Konsep Akad Tabarru dalam Bentuk Menjaminkan Diri dan Memberikan Sesuatu

https://doi.org/10.30595/jhes.v5i1.12141

Authors

  • Haris Maiza Putra STAI Al-Falah Cicalengka
  • Sofian Al-Hakim UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Ending Solehudin UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Nanang Naisabur STAI Al-Falah Cicalengka Bandung

Keywords:

Akad Tabarru, Menjaminkan Diri, Memberikan Sesuatu

Abstract

Akad tabarru dalam bentuk memberikan sesuatu atau menjaminkan sesuatu adalah akad yang tujuannya untuk tolong menolong antar sesama. Akad tabarru ini bertujuan mencari keuntungan akhirat, bukan untuk keperluan komersil seperti akad tijarah. Akan tetapi dalam perkembangannya akad ini sering berkaitan dengan kegiatan transaksi komersil, karena akad tabarru ini bisa berfungsi sebagai perantara yang menjembatani dan memperlancar akad tijarah, sehingga terjadi banyak perbedaan persepsi tentang akad tabarru yang di komersilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan konsep akad tabarru dalam bentuk menjaminkan diri dan memberikan sesuatu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berhubungan dengan akad tabarru dari sumber buku, artikel, jurnal dan laporan penelitian, dan teknik analisis data menggunakan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad tabarru dalam hal menjaminkan diri dalam praktik kafalah dan wakalah telah tumbuh berkembang di Indonesia, perlu adanya kehati-hatian dalam melakukan akad kafalah mengenai rukun dan syaratnya, karena praktik kafalah kontemporer sudah berkembang pesat dengan berbagai bentuk dan jenisnya. Terkait akad tabarru dalam hal memberikan sesuatu dalam praktik hibah, hadiah, wakaf, zakat, infak dan shadaqah tidak ada perdebatan ulama mazhab akan ketidakbolehannya, yang dibutuhkan di Indonesia adalah kesadaran masyarakat untuk melakukannya. Implikasi dari penelitian ini adalah semua pihak diharapkan berhati-hati dalam melakukan akad tabarru, jangan sampai mengambil keuntungan dari akad tabarru yang tujuannya adalah untuk tolong menolong antar sesama.

Author Biographies

Haris Maiza Putra, STAI Al-Falah Cicalengka

Hukum Ekonomi Syari'ah

Sofian Al-Hakim, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Hukum Ekonomi Syari'ah

Ending Solehudin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Hukum Islam

Nanang Naisabur, STAI Al-Falah Cicalengka Bandung

Hukum Islam

References

Abdullah, J. (2018). Akad-Akad di dalam Asuransi Syariah. Tawazun : Journal of Sharia Economic Law, 1(1), 11. doi: 10.21043/tawazun.v1i1.4700

Abdurohman, D., Putra, H. M., & Nurdin, I. (2020). Tinjauan Fiqih Muamalah Terhadap Jual Beli Online. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 1(2). Diambil dari https://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/ecopreneur/article/view/131

Ad-Dimasyqi, S. al-A. M. bin A. (2014). Fiqh Empat Mazhab, terj. Abdullah Zaki Alkaf. Bandung: Hasyimi.

Afandi, Y. (2009). Fiqh Muamalah. Yogyakarta: Logung Pustaka.

Ahyani, H., Putra, H. M., Slamet, M., & Mutmainah, N. (2022). Standardization of Companies and The Islamic Business Environment in Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(1), 11. Diambil dari https://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jei/article/view/3795/1941

AI-Jazairi, S. A. J. (2016). Pedoman hidup Harian Seorang Muslim. Jakarta: Ummul Qura.

Al-Arif, M. N. R. (2011). Dasar-Dasar Ekonomi Islam. Solo: Era Adi Citra Intermedia.

Al-Bakri, S. M. S. al-Dimyati. (t.th). I’anat al-Thaibin, Juz III. Beirut: Daar al-Kutub al-Ilmiyah.

Al-Ghomrowi, M. Z. (t.th). Siroj al Wahaj al Matan al Minhaj. Beirut: Dar al-Kutub al Alamiyah.

Al-Jaziri. (1990). al-Fiqh ala al-Mazahib al-arba’ah. Juz III. Beirut: Darul Kitab al-Ilmiah.

Al-Jaziri, A. A. (t.th). Fiqih Empat Mazhab, diterjemahkan oleh M. Zuhri. Semarang: Asy-Sifa’.

