allium schoenoprasum L) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus saprophyticus dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer.
Metode: Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan 100%, 80%, 60%, 40%, dan 20% serta kontrol positif Azitromisin.
Hasil: Berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis nilai signifikansi yang diperoleh untuk bakteri Staphylococcus aureus ialah 0.001 dan Staphylococcus saprophyticus < 0.001 (p < 0.05) yang berarti hipotesis diterima (terdapat perbedaan bermakna).
Simpulan: Ekstrak etanol 96% umbi bawang suna (Allium schoenorasum L) mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus saprophyticus.
Â
Kata kunci : Â Â Â Â Â Â Allium schoenoprasum L, ISK, antibakteri, Staphylococcus aureus, Staphylococcus saprophyticus.
References
1. Musdalipah M. Identifikasi Drug Related Problem (DRP) Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih Di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Jurnal Kesehatan. 2018;11(1):39–50.
2. Sholihah AH. Analisis Faktor Resiko Kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK) oleh Bakteri Uropatogen di Puskesmas Ciputat dan Pamulung pada Agustus-Oktober 2017 [Skripsi]. Jakarta : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2017.
3. Foxman B. Urinary tract infection syndromes. Occurrence, recurrence, bacteriology, risk factors, and disease burden. Infection Disease Clinical North America [Internet]. 2014;28(1):1–13. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.idc.2013.09.003
4. Dapertemen Kesehatan RI. Survei Demografi Dan Kesehatan Indonesia. Jakarta : Depkes RI; 2014.
5. RSUD dr Doris Sylvanus. Pelaporan Data Rekam Medis 2014-2018. Palangkaraya : Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah;
6. Syukri M. Penanganan Infeksi Saluran Kemih. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. 2008;8(1):61–6.
7. Purnomo BB. Dasar-Dasar Urologi edisi ke 3. 3rd ed. Malang: CV Sagung Seto; 2016.
8. Anwar R. Bakteri Gram-Positif dari Air Kemih. Laporan Kasus Majalah Kedokteran Nusantara. 2008;41(1):36.
9. Jawetz, Melnick, Adelberg. Mikrobiologi Kedokteran. 25th ed. Adityaputri A, editor. Jakarta: EGC; 2014.
10. Mudatsir. Penggunaan Darah Kadarluarsa Sebagai Media Isolasi dan Identifikasi Streptococcus faecalis. Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. 2010;
11. Hudaya A, Radiastuti N, Sukandar D, Djajanegara I. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Air Bunga Kecombrang. 2014;7(April):9–15.
12. Sahrijanna A. Uji Resistensi Staphylococcus aureus Terhadap Antibiotik, Amoxillin, Tetracyclin dan Propolis. Ilmu Alam dan Lingkung. 2017;8(16):52–7.
13. Mufidah N. Pengaruh Pemberian Tepung Lumbricus rubellus Terhadap Gambaran Histologi Hepar Dan Aktivitas Antioksidan Pada Serum Darah Rattus novergicus Yang Terinfeksi Salmonella typhi [SKRIPSI]. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; 2011.
14. Candrasari A, Romas MA, Hasbi M, Astuti OR. Uji Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav .) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 6538, Eschericia coli ATCC 11229 Dan Candida Albicans ATCC 10231 Secara In Vitro. 2012;4:9–16.
15. Palar MWP. Pengaruh Ekstrak Etanol Umbi Bawang Suna (Allium schoenoprasum L) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin [SKRIPSI]. Palangka Raya: Universitas Palangka Raya;
16. Kawiji, Khasanah LU, Utami R, Aryani NT. Ekstraksi Maserasi Oleoresin Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC): Optimasi Rendemen Dan Pengujian Karakteristik Mutu. Agritech. 2015;35(2):178–84.
17. Assidqi K, Tjahjaningsih W, Sigit S. Potensi Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta) Sebagai Antibakteri Terhadap Aeromonas hydrophila Secara In Vitro. Journal of Marine and Coastal Science. 2012;113–24.
