Formulasi dan Uji Aktivitas Sediaan Gel Anti Jerawat Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L)
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v21i1.15680Keywords:
Bunga telang, Clitoria ternatea L, Gel, Jerawat, Propionibacterium acneAbstract
Acne vulgaris merupakan masalah kulit yang multifaktorial, salah satu penyebabnya adalah bakteri Propionibacterium acnes. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) disinyalir memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Kandungan senyawa aktifnya diduga mampu menghambat perkembangan Propionibacterium acnes. Sediaan gel lebih sering digunakan untuk penggunaan topikal pada penderita jerawat dengan tipe kulit berminyak. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan gel dan menguji aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes dari sediaan gel. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan pembuatan formula gel antiacne bunga telang dengan berbagai formula yaitu FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%), kontrol positif dan kontrol negatif. Uji aktivitas bakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil berupa zona bening yang terbentuk disekitar cakram diukur sebagai zona hambat dilanjutkan analisis statistik. Gel ekstrak etanol bunga telang telah memenuhi syarat mutu sediaan gel dari organoleptis, homogenitas, pH dan viskositas. Pengujian aktivitas bakteri menunjukkan semua formula memberikan daya hambat bakteri Propionibacterium acnes dengan adanya zona hambat yang muncul disetiap formula serta kontrol positif.
References
Adriani W. 2020. Aktivitas Antibakteri Fraksi Etil Asetat Bunga Telang (Clitoria Ternatea) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Analisis KLT-Bioautografi. Skripsi. Magelang: Universitas Muhammadiyah Magelang.
Aida AN, Suswati E, Misnawi M. 2016. Uji in vitro efek ekstrak etanol biji kakao (Theobroma cacao) sebagai antibakteri terhadap Propionibacterium acnes acnes). Pustaka Kesehatan, 4(1), 127-131.
Anggraini D, Rahmawati N, Hafsah S. 2013. Formulasi gel antijerawat dari ekstrak etil asetat gambir. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 1(2), 62-66.
Ansel, H. C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. edisi 4, 390-391.
Ardana M, Aeyni V, Ibrahim A. 2015. Formulasi dan optimasi basis gel HPMC (hidroxy propyl methyl cellulose) dengan berbagai variasi konsentrasi. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 3(2), 101-108.
Asngad A, Bagas A, Nopitasari N. 2018. Kualitas gel pembersih tangan (handsanitizer) dari ekstrak batang pisang dengan penambahan alkohol, triklosan dan gliserin yang berbeda dosisnya. Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi, 4(2), 61-70.
Budiasih KS. 2017. Kajian potensi farmakologis bunga telang (Clitoria ternatea). Prosiding Seminar Nasional Kimia UNY, 21(4), 183-188.
Departemen Kesehatan RI. 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008. Farmakope Herbal Indonesia, Edisi I, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Indonesia.
Djunarko I, Yanthre D, Manurung S, Sagala N. 2016. Efek antiinflamasi infusa bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan kombinasi dengan infusia daun iler (Coleus atropurpureus L. Benth) dosis 140mg/kgBB pada udema telapak kaki mencit betina terinduksi karagenin. Prosiding Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia, 6-15.
Fadilah AA. 2021. Hubungan stres psikologis terhadap timbulnya akne vulgaris. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 390–395.
Farhan M. 2023. Formulasi dan uji mutu fisik sediaan gel ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai antiseptik tangan. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 5(2), 1-12.
Hafsari AR, Cahyanto T, Sujarwo T, Lestari RI. 2015. Uji aktivitas antibakteri daun beluntas. Jounal Istek, 9(1), 142–161.
Hendrawan NZ. 2018. Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Gel Nanosilver terhadap Bakteri Staphylococcus aureus secara In-vitro. Disertasi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Ismail J, Runtuwene MRJ, Fatimah F. 2013. Penetuan Total Fenolik dan Uji Aktivitas Antioksidan pada Biji dan Kulit Buah Pinang Yaki (Areca vestiaria Giseke). Skripsi. Manado: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sam Ratulangi.
Khumairoh L, Susilo J, Laila Vifta R. 2020. Perbedaan pelarut etanol 96% dan etil asetat pada uji aktivitas antibakteri ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L) terhadap Propionibacterium acnes. Disertasi. Semarang: Universitas Ngudi Waluyo.
Kumalasari MLF, Andiarna F. 2020. Uji fitokimia ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L). Indonesian Journal for Health Sciences, 4(1), 39-44.
