Citrula Gel dari Limbah Kulit Buah Semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai) sebagai Antijerawat (Acne vulgaris)
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v16i1.2964Keywords:
antijerawat, ekstrak kloroform, gel, kulit semangkaAbstract
Jerawat didefinisikan sebagai peradangan kronik dari folikel polisebasea yang disebabkan oleh beberapa faktor dengan gambaran klinis yang khas. Salah satu tanaman yang dapat mengatasi jerawat yaitu semangka. Kulit buah semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai) memiliki  senyawa antibakteri di antaranya alkaloid, fenol, saponin, dan terpenoid. Dalam penelitian ini ekstrak limbah kulit buah semangka diformulasikan  dalam  sediaan  gel.  Tahap  penelitian  yang menggunakan rancangan acak lengkap ini meliputi penyiapan dan pengumpulan simplisia  limbah  kulit  buah  semangka,  ekstraksi,  uji kandungan senyawa, formulasi gel, evaluasi sifat fisik sediaan gel, dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode maserasi dengan penyari kloroform. Uji kandungan senyawa dilakukan dengan menggunakan metode penapisan fitokimia meliputi uji alkaloid, uji triterpenoid, uji fenol, dan uji saponin. Ekstrak kulit buah semangka dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% kemudian diformulasikan dengan carbopol 940 dan dilanjutkan dengan evaluasi sifat fisik gel, di antaranya uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, dan uji viskositas. Uji aktivitas antibakteri dari formulasi ekstrak kulit buah semangka dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil formulasi terbaik pada formulasi gel menghasilkan gel yang homogen, lekat, menyebar, pH yang cocok dengan kulit, dan memiliki viskositas yang cukup baik. Hasil terbaik dari zona hambat uji antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes yaitu 5,23 mm dan pada bakteri Staphylococcus aureus yaitu 5,80 mm.
References
Ansel, H.C. 1989. Pengantar Buku Sediaan Farmasi. Edisi 4. Jakarta: UI Press.
Buang, A. 2013. Formulasi krim masker wajah menggunakan lapisan putih kulit semangka (Citrullus vulgaris Schard) sebagai pelembab. Media Farmasi, 11(18):36-41.
Borman, I.O., Yusriadi, Sulastri, E. 2015. Gel antijerawat ekstrak daun buta-buta (Excoecaria agallocha L.) dan pengujian antibakteri Staphilococcus epidermidis. Galenika Journal of Pharmacy, 1(2):65-72.
Ditjen POM. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Djanggola, T.N., Yusriadi, Tandah, M.R. 2016. Formulasi gel ekstrak patik kebo (Euphorbia hirta, L.) dan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Galenika Journal of Pharmacy. 2(2):68-75.
Garg, A., Aggarwal, D., Garg, S., Gigia. A.K. 2002. Spreading of semisolid formulation an update. Pharmaceutical Technology North America, 26(9):84-102.
Khan, Z.Z., Assi, M. Moore, T.A. 2009. Recurent epidural abcess caused by Propionibacterium acnes. Kansas Journal of Medicine, 92-95.
Martin, A. 1990. Farmasi Fisik. Jakarta: UI Press.
Miranti, L. (2009). Pengaruh konsentrasi minyak atsiri kencur (Kaemferia galanga) dengan basis salep larut air terhadap sifat fisik salep dan daya hambat bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Odewunmi, N.A., Umoren, S.A., Gasem, Z.M., Ganiyu, S.A. 2015. L-citrulline: an active corrison inhibitor component of watermelon rind extract for mild steel in HCl medium. Journal of the Taiwan Institute of Chemical Engineers, 51:15-46.
Rijayanti, R.P. 2014. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga bacang (Maringa foetida, L) terhadap Staphylococcus aureus secara in vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura.
Viogenta, P., Samsuar, S., Utama, A.F.Y. 2017. Fraksi kloroform ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus, L) sebagai anti bakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Jurnal Kesehatan, 8(2):165-169.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