Al-Kounsy, S. Q. (t.th). Anis al-Fuqoha Muassanah al Kutub Assqofiyah. Jeddah-Saudi Arabia: Dar al-Wifa.

Al-Magribi, A. ‘Abdullah M. ibn M. ibn ‘Abdurrahman. (1995). Mawahib al-Jalil li Syarh Mukhtasar Khalil. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Ashal, F. F. (2016). Kedudukan Akad Tijarah dan Akad Tabarru’ Dalam Asuransi Syariah. Human Falah: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 3(2), 15.

Ash-Shiddieqy, H. (1985). Pengantar Fiqih Muamalah. Jakarta: Bulan Bintang.

Ash-Shiddieqy, H. (2006). Pedoman Zakat. Semarang: Pustaka Rizki Putra.

As-Syafi’i, J. al-Din al-Suyuthi. (2007). Al-Ashbah Wa al-Nadhair Fi al-Qawaid al-Fiqh. Kairo: al-Maktabah al-Tsaqofi.

Asy-Syafi’i, A. Y. Z. A.-A. (t.th). Asnal Mathalib. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Asy-Syarbini, S. M. ibn M. al-Khatib. (1994). Mugni al-Muhtaj ila Ma’rifah Alfaz al-Minhaj. Beirut: Dar al- Kutub al-Ilmiyyah.

Az-Zuhaili, W. (2011). Fiqih Islam wa Adillatuhu, Jilid 6 terjemahan. Jakarta: Gema Insani.

Djazuli, A. (2003). Fiqh Siyasah: Implementasi Kemaslahatan Umat dalam Rambu-rambu Syariah. Jakarta: Prenamedia Group.

Doi, A. I. (2002). Syari’ah the Islamic Law, (tarj.) Zaimudin dan Rusydi Sulaiman. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Fadilah, A., & Makhrus, M. (2019). Pengelolaan Dana Tabarru’ pada Asuransi Syariah dan Relasinya dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1), 87. doi: 10.30595/jhes.v2i1.4416

Fauzan, A. (2016). Prinsip Tabarru Teori dan Implementasi di Perbankan Syariah. Al-Amwal, 8(2), 400–411.

Fidhayanti, D. (2012). Pelaksanaan Akad Tabarru’ pada Asuransi Syariah (Studi di Takaful Indonesia Cabang Malang). Jurisdictie, 3(1). doi: 10.18860/j.v0i0.2179

Firmansyah, M. (2016). Implementation of Contract Hybrid Concept in Multi Services Products (Aplication of the Warranty Bank Products/Kafalah in Syariah Banks). International Journal of Nusantara Islam, 4(2), 85–96. doi: 10.15575/ijni.v4i2.1253

Ghozali, M., & Afifah, A. N. (2020). Application Tabarru’ and Tijarah Contract on Sharia Insurance. Al-Iktisab: Journal of Islamic Economic Law, 4(1), 82. doi: 10.21111/al-iktisab.v4i1.4352

Hakim, A. A. (2011). Fiqh Perbankan Syariah: Transformasi Fiqh Muamalah ke dalam Peraturan Perundang-undangan. Bandung: Refika Aditama.

Hakim, S. A. (2021). Konsep Akad Tabarru dalam Bentuk Menjaminkan Diri dan Menjaminkan Sesuatu. Dipresentasikan pada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung.

Hidayati, N. K., Setyowati, R., & Mulyani, M. (2021). Hybrid Contract in Sharia Insurance Practices in Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(3), 16.

Ibrahim, J. (2005). Teori dan metode penelitian hukum normatif. Malang : Bayumedia Publishing.

Karim, A. A. (2007). Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan, Edisi. III. Jakarta: Raja Grafindo.

Kurniati, P., Putra, H. M., Komara, L. S., Wibianika, H., & Setiansyah, R. (2021). Budaya Kewarganegaraan, Praktek Kewarganegaraan dan Pendidikan Untuk Kewarganegaraan Demokratis. Jurnal Ilmiah UPT P2M STKIP Siliwangi, 8(2), 9. Diambil dari http://e-journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/p2m/article/view/2852/1301

Mardani. (2012). Mu’amalah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Naisabur, N., & Putra, H. M. (2021). Tabarru Contracts in the Form of self Guarantee and Providing Something. International Journal of Nusantara Islam, 09(02), 11. doi: 10.15575/ijni.v9i2.14301

Nasution, B. J. (2008). Metode Penelitian Ilmu Hukum. Bandung: Mandaar Maju.

