Evaluasi Kualitatif dan Kuantitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Sitanala
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v22i1.20802Keywords:
Antibiotik, Defined Daily Dose, PneumoniaAbstract
Pneumonia adalah penyakit infeksi yang serius, yang disebabkan oleh berbagai faktor, dan untuk mencegah berkembangnya resistensi bakteri berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian penggunaan antibiotik yang tepat dan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik dan untuk mengetahui jenis dan jumlah penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD pada pasien pneumonia rawat inap RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang. Dengan jumlah sampel 106 dari 145 populasi pasien, data dikumpulkan secara retrospektif dari laporan rekam medis dan dihitung berdasarkan rumus slovin. Dari hasil penelitian menunjukkan ketepatan penggunaan antibiotik pasien pneumonia RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang tahun 2019-2021 yaitu ketepatan indikasi 100%, pemilihan obat 100%, dosis 99,1%, cara pemberian obat 100%, interval waktu pemberian obat 100%, dan lama pemberian antibiotik 11,32%, kemudian terdapat 8 macam antibiotik sebagai terapi penyakit pneumonia dimana kuantitas penggunaan 3 terbesar adalah Ceftriaxone 67,28 DDD/100 patient-days (56,12%), Azithromycin 29,55 DDD/100 patient-days (24,65%), dan Levofloxacin 18,93 DDD/100 patient-days (15,79%).
References
Bacharier LB, Guilbert TW, Mauger DT, Boehmer S, Beigelman A, Fitzpatrick AM, Jackson DJ, Baxi SN, Benson M, Burnham CD, Cabana M, Castro M, Chmiel JF, Covar R, Daines M, Gaffin JM, Gentile DA, Holguin F, Israel E, Kelly HW, Martinez FD. 2015. Early administration of Azithromycin and prevention of severe lower respiratory tract illnesses in preschool children with a history of such illnesses: A randomised clinical trial, JAMA, 314(19), 2034–2044.
Carolina M, Widayati A. 2013. Evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode DDD (defined daily dose) pada pasien anak rawat inap di sebuah Rumah Sakit Pemerintah di Yogyakarta periode Januari - Juni 2013, Media Farmasi, 11, 81-19.
Alfiyanti D, Khoiriyah, Mariyam. 2013. Jumlah leukosit anak penderita bronkopneumonia yang diberikan suplementasi madu murni di rumah sakit wilayah Kota Semarang. Skripsi. Semarang. Universitas Muhammadiyah Semarang.
Kemenkes RI. 2011. Modul Penggunaan Obat Rasional. Jakarta.
Kemenkes RI. 2017. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta, Kementrian Kesehatan RI.
Mandell LA, Wunderink RG, Anzueto A, Bartlett JG, Campbell GD, Dean NC, Dowell SF, File Jr TM, Musher DM, Niederman MS, Torres A, Whitney G. 2007. Infectious Disease Society of America/American Thoracic Society consensus guidelines on the management of community-acquired pneumonia in adults, Clinical Infectious Diseases, 44(Suppl 2), S27-72.
Misnadiarly. 2008. Penyakit Infeksi Saluran Napas, Pneumonia pada Anak, Orang Dewasa, Usia Lanjut Edisi I. Jakarta, Pustaka Obor Populer.
Pranoto A. 2017. Studi penggunaan antibiotik berdasarkan sistem ATC/DDD pada pasien pneumonia rawat inap Di RSD dr. Soebandi. Skripsi. Jember. Universitas Jember
Rahmah FA. 2022. Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di Intalasi Rawat Inap RS Wafa Husada Kepanjen dengan metode ATC/DDD. Skripsi. Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Somantri I. 2012. Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta, Salemba Medika.
Wahidah LK, Wahyuni NT, Putri DM. 2020. Evaluasi penggunaan antibiotik pneumonia dengan metode ATC/DDD pada pasien pediatri di Instalasi Rawat Inap RSUD. DR. A. Dadi Tjokrodipo. Skripsi. Bandar Lampung. Universitas Tulang Bawang.
WHO. 2014. Pneumonia. Geneva. World Health Organisation.
WHO. 2019. Pneumonia. Geneva. World Health Organisation.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
