Kajian Komponen Angin Zonal dan Meridional sebagai Prekursor Penentu Awal Musim di Palembang Serta Pengaruh ENSO dan IOD Terhadap Variasinya
DOI:
https://doi.org/10.30595/jrst.v5i1.6635Keywords:
awal musim, zonal, meridional, enso, iodAbstract
Prediksi awal musim merupakan informasi yang sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor kehidupan.Terdapat berbagai macam metode yang dapat digunakan untuk memprediksi awal musim, salah satunya dengan melihat perubahan arah dan kecepatan dari komponen angin. Hal tersebut didukung oleh pemahaman bahwa angin membawa berbagai zat di atmosfer yang termasuk di dalamnya adalah uap air. Transport uap inilah yang berperan menentukan intensitas dan periode hujan di suatu wilayah. Data acuan yang digunakan adalah data curah hujan bulanan dari Stasiun Klimatologi Palembang. Adapun data penginderaan jauh yang digunakan adalah data angin zonal dan meridional pada lapisan 850 mb yang diperoleh dari ECMWF. Periode yang dikaji adalah Januari 1987 hingga Desember 2017. Data yang diperoleh kemudian dipilih dan di plot kedalam beberapa grafik dengan latar belakang kondisi yang berbeda. Seperti periode normal, periode ENSO kuat dan periode IOD. Hasil analisis menunjukkan bahwa angin zonal dan meridional di Palembang tidak terlalu mempengaruhi awal musim hujan. Sedangkan untuk awal musim kemarau, angin zonal dan meridional tampak lebih berpengaruh. Hal ini disebabkan adanya lag antara keduanya yang mendukung angin zonal dan meridional lapisan 850mb dari permukaan untuk dijadikan prekursor awal musim kemarau di Palembang.
References
Aldrian, E., Dümenil Gates, L., & Widodo, F. H. (2007). Seasonal variability of Indonesian rainfall in ECHAM4 simulations and in the reanalyses: The role of ENSO. Theoretical and Applied Climatology. https://doi.org/10.1007/s00704-006-0218-8
Aldrian, E. (2008). Meteorologi Laut Indonesia. Jakarta: Badan Meteorologi dan Geofisika.
Allan, R., Lindesay, J., & Parker, D. (1996). El Nino Southern Oscillation and climatic variability. In El Nino Southern Oscillation and climatic variability. https://doi.org/10.1111/j.1745-7939.1998.tb00534.x
As-syakur, A.R. (2012). Analisis Pola Spasial Hubungan Curah Hujan dengan ENSO dan IOD di Indonesia Melalui Observasi Data TRMM 3B43. Bunga Rampai Inderaja Indonesia Pusat Penginderaan Jauh Institut Teknologi Bandung (ITB). Cetakan 1, 92-107.
BMKG. (2013). Prakiraan Musim Hujan 2013/2014 di Indonesia. Jakarta:Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Hamada, J.I. (1995). Climatological Study on Rainfall Variation in Indonesia,(Master Thesis), Kyoto University: Kyoto
Harijanto, F. D., Kuntjoro, K., Saptarita, S., & Aziz, S. K. (2012). Analisis Pola Hujan dan Musim di Jawa Timur Sebagai Langkah Awal Untuk Antisipasi Bencana Kekeringan. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil. https://doi.org/10.12962/j12345678.v10i2.2672
Harrison, D.E., Larkin, N.K. (1998). El Nino-Southern Oscillation Sea Surface Temperature and Wind Anomalies, 1946-1993. Reviews of Geophysics, 36, 3, 1998, 353-399.
Kato, S. dkk. (1998). Dinamika Atmosfer. Bandung: Penerbit ITB.
Martono, M., & Wardoyo, T. (2017). Impacts of El Niño 2015 and the Indian Ocean Dipole 2016 on Rainfall in the Pameungpeuk and Cilacap Regions. Forum Geografi. https://doi.org/10.23917/forgeo.v31i2.41
Power, S., Casey, T., Folland, C., Colman, A., & Mehta, V. (1999). Inter-decadal modulation of the impact of ENSO on Australia. Climate Dynamics. https://doi.org/10.1007/s003820050284
Renggono, F. (2011). PENGARUH ENSO TERHADAP POLA ANGIN DAN CURAH HUJAN DI DAS LARONA, SULAWESI SELATAN. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca. https://doi.org/10.29122/jstmc.v12i2.2192
Ropelewski, C. F., & Halpert, M. S. (1989). Precipitation Patterns Associated with the High Index Phase of the Southern Oscillation. Journal of Climate. https://doi.org/10.1175/1520-0442(1989)002<0268:ppawth>2.0.co;2
Saji, N. H., Goswami, B. N., Vinayachandran, P. N., & Yamagata, T. (1999). A dipole mode in the tropical Indian ocean. Nature. https://doi.org/10.1038/43854
Sandy, L. M. (1987). Klimatologi Regional Indonesia. Depok: Jurusan Geografi FMIPA-UI.
Trenberth, K. E. (1997). The Definition of El Niño. Bulletin of the American Meteorological Society. https://doi.org/10.1175/1520-0477(1997)078<2771:TDOENO>2.0.CO;2
Ulfah, A., & Sulistya, W. (2015). Penentuan Kriteria Musim Alternatif Di Wilayah Jawa Timur. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika.
Yananto, A., & Sibarani, R. M. (2016). ANALISIS KEJADIAN EL NINO DAN PENGARUHNYA TERHADAP INTENSITAS CURAH HUJAN DI WILAYAH JABODETABEK (Studi Kasus : Periode Puncak Musim Hujan Tahun 2015/2016). Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca. https://doi.org/10.29122/jstmc.v17i2.541
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Presli Panusunan Simanjuntak, Dinda Rosyia, Dinda Rosyia, Nabila Kendita, Nabila Kendita, Dhiyaul Qalbi, Dhiyaul Qalbi, Agus Safril, Agus Safril

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

