Perancangan Kebutuhan Daya dan Instalasi Listrik Pada Gedung Askrindo Bogor

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30595/jrre.v3i1.9671

Abstract

Dalam pembangunan sebuah gedung diperlukan perancangan instalasi listrik dan sistem pencahayaan yang matang agar mendapatkan hasil yang maksimal. Perencanaan instalasi listrik dibuat berdasarkan gambar perencanaan konstruksi dan arsitekstur gedung, sehingga sistem drawing instalasi listrik  menggunakan software autocad dan untuk perhitungan daya listrik menggunkan software  ETAP. Perancangan sistem kuat pencahayaan  (lux) pada Gedung Askrindo Bogor dibuat berdasarkan standar kuat pencahayaan SNI yaitu dengan perhitungan jumlah armatur lampu dan disimulasikan menggunakan software dialux. Berdasarkan hasil perencanaan, untuk ruang lobby dengan luas 172  m²  menggunakan armatur lampu jenis recess mounted sejumlah 12 buah dengan daya lampu led 2 x 9 watt, 1800 Lumen, setelah disimulasikan dengan software dialux  menghasilkan kuat pencahayaan sebesar 140 lux. Dari hasil perhitungan semua beban listrik pada gedung konsumsi daya semunya adalah  106,81 kVA, sehingga daya terpasang gedung ke PLN adalah  131 kVA. Untuk menyalurkan listrik sebesar itu pada gedung menggunakan Panel LVMDP, MDP dan SDP. Dari simulasi menggunakan software ETAP didapatkan drop tegangan pada jarak terjauh 200 meter antara panel LVMDP ke SDP adalah 4.65 %.Untuk melengkapi sistem distribusi daya listrik, dari hasil perhitungan rekapitulasi daya dibutuhkan kapasitor bank sebesar 30 kVAR dan Genset 250 kVA.

Author Biography

Ramadan Carles Andriyan, Universitas Mumahammadiyah Purwokerto

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

References

[1] Persyaratan Umum Instalasi Listrik.Sandar Nasional Indonesia.2011.

[2] Andersen.(2018).Penataan dan Pengembangan Instalasi Listrik Fakultas Teknik Unsrat 2017. Jurnal Teknik Elektro,7(3): 207-218.

[3] Badan Standarisasi Nasional.SNI 03-6572-2001.Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung.

[4] Badan Standarisasi Nasional.SNI 03 – 6575 – 2001.Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung.

[5] Badan Standarisasi Nasional.SNI 6197:2011.Konservasi Energi Pada Sistem Pencahayaan.

[6] Badaruddin.(2016).Analisa Minyak Transformator Pada Transformator Tiga Fasa Di PT X.Jurnal Teknologi Elektro.7(2):75-82.

[7] Budyo,A.(1995).Menggambar Teknik 2.Surabaya : CV Marisa.

[8] Fitriana,Saghifa.(2019).Analisa menentukan rekomendasi penyejuk udara yang tepat menggunakan metode moora .Jurnal Evolusi, 7(1): 89-95.

[9] Hasanah,Nur.(2017).Pengukuran Iluminasi penerangan Lampu FL Pada Ruang Perkuliahan.Jurnal Sains dan Teknologi.7(2):1-7.

[10] Januar,Akbar.(2017).Studi Evaluasi Perencanaan Kebutuhan Daya Pada Instalasi Listrik Di Gedung Harco Glodok Jakarta. Universitas Pakuan Bogor.

[11] Juhari. (2013). Generator Semester 3 Kelas XI. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

[12] Pabla,A.s& Abdul,Ir.(1994).Sistem Distribusi Tenaga Listrik.Jakarta: Erlangga.

[13] Prih Sumardjati.(2008). Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid I.Jakarta.

[14] Rahma,Sielvya.(2018).Analisis Intensitas Konsumsi Energi RS Medirossa Cikarang.Journal of Electrical and Electronics Engineering, 2(1): 20-3.

[15] Sugianto,Abdul Mu’is.(2017).Perencanaan Sistem Distribusi Listrik Pelaksanaan Proyek Apartemen.Sinusoida,19(2): 69-77.

[16] Tresna Umar.(2015).Kontrol Lampu Jalan Untuk Menghemat Energi.Politeknik Negeri Malang

[17] Valenti,saidila.(2012).Perancangan Instalasi Listrik Gedung Clubhouse di Dago Bandung.Skripsi.Universitas Pendidikan Indonesia.

[18] Widyo,Reno.(2020).Analisis rancangan workshop sheet metal untuk meningkatkan keselamatan dan efesiensi kerja di PT.Merpati maintenance facility surabaya.Jurnal Ilmiah Aviasi,13(3): 58-68.

Downloads

Published

2021-06-28

How to Cite

Andriyan, R. C., & Winarso, W. (2021). Perancangan Kebutuhan Daya dan Instalasi Listrik Pada Gedung Askrindo Bogor. Jurnal Riset Rekayasa Elektro, 3(1), 35–46. https://doi.org/10.30595/jrre.v3i1.9671