Strata Norma Roman Ingarden dalam Apresiasi Puisi

Authors

  • DIAN SUSILASTRI Balai Bahasa Sumatera Selatan, Kementerian Pandidikan dan Kebudayaan

DOI:

https://doi.org/10.30595/jssh.v4i2.8615

Keywords:

apresiasi, puisi, Strata norma Roman Ingarden

Abstract

Mengapresiasi puisi dimulai dari membaca kemudian memahami maknanya. Perlu sarana khusus untuk memahami puisi karena puisi itu merupakan sebuah struktur yang terdiri atas unsur-unsur atau lapis-lapis norma. Karena itulah puisi perlu dianalisis dan ditafsirkan. Puisi juga menyatakan sesuatu secara tidak langsung, yaitu menyatakan suatu hal dan berarti yang lain. Di samping itu, puisi menyimpan ‘sebuah dunia’ yang dituangkan lewat simbol-simbol bahasa yang bermakna. Makalah ini bertujuan menyarankan apresiasi sastra genre puisi dengan menggunakan teori strata norma Roman Ingarden. Teori analisis puisi Roman Ingarden memandang puisi sebagai lapisan-lapisan atau strata norma yang bermakna. Lapisan yang bermakna tersebut meliputi lapis bunyi, lapis arti, lapis objek, lapis ‘dunia’, dan lapis metafisis. Untuk melakukan analisis dengan teori strata norma ini digunakan pendekatan saintifik dan disajikan dengan metode deskriptif analitik. Dengan analisis strata norma Roman Ingarden dalam memahami puisi, diharapkan pembaca puisi dapat lebih memahami karya sastra puisi dengan baik.

Author Biography

DIAN SUSILASTRI, Balai Bahasa Sumatera Selatan, Kementerian Pandidikan dan Kebudayaan

Bidang Sastra, Peneliti Ahli Muda

References

Anwar, C. (2000). Deru Campur Debu. Jakarta: Dian Rakyat.

Christomy, T., & Yuwono, U. (Ed.). (2004). Semiotika Budaya. Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Indonesia.

Fathurohman, I., Supriyanto, T., Nuryatin, A., & Subyantoro, M. (2018). Human Problems in Remy Sylado Mbeling Poetry: the Analysis of Norm Srata by Ingarden. 247(Iset), 255–258. https://doi.org/10.2991/iset-18.2018.54

Hanafi, Y. M., Sulistyowati, E. D., & Rijal, S. (2017). Analisis Strata Norma Puisi Mahakam. Ilmu Budaya, 1(April 2017), 159–170.

Herlistianti, E., Surjakusuma, Y., & Nurjamin, A. (2018). Lapis Norma dan Pengalaman Jiwa Puisi-Puisi Maman S. Mahayana dalam Antologi Jejak Seoul. Jurnal Linguasastra, 1(1), 1–11.

Pengembang KKBI Daring. (2016). KBBI Daring/KBBI Edisi Kelima. Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.

Pradopo, R. D. (2007). Prinsip-prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pradopo, R. D. (2014). Pengkajian Puisi (14 ed.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Riadi, M. (2019). Pengertian, Prinsip dan Langkah Pendekatan Saintifik. Diambil dari https://www.kajianpustaka.com/2019/05/pengertian-prinsip-dan-langkah-pendekatan-saintifik.html?m=1

Santosa, P., & Djamari. (2015). Strategi Pembelajaran Sastra pada Era Globalisasi (D. P. Prabowo, Ed.). Yogyakarta: Azzagrafika.

Teeuw, A. (1991). Membaca dan Menilai Sastra (2 ed.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wellek, R., & Warren, A. (2014). Teori Kesusastraan (V). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2020-12-22

How to Cite

SUSILASTRI, D. (2020). Strata Norma Roman Ingarden dalam Apresiasi Puisi. JSSH (Jurnal Sains Sosial Dan Humaniora), 4(2), 89–96. https://doi.org/10.30595/jssh.v4i2.8615