18. Raharja S, Suparno O, Mangunwidjaja D. Penambahan pelarut organik pada media untuk hidrolisis enzimatik minyak ikan menggunakan lipase dari Aspergillus niger. 2012;(December).
19. Yuniastuti K. Ekstraksi Dan Identifikasi Komponen Sulfida Pada Bawang Putih (Allium sativum) [SKRIPSI]. Semarang: Universitas Negeri Semarang; 2006.
20. Pardede SO. Infeksi pada Ginjal dan Saluran Kemih Anak: Manifestasi Klinis dan Tata Laksana. 2018;19(6).
21. Clinical and Laboratory Standards Institut. M100 performance standards for antimicrobial Susceptibility Testing. Clinical and Laboratory Standards Institut. 2018. 296 p.
22. Lubis AR. Pola resistensi antimikroba pada infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri penghasil ESBL dan non-ESBL. Majalah Kedokteran Nusantara. 47(2):77–81.
23. Pradani SA. Pola Kuman Dan Resistensi Bakteri Terhadap Antibiotik Pada Penderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Periode Februari-Maret Tahun 2016 [SKRIPSI]. 2016;
24. Lalak NJ, Morris DL. Azithromycin Clinical Pharmacokinetics. 1993;25(5):370–4.
25. Trisia A, Philyria R, Toemon AN. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kalanduyung (Guazuma ulmifolia Lam.) Terhadap Pertumbuhan Staphyloccoccus Aureus Dengan Metode Difusi Cakram ( Kirby-Bauer). 2018;17(2):136–43.
26. Lingga AR, Pato U, Rossi E. Uji Antibakteri Ekstrak Batang Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. JOM Faperta. 2016;2(2).
27. Chehama M. Formulasi Sediaan Sabun Padat Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum L.) Dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Propionibacterium acnes Dan Staphylococcus epidermidis [SKRIPSI]. Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto; 2016.
28. Prasonto D, Riyanti E, Gartika M. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum). ODONTO Dent J. 2017;4(2):122.
29. Arif R, Wardatun S, Weandarlina IY. Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Saponin Ekstrak Metanol Daun. Jurnal Farmasi. 2008;3–8.
30. Upa G, Ali A, Purnamasari Y. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhii dan Shigella dysenteriae. Medula. 2017;4(April).
31. Fitriani A. Aktivitas Alkaloid Ageratum conyzoides L . terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Universitas Pendidikan Indonesia. 2014;(Mic).
32. Rijayanti RP. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) Terhadap Staphylococcus aureus secara In Vitro [SKRIPSI]. 2014.
33. Panche AN, Diwan AD, Chandra SR. Flavonoids: an overview. Journal Nutrition Science. 2016;5:1–15.
34. Narsudin, Wahyono, Mustofa, Susidarti R. Isolasi Senyawa Steroid Dari Kukit Akar Senggugu. Ilmu Farmasi. 2017;6(3):2–9.
35. Sudarmi K, Darmayasa IBG, Muksin IK. Uji Fitokimia Dan Daya Hambat Ekstrak Daun Juwet (Syzygium cumini) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli Dan Staphylococcus aureus ATCC. SIMBIOSIS Jurnal Biology Science. 2017;5(2):47.
36. Sujarnoko TU. Studi Meta-Analisis Efek Senyawa Metabolit Sekunder Tanin Terhadap Kualitas Silase [SKRIPSI]. Bogor : Institut Pertanian Bogor; 2012.
37. Cut Nuria M, Faizatun A, Sumantri. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 25922, Dan Salmonella typhi ATCC 1408. Mediagro. 2009;5(2):26–37.
38. Sholikah, ANL. Isolasi Senyawa Steroid Dari Fraksi Petroleum Eter Hasil Hidrolisis Ekstrak Metanol Alga Merah (Eucheuma spinosum) Menggunakan Metode Kromatografi Kolom [SKRIPSI]. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; 2016.
