Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan dan Kadar Fenolat Total dalam Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.)

Authors

  • Verawati Verawati Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis Padang
  • Tisa Mandala Sari Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis Padang
  • Hanne Savera Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis Padang

DOI:

https://doi.org/10.30595/pharmacy.v17i1.6013

Keywords:

antioksidan, daun kelor, fenolat, Moringa oleifera Lam

Abstract

Prosedur ekstraksi sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas komponen kimia yang dapat disari dari tanaman agar menghasilkan ekstrak yang kaya akan senyawa-senyawa bioaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan dan kadar fenolat total dari ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Serbuk kering daun kelor diekstraksi dengan alkohol 70% dengan 4 metode, yaitu maserasi selama 2 jam dengan pengadukan 500 rpm (E1), maserasi selama 2 jam dengan pengadukan 500 rpm pada suhu 40 oC (E2), maserasi selama 1,5 jam dengan pengadukan 500 rpm dilanjutkan ultrasonifikasi selama 30 menit pada frekuensi 40 kHz (E3), dan maserasi selama 1,5 jam dengan pengadukan 500 rpm dilanjutkan ultrasonifikasi selama 30 menit pada frekuensi 40 kHz yang dilakukan pada suhu 40 oC (E4). Kadar fenolat total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu, sedangkan aktivitas antioksidan dari masing-masing ekstrak diperiksa dengan metode perangkapan radikal DPPH. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik total tertinggi terdapat pada E4 dan diikuti oleh E2, E3, dan E1 dengan kadar masing-masing 82,87; 82,13; E3 75,51, dan E1 73,39 mg/g GAE. Aktivitas antioksidan dinyatakan dengan nilai IC50, dimana aktivitas tertinggi diperoleh pada E1 dan diikuti oleh E3, E2, dan E4, masing-masing dengan nilai IC50 sebesar 61,54; 67,37; 72,33, dan E4 82,87 µg/mL. Dengan demikian, perbedaan metode ekstraksi ini mempengaruhi aktivitas antioksidan dan kadar fenolat total daun kelor.

References

Annegowda, H.V., Bhat, R., Min-Tze, L., Karim, A.A., Mansor, S.M. 2012. Influence of sonication treatments and extraction solvents on the phenolics and antioxidants in star fruits. Journal of Food Science and Technology, 49(4):510–514.

Anwar, F., Latif, S., Ashraf, M., Gilani, A.H. 2007. Moringa oleifera: a food plant with multiple medicinal uses. Phytotherapy Research, 21(1):17-25.

Jun, M., Fu, H.Y., Hong, J., Wan, X., Yang, C.S., Ho, C.T. 2003. Comparison of antioxidant activities of isoflavones from kudzu root (Pueraria lobata Ohwi). Journal of Food Science, 68(6):2117–2122.

Khoddami, A., Wilkes, M.A., Roberts, T.H. 2013. Techniques for analysis of plant phenolic compounds. Molecules, 18(2): 2328–2375.

Leone, A., Spada, A., Battezzati, A., Schiraldi, A., Aristil, J., Bertoli, S. 2015. Cultivation, genetic, ethnopharmacology, phytochemistry and pharmacology of Moringa oleifera leaves: an overview. International Journal of Molecular Sciences, 16(6):12791–12835.

Molyneux, P. 2004. The use of the stable free radical diphenylpicryl- hydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Songklanakarin Journal of Science and Technology, 26(2):211–219.

Najafabadi, S.F., Safaeian, L., Zolfaghari, B. 2019. In vitro antioxidant effects of different extracts obtained from the leaves and seeds of Allium ampeloprasum subsp. persicum. Journal of Herbmed Pharmacology, 8(3): 10–15.

Rockwood, J.L., Anderson, B.G., Casamatta, D.A. 2013. Potential uses of Moringa oleifera and an examination of antibiotic efficacy conferred by M. oleifera seed and leaf extracts using crude extraction techniques available to underserved indigenous populations. International Journal of Phytotherapy Research, 3(2):61-71.

Vergara-Jimenez, M., Almatrafi, M.M., Fernandez, M.L. 2017. Bioactive components in Moringa oleifera leaves protect against chronic disease. Antioxidants, 6(4):1–13.

Wardi, E.S., Zulkarni, R., Nurdianti, D. 2019. Penentuan kadar fenolat total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun dadap merah (Erythrina fusca Lour) secara spektrofotometri UV-Vis. As-Syifaa Jurnal Farmasi, 11(01):9–16.

Downloads

Published

2020-07-31

How to Cite

Verawati, V., Sari, T. M., & Savera, H. (2020). Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan dan Kadar Fenolat Total dalam Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.). PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 17(1), 90–97. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v17i1.6013