Nalar Fikih Sosial Sahal Mahfudh dan Relevansinya dengan Konsep Ekonomi Syariah
https://doi.org/10.30595/jhes.v4i2.9878
Keywords:
Sahal Mahfudh, Fikih Sosial, Ekonomi SyariahAbstract
Percakapan tentang fikih selama ini cenderung bertumpu pada ibadah-ibadah ritualistik yang menekankan pada relasi vertikal daripada horizontal. Akibatnya, fikih menjadi sedemikian monoton dan terkesan tidak memiliki keterkaitan khusus dengan kepentingan sosial-ekonomi. Penyempitan atas makna fikih inilah, antara lain, yang menjadi kegelisahan Sahal Mahfudh dalam menggagas konsep fikih di luar mainstream pandangan orang, ialah “Fikih Sosial”. Berdasarkan alasan tersebut, tulisan ini mengulas konstruksi Fikih Sosial Sahal Mahfudh serta bagaimana relevansinya dengan konsep ekonomi syariah. Jenis penelitian ini adalah library research, menggunakan pendekatan deskriptif-analitik dengan metode komparasi atau perbandingan. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa gagasan fikih sosial menempatkan dimensi sosial-ekonomi pada posisi sentral sebagai lahan garapannya. Bagi Sahal Mahfudh, kemaslahatan, keadilan dan kesejahteraan adalah cita-cita ideal Islam yang harus terwujud dalam aktivitas ekonomi. Sahal Mahfudh memang tidak banyak menyinggung term "ekonomi syariah" dengan segala derivasinya dalam gagasan fikih sosial, namun nilai-nilai dasar ekonomi syariah sebagaimana yang dirumuskan oleh ekonom dan cendekiawan muslim praktis terejawantah dalam aksi-aksi sosialnya yang nyata. Di sini letak relevansi keduanya berada. Fikih sosial patut dijadikan bahan refleksi bersama, bahwa ekonomi syariah tidak akan dapat mewujudkan kemaslahatan tanpa aksi-aksi sosial yang konkret.
References
Afzalurrahman. (1997). Muhammad Sebagai Seorang Pedagang. Yayasan Swarna Bhumy.
al-Qardhawi, Y. (1997). Norma dan Etika Ekonomi Islam (Zainal Arifin (Ed.)). Gema Insani Press.
Amin Abdullah, M. (2012). Bangunan Baru Epistemologi Keilmuan Studi Hukum Islam dalam Merespon Globalisasi. Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 46(II), 315–368.
Arifi, A. (2010). Politik Pendidikan Islam: Menelusuri Ideologi dan Aktualisasi Pendidikan Islam di Tengah Arus Globalisasi. Teras.
ash-Shiddieqiy, H. (1966). Syariat Islam Menjawab Tantangan Zaman. Bulan Bintang.
Bachri, A. S. (2018). Pembaruan Pemikiran K.H. MA. Sahal Mahfudh tentang Zakat di Indonesia. Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.
Biografi KH MA Sahal Mahfudz. (2013). Pusat Studi Pesantren Dan Fiqh Sosial. http://fisi.ipmafa.ac.id/2013/01/12/biografi-kh-ma-sahal-mahfudz/
Chapra, M. U. (1992). Islam and The Economic Challenge. The Islamic Foundation and The International Institute of Islamic Thought.
Chapra, M. U. (1997). Al-Qur’an Menuju Sistem Moneter yang Adil. PT. Dhana Bakti Prima.
Chapra, U. (2000). The future of Economics: an Islamic Perspectives. Islamic Foudation.
Dhafi, Z. (1984). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiai (Cet-III). LP3ES.
el-Baroroh, U. dan T. N. J. (2016). Fiqh Sosial: Masa Depan Fiqh Indonesia. Pusat Fisi.
Etzioni, A. (1988). The Moral Dimension: Toward A New Economics. The Free Press.
Fathorrahman. (2016). Pandangan Fikih Sosial K.H. Ali Yafie dan Kontribusinya terhadap Kajian Pembangunan di Indonesia. Asy-Syir’ah Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum., 50(2), 355–378. http://asy-syirah.uin-suka.com/index.php/AS/article/view/235
Fuad, M. (2005). Hukum Islam Indonesia: dari Nalar Partisipatoris hingga Emansipatoris. LKis.
Haq, M. (1976). The Poverty Curtain: Choices for The Third World. Columbia University Press.
Hazairin. (1981). Tujuh Serangkai Tentang Hukum. Bina Aksara.
Jannah, T. N. (2015). Metodologi Fiqh Sosial: dari Qauli Menuju Manhaji. Fiqh Sosial Institute STAI Mathali’ul Falah.
Kadir, A. (2014). Konsep Produksi dalam Perspektif Ekonomi Syariah. Ecces: Economics, Social, and Development Studies, 1(1), 1–11.
Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU. (2019). Fiqih Penanggulangan Sampah Plastik. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Peribahan Iklim (LPBI) PBNU. http://dx.doi.org/10.1016/j.cirp.2016.06.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.powtec.2016.12.055%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ijfatigue.2019.02.006%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.matlet.2019.04.024%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.matlet.2019.127252%0Ahttp://dx.doi.o
Mahfudh, S. (1994). Nuansa Fiqih Sosial. LKiS.
Mas’udi, M. F. (1991). Agama Keadilan: Risalah Zakat (Pajak) dalam Islam. P3M.
Mu’ammar, M. A. (2013). Islam Progresif dan Ijtihad Progresif: Membaca Gagasan Abdullah Saeed. Studi Islam Perspektif.
Mudzhar, M. A. (2012). Kajian Ilmu-Ilmu Syariáh di Perguruan Tinggi: Sudahkah Merespon Tuntutan Masyarakat? Asy-Syir’ah, 46(II), 369–384.
Mukaffa, Z. (2017). Peranan Ulama’ Pesantren dalam Pendidikan Masyarakat; Potret Keulama’an KH. M.A. Sahal Mahfudz. Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 19–34.
Munawir, M. (2017). Pemikiran KH. MA. Sahal Mahfudh Tentang Hukum Keluarga: Studi Analisis Perspektif Jender. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ormerod, P. (1994). The Death of Economics. Faber and Faber.
Rasyid, M. dan A. F. (2020). Epistemologi Fiqh dan Kontribusinya bagi Peneguhan Spirit Gender. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 6(2), 51–60.
Rusli, A. Bin. (2018). Nalar Ushul Fiqh KH. Sahal Mahfudh dalam Wacana Islam Indonesia. Jurnal Potret, 22(2), 55–65. https://doi.org/10.30984/pp.v22i2.785
Sopyan, Y. (2014). Corporate Social Responsibility (CSR) Sebagai Implementasi Fikih Sosial Untuk Pemberdayaan Masyarakat. AHKAM, XIV(1), 53–62. https://doi.org/10.15408/ajis.v17i1.1253
Turmudi, M. (2017). Produksi dalam Perspektif Ekonomi Islam. Islamadina, XVIII(I), 37–56.
Yafi, A. (1994). Menggagas Fiqh Sosial. Mizan.
Zubaedi. (2007). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren: Kontribusi Fiqh Sosial Kiai Sahal Mahfudh dalam Perubahan Nilai-Nilai Pesantren. Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Moh. Rasyid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
