Makna Tradisi Memere Nakan Pagit dan Mengkelembisi di Desa Sukaramai, Kabupaten Pakpak Bharat

The Meaning of the Traditions of Memere Nakan Pagit and Mengkelembisi in Sukaramai Village, Pakpak Bharat Regency

Authors

  • Septi Nabila Solin Universitas Negeri Medan
  • Ayu Rulyani Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.30595/jssh.v10i1.30763

Keywords:

Makna, Tradisi, Memere Nakan Pagit, Mengkelembisi, Pakpak

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pelaksanaan tradisi Memere Nakan Pagit dan Mengkelembisi, serta mengkaji makna simbolik dan nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya pada masyarakat etnis Pakpak.Tradisi ini merupakan bagian dari siklus kehidupan yang berkaitan dengan masa kehamilan dan pasca kelahiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan yang berasal dari berbagai latar belakang etnis, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Memere Nakan Pagit merupakan bentuk perhatian dan perlindungan keluarga kepada ibu hamil. Tradisi ini tidak hanya berupa pemberian makanan, tetapi juga memiliki makna simbolik, di mana rasa pahit melambangkan kekuatan, ketahanan, serta perlindungan dari penyakit dan gangguan. Sementara tradisi Mengkelembisi sebagai bentuk dukungan sosial dan perlindungan keluarga terhadap ibu dan bayi. Pengolesan kelembis pada bayi dalam tradisi ini memiliki makna sebagai doa dan perlindungan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal sekaligus memperkaya khazanah kajian antropologi budaya, khususnya yang berkaitan dengan tradisi masyarakat etnis Pakpak.

Author Biographies

Septi Nabila Solin, Universitas Negeri Medan

Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial

Ayu Rulyani, Universitas Negeri Medan

Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial

References

Amelia, Yosita. (2023). Peran Kebudayaan Dalam Pembentukan Kesadaran Sosial Dan Lingkungan. Jupsi: Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia 1(1), 9–18. https://doi.org/10.62238/jupsi.v1i1.94

Asrulla, R., Jailani, M. S., & Jeka, F. (2023). Populasi dan sampling (kuantitatif), serta pemilihan informan kunci (kualitatif) dalam pendekatan praktis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 26320-26332. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.10836

Berutu, L., & Padang, N. (2013). Mengenal upacara adat masyarakat Pakpak di Sumatera. Medan: PT Grasindo Monoratama dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Budaya Pakpak.

Cholistarisa, D., Rahmawati, S., & Santosa, R. (2022). Tradisi Tingkeban (Syukuran Tujuh Bulanan Ibu Hamil) Pada Masyarakat Jawa Khususnya Berada di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran 5(2), 190–95. https://doi.org/10.31004/jrpp.v5i2.10222

Geertz, Clifford. (1992). Tafsir Kebudayaan. Yogyakarta Kanisius Press.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Ensiklopedi Budaya Indonesia. Jakarta: Kemendikbud. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/26199/1/Ensiklopedi.pdf)

Makmur, M., Berutu, L., & Berutu, P. 2002. Aspek-aspek Kultural Etnis Pakpak: Suatu Eksplorasi tentang Potensi Lokal. Pertama. Medan: MONORA.

Manullang, A. R., Nababan, C. N., & Sinurat, J. Y. (2025). Tradisi Tradisi Mambosuri (Tujuh Bulanan) Adat Batak Toba Di Desa Batu Putih, Pelawan, Jambi. Istoria: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah, 21(2), 2615-2150. https://doi.org/10.21831/istoria.v21i2.87557

Moleong, Lexy J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ningrum, I. W., Purnamasari, L., & Rohmah, F. (2024). Kearifan Lokal Kagaluhan: Menggali Praktik Tradisional Kesehatan Ibu Melahirkan di Kampung Naga. Journal of Midwifery and Public Health 4(2), 68-74. doi:10.25157/jmph.v4i2.16293.

Nurlaili, H. (2023). Tradisi Kehamilan, Persalinan, Dan Nifas Masyarakat Baduy Serta Dampaknya Pada Kesehatan Ibu: A Scoping Review. Jurnal Kebidanan 3(2), 84–99. doi:10.32695/jbd.v3i2.486.

Olivia, D., Sianturi, H., Sidabutar, H., Purba, M., Ginting, S., & Lubis, F. (2025). Sebuah Kajian Kebudayaan dan Tradisi Pakpak Yang Hampir Hilang Tergerus Zaman. Journal of Citizen Research and Development 2(1), 1–7. doi:10.57235/jcrd.v2i1.3973.

Pals, D. L. (2024). Agama dan Sistem Kebudayaan Menurut Clifford Geertz. Pertama. Yogyakarta: IRCiSoD.

Ramadhani, N. P., Fahmi, A. N., & Nurhayati, A. (2024). Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Kelahiran Anak Pada Masyarakat Adat Tamansari Wuluhan. JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia 4(1), 32–41. doi:10.21154/jiipsi.v4i1.2846.

Rosana, E. (2017). Dinamisasi kebudayaan dalam realitas sosial. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 12(1), 16-30. https://doi.org/10.24042/ajsla.v12i1.1442

Sembiring, C. C. B., & Rosramadhana, R. (2025). Tradisi Mbesur-Mbesuri Pada Ibu Hamil Di Desa Kinangkong Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Karo. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 12 (3), 1227-1232. https://doi.org/10.31604/jips.v12i3.2025.1227-1232

Silaban, , I., & Sibarani, R. (2021). The Tradition of Mambosuri Toba Batak Traditional Ceremony for a Pregnant Woman with Seven Months Gestational Age for Women’s Physical and Mental Health. Gaceta Sanitaria 35(S2), S558–S560. doi:10.1016/j.gaceta.2021.07.033.

Solin, O. R. A. (2018). Upacara adat Memere Nakan Pagit etnik Pakpak: Kajian semiotik. (Disertasi tidak dipubli¬kasikan). Universitas Sumatera Utara.

Spradley, J.P (2006). Metode Etnografi. Metode Etnografi. Kedua. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Suliyati, T. (2017). Upacara tradisi masa kehamilan dalam masyarakat Jawa. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 7(1). doi:10.14710/sabda.v7i1.13267.

Sumarto, S. (2018). Budaya, pemahaman dan penerapannya:Aspek sistem religi, bahasa, pengetahuan, sosial, keseninan dan teknologi. Jurnal Literasiologi, 1(2), 16-16. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49

Utami, T. N., & Harahap, R. A. (2019). Sosioantropologi kesehatan: Integrasi budaya dan kesehatan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Yani, F. A. (2023). Tradisi Terkait Upacara Kehamilan Dan Kelahiran Pada Suku Jawa Di Desa Rintis. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 2(2), 233-238. https://doi.org/10.37676/mude.v2i2.3805

Downloads

Published

2026-06-11

How to Cite

Solin, S. N., & Rulyani, A. (2026). Makna Tradisi Memere Nakan Pagit dan Mengkelembisi di Desa Sukaramai, Kabupaten Pakpak Bharat: The Meaning of the Traditions of Memere Nakan Pagit and Mengkelembisi in Sukaramai Village, Pakpak Bharat Regency. JSSH (Jurnal Sains Sosial Dan Humaniora), 10(1), 1–19. https://doi.org/10.30595/jssh.v10i1.30763