Implementasi Informasi Geografis Pemetaan Kepadatan Penduduk Desa Berbasis Android Di Kecamatan Karangpucung Kabupaten
DOI:
https://doi.org/10.30595/jpts.v2i01.13265Keywords:
Kepadatan Penduduk, Android, Waterfall, Openstreetmap, Kecamatan KarangpucungAbstract
Peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Karangpucung dikarenakan Kecamatan Karangpucung masih banyaknya lahan yang kosong. Faktor yang menyebabkan terjadinya kepadatan penduduk yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi). Bertambahnya jumlah penduduk di Kecamatan Karangpucung mendorong untuk dilakukannya pendataan kependudukan yang baik. Karena data kependudukan diperlukan dalam perencanaan dan evaluasi dalam suatu daerah. Proses pendataan penduduk biasanya masih menggunakan sistem secara manual yang menyebabkan tingginya ketidak validan dan ketidak cocokan data. Kendala dalam pendataan secara manual menyebabkan pencarian informasi tentang penduduk tidak akurat. Sistem Informasi Geografis Pemetaan Kepadatan Penduduk berfungsi untuk memudahkan mendata dan mengelola data penduduk. Sistem ini disajikan dalam bentuk peta melalui dukungan openstreetmap. Metode yang digunakan untuk merancang system yaitu menggunakan metode SDLC (System Development Life Cyle) dengan model waterfall. Sistem Informasi Geografis yang dikembangkan mampu memberikan informasi tentang data geografis pemetaan kepadatan penduduk di Kecamatan Karangpucung.References
Demir, V., & Kisi, O. (2016). Flood Hazard Mapping by Using Geographic Information System and Hydraulic Model: Mert River, Samsun, Turkey. Advances in Meteorology, 2016. https://doi.org/10.1155/2016/4891015
Ghobadi, G. J., Gholizadeh, B., & Dashliburun, O. M. (2012). Forest Fire Risk Zone Mapping From Geographic Information System in Northern Forests of Iran (Case study , Golestan province). International Journal of Agricultured and Crop Sciences, 4(12), 818–824.
Nugroho, M. A. F., Syaifudin, Y. W., & Puspitasari, D. (2019). Penentuan Jarak Terpendek Menggunakan Metode Dijkstra Pada Data Spasial Openstreetmap (Studi Kasus : Pada Perusahaan Pengantaran Barang Wahana Logistik Kota Malang). Smatika Jurnal, 9(01), 45–50. https://doi.org/10.32664/smatika.v9i01.265
P. Balakrishnan. (2011). Groundwater quality mapping using geographic information system (GIS): A case study of Gulbarga City, Karnataka, India. African Journal of Environmental Science and Technology, 5(12), 1069–1084. https://doi.org/10.5897/ajest11.134
Pressman. (2015). Software Enggineering A PRACTITIONER’S APPROACH (Kelapan). MC Graw Hill Education.
Soepomo, P. (2014). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Potensi Sma/smk Berbasis Web (Studi Kasus : Kabupaten Kebumen). 2(1), 41–49. https://doi.org/10.12928/jstie.v2i1.2600
Wahabi, F., Ramdani, F., & Wicaksono, S. A. (2018). pengembangan sistem informasi geografis pemetan lokasi kecelakaan berbasis web GIS ( studi kasus : daerah operasional polres kota batu. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer (J-PTIIK) Universitas Brawijaya, 2(9), 2990–2999.
Wahyudi, R., & Astuti, T. (2019). SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PEMETAAN BENCANA ALAM KABUPATEN BANYUMAS BERBASIS WEB. Jurnal Teknologi Dan Informasi, 9(1), 55–65. https://doi.org/10.34010/jati.v9i1.1448
Zulafwan. (2016). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Perkebunan Sawit Berbasis Web. Riau Journal of Computer Science, 2(2), 1–10.