Nugraheni, D. B. (2016). Analisis Yuridis Akad Tabarru’ dan Akad Tijarah dalam Produk Unit Link Syariah. Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 28(2), 215. doi: 10.22146/jmh.16729

Nuhyatia, I. (2013). Penerapan dan Aplikasi Akad Wakalah pada Produk Jasa Bank Syariah. Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam, 3(2), 23.

Praja, J. S. (t.th). Pranata Ekonomi Islam Wakaf. Cirebon: Staic Press.

Purnamasari, I. D., & Suswinarno. (2011). Akad Syariah. Bandung: PT Mizan Pustaka.

Putra, H. M., Abdurohman, D., & Ahyani, H. (2022). Eksistensi Filsafat Ekonomi Syari’ah sebagai Landasan Filosofis Perbankan Syari’ah di Indonesia. Ecobankers : Journal of Economy Banking, 3(1), 13. Diambil dari http://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/EcoBankers/article/view/666

Qardhawi, Y. (1996). Hukum Zakat Studi Komparatif mengenai Status dan Filsafat Zakat Berdasarkan Qur‟an dan Hadist (terj. Salman Harun dkk). Jakarta: Pustaka Mizan.

Rafsanjani, H. (2016). Akad Tabarru’ dalam Transaksi Bisnis. Jurnal Perbankan Syariah, 1(1), 29.

Rakhmadi, R. S. (2019). Konsep dan Penerapan Sistem Jaminan pada Lembaga Keuangan Syariah. Jurnal Madani Syari’ah, 2, 16.

Ramulyo, M. I. (1994). Perbandingan pelaksanaan hukum kewarisan islam dengan kewarisan menurut kitab undang-undang hukum perdata (BW). Jakarta: Sinar Grafika.

Rohmaniyah, W. (2019). Fiqih Muamalah Kontemporer. Pamekasan: Duta Media Publishing.

Rozalinda. (2016). Fikih Ekonomi Syariah. Jakarta: Rajawali Press.

Sabiq, S. (1983). Fiqh as-Sunnah juz 3. Mesir: Dar al-Fath li al-I’lami al-Arabiy.

Sholihin, A. I. (2011). Buku Pintar Ekonomi Syariah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka.

Suhendi, H. (2002). Fiqh Muamalah. Jakarta: Raja Grafindo.

Syarifudin, A. (2010). Garis-Garis Besar Fiqih. Jakarta: Kencana.

Ubaid, A. (2015). Kemitraan Nazhir dengan Bank Syariah dalam Mengembangkan Wakaf Uang: Studi Perbandingan Di Indonesia, Bangladesh dan Yordania. Kuriositas, 1, 10. Diambil dari file:///C:/Users/ENERGY/Downloads/285360-kemitraan-nazhir-dengan-bank-syariah-dal-d6736cb1.pdf

Ustaimin, M. S. (2010). Ensiklopedi Zakat kumpulan fatwa zakat. Jakarta: Pustaka As-Sunnah.

Uyun, Q. (2015). Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf Sebagai Konfigurasi Filantropi Islam. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 2(2), 218. doi: 10.19105/islamuna.v2i2.663

Waluyo. (2014). Fiqih Muamalat. Yogyakarta: CV Gerbang Media Aksara.

Witasari, A., & Abdullah, J. (2014). Tabarru Sebagai Akad Yang Melekat Pada Asuransi Syariah. BISNIS : Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, 2(1), 115. doi: 10.21043/bisnis.v2i1.5253

Yarmunida, M. (2014). Wakalah dalam Akad Murabahah. Jurnal Ilmiah Mizani, 1(1).

Zakariyah, A. H. A. bin F. (1994). Mu’jam Maqayis al-Lughah. Beirut: tp.

Zuhdi, M. H. (2017). Prinsip-Prinsip Akad dalam Transaksi Ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi Syariah, VIII(2), 78–115.

Downloads

Published

2022-05-20

How to Cite

Putra, H. M., Al-Hakim, S., Solehudin, E., & Naisabur, N. (2022). Konsep Akad Tabarru dalam Bentuk Menjaminkan Diri dan Memberikan Sesuatu. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(1), 27–42. https://doi.org/10.30595/jhes.v5i1.12141

Issue

Section

Articles