Regulasi Emosi pada Caregiver Orang dengan Gangguan Jiwa

Authors

  • Gibranamar Giandatenaya FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
  • Rudangta Arianti Sembiring FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

DOI:

https://doi.org/10.30595/psychoidea.v19i1.7052

Keywords:

agresivitas verbal, caregiver, regulasi emosi

Abstract

ABSTRAK

Seiring dengan meningkatnya jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tidak sebanding dengan jumlah perawat menimbulkan stressor bagi perawat itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan proses regulasi emosi dari caregiver di Rumah Pemulihan Efata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan dua orang caregiver sebagai partisipan. Hasil penelitian menunjukan perilaku agresivitas verbal sebagai respon terhadap situasi sebelum adanya proses regulasi emosi. Latar belakang pola asuh dinilai dapat mempengaruhi munculnya agresivitas verbal pada partisipan. Dalam proses regulasi emosi pada partisipan pertama ditemukan terdapat adanya perilaku distraksi sementara pada partisipan kedua ditemukan adanya perilaku religiusitas. Proses regulasi emosi yang telah dilakukan menghasilkan perilaku expressive suppression atau menahan ekspresi emosi yang sedang dirasakan ketika terdapat emosi negatif. Perilaku tersebut bermanfaat dalam mencegah munculnya emosi negatif yang tidak dikehendaki. Dengan adanya tingkat emosi yang stabil akan membantu caregiver dapat bekerja dengan baik serta mereduksi stressor.

Kata kunci: agresivitas verbal, caregiver, regulasi emosi

References

Andriani, R. D. R., Afiatin, T., & Sulistyarini, R. I. (2017). Efektivitas pelatihan regulasi emosi untuk meningkatkan resiliensi caregiver keluarga pasien skizofrenia. JIP (Jurnal Intervensi Psikologi), 9(2), 254-273. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol9.iss2.art8.

Aji, A. B. & Ambarwati, T. K. (2014). Coping stress perawat dalam menghadapi agresi pasien di Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 3(1), 54-58.

Alifudin, M. R., & Ediati, A. (2019). Pengalaman menjadi caregiver: Studi Fenomenologis Deskriptif Pada Istri Penderita Stroke. Empati, 8(1), 111-116.

Ayuningtyas, D., & Rayhani, M. (2018). Analisis situasi kesehatan mental pada masyarakat di Indonesia dan strategi penanggulangannya. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(1), 1-10. https://doi.org/10.26553/jikm.2018.9.1.1-10;

Azizah, L. N., & Pudjiati, S. R. R. (2020). Kontribusi identitas budaya jawa yang dimediasi oleh cognitive reappraisal dalam membentuk resiliensi keluarga pada keluarga suku jawa. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 12(1), 10-21. https://doi.org/10.31289/analitika.v12i1.2815.

Awad, A. G., & Voruganti, L. N. (2008). The burden of schizophrenia on caregivers. Pharmacoeconomics, 26(2), 149-162. Doi : 10.2165/00019053-200826020-00005.

Bachri, B. S. (2010). Meyakinkan validitas data melalui triangulasi pada penelitian kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 46-62.

Berlianti, D., Vitalaya, A., Hastuti, D., Sarwoprasojdo, S., & Krisnatuti, D. (2016). Ada apa dengan komunikasi orang tua-remaja?: pengaruhnya terhadap agresivitas remaja pada sesama. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 9(3), 183-194. https://doi.org/10.24156/jikk.2016.9.3.183.

Creswell, J. W. (2013). Penelitian kualitatif & desain riset: Memilih di antara lima pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dias, S. S., Tiaranita, Y., & Nashori, F. (2018). Religiusitas, kecerdasaan emosi, dan tawadhu pada mahasiswa pascasarjana. Psikologia: Jurnal Psikologi, 2(1), 27-37. http://doi.org/10.21070/psikologia.v2i1.568.

Dewi, G. K. (2018). Pengalaman caregiver dalam merawat klien skizofrenia di Kota Sungai Penuh. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 3(1), 200-212. http://doi.org/10.22216/jen.v3i1.2852.