Kursia, Lebang, Nursamsiar N. 2016. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 3(2), 72-77.
Lay BW. 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Lijon MB, Meghla NS, Jahedi E, Rahman MA, Hossain, I. 2017. Phytochemistry and pharmacological activities of Clitoria ternatea. International Journal of Natural and Social Sciences, 4(1), 01–1.
Mappa T, Edy HJ, Kojong N. 2013. Formulasi gel ekstrak daun sasaladahan (Peperomia pellucida (L.) HBK) dan uji efektivitasnya terhadap luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Pharmacon, 2(2).
Noval N, Melviani M, Novia N, Syahrina D. 2020. Formulasi dan evaluasi sediaan obat kumur (mouthwash) dari ekstrak etanol tanaman bundung (Actinoscirpus grossus) sebagai antiseptik mulut. Jurnal Surya Medika, 6(1), 112–120.
Nurahmanto D, Mahrifah IR, Firda RIN, 2017. Formulasi sediaan gel dispersi padat ibuprofen: Studi gelling agent dan senyawa peningkat. Ilmiah Manuntung, 3(1), 96–105.
Ponnusamy S, Gnanaraj W, Marimuthu JSV. 2010. The effect of leaves extracts of Clitoria ternatea Linn against the fish pathogens. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, 3(9), 723- 726.
Rai SS, Banik A. 2015. Evaluation of anti-ulcer activity of aqueous and ethanolic extract of whole plant of Clitoria ternatea in albino Wistar rats. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Drug Research, 7(1), 33-39.
Retnaningsih A, Primadiamanti A, Febrianti A. 2019. Uji daya hambat ekstrak etanol daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Propionibacterium acnes penyebab jerawat dengan metode cakram. Jurnal Analis Farmasi, 4(1).
Rijayanti RP. 2014. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Mangga Bacang (Manglifera foetida L,) terhadap Staphylococcus aureus secara In vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Tanjung Pura.
Riwanti P, Izazih F, Amaliyah A. 2020. Pengaruh perbedaan konsentrasi etanol pada kadar flavonoid total ekstrak etanol 50, 70 dan 96% Sargassum polycystum dari Madura. Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika (J-PhAM), 2(2), 82-95.
Rositasari A. 2019. Identifikasi Jenis Jerawat Pada Citra Wajah. Disertasi. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia
Sasanti TJ, Wibowo MS, Fidrianny I, Caroline S. 2012. Formulasi gel ekstrak air teh hijau dan penentuan aktivitas antibakterinya terhadap Propionibacterium acnes. Thesis. School of Pharmacy ITB.
Sibero HT, Putra I, Anggraini DI. 2019. Tatalaksana terkini acne vulgaris. JK Unila Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 3(2), 313-320.
Sifatullah N, Zulkarnain Z. 2021. Jerawat (Acne vulgaris): Review penyakit infeksi pada kulit. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 7.
Simanjuntak HA. 2017. Formulasi dan uji antijerawat gel ekstrak etanol 70% buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes, Medula, 5, 416–426.
Sitohang IBS, Wasitatmadja SM. 2019. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Styawan W, Linda R. 2016. Pemanfaatan tumbuhan sebagai melayu di kecamatan sungai pinyuh kabupaten mempawah. Jurnal Protobiont, 5(2), 45–5.
Surini S, Amirtha NI. 2018. Formulation and effectiveness of a hand sanitizer gel produced using salam bark extract. International Journal of Applied Pharmacy, 10(Special Issue 1), 216–20.
Teresa A. 2020. Akne vulgaris dewasa: etiologi, patogenesis, dan tatalaksana terkini. Jurnal Kedokteran, 8(1).
Walsh TR, John EBD. 2016. Systematic review of antibiotic resistance in acne: an increasing topical and oral threat. Lancet Infectious Disease.
Warnida H, Sukawaty Y, Mega M. 2017. Stabilitas dan aktivitas gel ekstrak bulbus bawang tiwai (Eleutherine americana (Mill.) Urb.) sebagai anti acne. Jurnal Ilmiah Manuntung, 1(1), 94.
Widhowati D, Musayannah BG, Nussa ORPA. 2022. Efek ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai anti bakteri alami terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. VITEK: Bidang Kedokteran Hewan, 12(1), 17-21.
Yusriani Y. 2017. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) dan Propionibacterium acnes. Jurnal Kesehatan Yamasi, 1(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