39. Rattanachaikunsopon P, Phumkhachorn P. Diallyl Sulfide Content and Antimicrobial Activity against Food-Borne Pathogenic Bacteria of Chives (Allium schoenoprasum). 2008;72(11):2987–91.
40. Hernawan U. Review : Senyawa Organosulfur Bawang Putih (Allium sativum L.) dan Aktivitas Biologinya. Jurnal Biofarmasi UNS. 2003;(Agustus).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
For submission of manuscripts to the Herb-Medicine Journal, the authors must certify that:
I have been authorized by my co-author to submit the manuscript to the Herb-Medicine Journal
I hereby declare, on behalf of myself and my co-authors, that:
The submitted manuscript is original work and has not been published in another peer-reviewed journal or is being considered for publication by another journal. Also, the manuscript does not infringe any existing copyright or other third party rights.
The manuscript does not contain material that may violate the law, slander, or SARA, in any way, violates the terms and conditions contained in the agreement
I/we have taken care that the scientific knowledge and all other statements contained in the manuscript are in accordance with authentic facts and formulas and will not, if followed appropriately, harm the user
No liability shall be assumed by Herb-Medicine Journal, its staff or members of the editorial board for any injury and/or damage to persons or property as a matter of product liability, negligence or otherwise, or from the use or operation of any method, product instructions, advertising , or ideas contained in publications by the Herb-Medicine Journal
Authors who publish in the Herb-Medicine Journal certify that all authors have read and agree to the contents of the Cover Letter or the Terms and Conditions. Plagiarism is strictly prohibited, and by submitting a manuscript for publication, the author agrees that the publisher has the legal right to take appropriate action against the author, if plagiarism or false information is found. Once submitted to the Herb-Medicine Journal, authors will not withdraw their manuscript at any stage prior to publication.
The author owns the copyright and grants the journal rights for first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License which allows others to share the work with acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published journal version of the work (for example, posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citation of published work (See The Effects of Open Access).
Untuk pengiriman naskah ke Herb-Medicine Journal, penulis harus menyatakan bahwa:
- Saya telah diberikan otorisasi oleh rekan penulis saya untuk memasukkan naskah ke Herb-Medicine Journal
- Saya dengan ini menyatakan, atas nama saya dan rekan penulis saya, bahwa:
- Naskah yang dikirimkan adalah karya asli dan belum pernah diterbitkan dalam jurnal peer-review lain atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan oleh jurnal lain. Serta, naskah tidak melanggar hak cipta yang ada atau hak pihak ketiga lainnya.
- Naskah tidak mengandung materi yang mungkin melanggar hukum, memfitnah, atau SARA, dengan cara apa pun, melanggar syarat dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian
- Saya / kami telah berhati-hati bahwa pengetahuan ilmiah dan semua pernyataan lain yang terkandung dalam naskah sesuai dengan fakta dan formula otentik dan tidak akan, jika diikuti dengan tepat, merugikan pengguna
- Tidak ada tanggung jawab yang ditanggung oleh Herb-Medicine Journal, stafnya atau anggota dewan editorial untuk setiap cedera dan/atau kerusakan pada orang atau properti sebagai masalah pertanggungjawaban produk, kelalaian atau sebaliknya, atau dari penggunaan atau pengoperasian metode, produk apa pun instruksi, iklan, atau ide yang terkandung dalam publikasi oleh Herb-Medicine Journal
Penulis yang menerbitkan dalam Herb-Medicine Journal menyatakan bahwa semua penulis telah membaca dan menyetujui isi Surat Pengantar atau Syarat dan Ketentuan. Plagiarisme dilarang keras, dan dengan menyerahkan naskah untuk publikasi, penulis setuju bahwa penerbit memiliki hak hukum untuk mengambil tindakan yang pantas terhadap penulis, jika ditemukan plagiarisme atau informasi palsu. Setelah diserahkan ke Herb-Medicine Journal, penulis tidak akan menarik naskah mereka pada tahap apa pun sebelum dipublikasikan.
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).