Farkhah, L., Suryani, S., & Hernawaty, T. (2017). Faktor caregiver dan kekambuhan klien skizofrenia. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 5(1). https://doi.org/10.24198/jkp.v5i1.348.

Ginting, J. B., & Mulyadi, M. (2020). Emosi dalam bahasa karo: teori metafora konseptual. Linguistik: Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(1), 57-62. Doi : 10.31604/linguistik.v5i1.57-6.2.

Gross, J. J. (1999). Emotion regulation: Past, present, future. Cognition & Emotion, 13(5), 551-573. https://doi.org/10.1080/026999399379186.

Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348. Doi: 10.1037/0022-3514.85.2.348.

Gross, J. J., & Thompson, R. (2007). Emotion regulation: Conceptual foundations.

In J. J. Gross (Ed.), Handbook of Emotion Regulation (pp. 3–24). New York: Guilford Press.

Hunt, C. K. (2003). Concepts in caregiver research. Journal of Nursing Scholarship, 35(1), 27-32. Doi: 10.1111/j.1547-5069.2003.00027.x.

Hendropuspito, O. C. (1983). Sosiologi agama. Yogyakarta : Kanisisus.

Kalaiselvan, S., & Maheswari, K. (2016). A study on emotional maturity amang the post granduate students. Humanities and Social Science, 21(2), 32-4. Doi: 10.9790/0837-21233234.

Kemenkes, RI. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS 2018). Jakarta: Balitbang Kemenkes Ri.

Nadiarenita, A. A., & Hidayah, N. (2018). Analisis teori ekspresi cinta remaja sebagai pencegahan perilaku seksual berisiko dengan menggunakan strategi penekanan ekspresif. Indonesian Journal of Educational Counseling, 2(2), 151-162. https://doi.org/10.30653/001.201822.28

Patricia, H., Rahayuningrum, D. C., & Nofia, V. R. (2019). Hubungan beban keluarga dengan kemampuan caregiver dalam merawat klien skizofrenia. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 10(2), 45-52.

Prasetyo, S. N. (2010). Konsep dan proses keperawatan nyeri. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rumah Pemulihan Efata. (2016, September 14). Selamat Datang di Web Kami. Rumah pemulihan efata.com. Diambil dari :http://www.rumahpemulihanefata.com/index.php/tentang-kami. Diakses 12 Desember 2019

Silaen, A. C., & Dewi, K. S. (2015). Hubungan antara regulasi emosi dengan asertivitas (Studi korelasi pada siswa di SMA Negeri 9 Semarang). Empati, 4(2), 175-181.

Silitonga, M., & Yulastri, L. (2014). Hubungan pola asuh orangtua dengan agresivitas anak di smpn 194 jakarta timur. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 1(1), 7-11. https://doi.org/10.21009/JKKP.011.02.

Setiowati, E. A., Suprihatin, T., & Rohmatun, R. (2017). Gambaran agresivitas anak dan remaja di area beresiko. Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia, 1.

Wicaksono, M. S., & Arum Pratiwi, S. K. (2017). Teknik distraksi sebagai strategi menurunkan kekambuhan halusinasi. (Disertasi, Tidak Dipublikasikan). Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Yulianti, Y., Iskandarsyah, A., & Rafiyah, I. (2018). Tingkat burnout caregiver klien skizofrenia di desa kersamanah kabupaten garut. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 3(1), 76-81.

Yusuf, A., Fitryasari, R., Nihayati, H. E., & Tristiana, R. D. (2016). Kompetensi perawat dalam merawat pasien gangguan jiwa. Jurnal Ners, 11(2), 230-239. http://dx.doi.org/10.20473/jn.v11i2.2549.

Zahnia, S., & Sumekar, D. W. (2016). Kajian epidemiologis skizofrenia. Jurnal Majority, 5(4), 160-166.

Downloads

Published

2021-02-28

Issue

Section

PSYCHOIDEA