Uji Aktivitas Antioksidan dan Identifikasi Flavonoid Ekstrak Etanol Biji Pepaya Gunung (Vasconcellea pubescens A. DC.)

Authors

  • Muhammad Haidar Darwis Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Pri Iswati Utami Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Diniatik Diniatik Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.30595/sainteks.v22i2.27433

Keywords:

antioksidan, biji pepaya gunung (Vasconcellea pubescens A. DC.), flavonoid

Abstract

Biji pepaya gunung (Vasconcellea pubescens A. DC.) merupakan salah satu bagian tumbuhan yang dapat menghasilkan antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol biji pepaya gunung dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan untuk mengetahui jenis flavonoid dari ekstrak biji pepaya gunung dengan metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis). Kebaruan peneltian ini terkait pemanfaatan limbah biji papaya gunung sebagai sumber antioksidan alami. Biji pepaya gunung diekstraksi dengan etanol 96% menggunakan cara maserasi, hidrolisis dan fraksinasi dengan diklorometana dan etil asetat. Ekstrak etanol biji pepaya gunung dilakukan pengujian aktivitas antioksidan. Identifikasi flavonoid dilakukan dengan KLT terhadap hasil fraksinasi dan diidentifikasi lanjut dengan pereaksi geser menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etanol biji pepaya gunung sebesar 92,427 µg/mL dan nilai IC50 kuersetin sebagai pembanding yaitu sebesar 0,677 µg/mL. Ekstrak etanol biji pepaya gunung berpotensi sebagai antioksidan alami. Identifikasi flavonoid dengan metode KLT menggunakan fase diam lempeng selulosa dan eluen asam asetat glasial 30% dan menghasilkan 5 noda, noda dari fraksi diklorometana memberikan warna noda yang sama dengan warna noda dari kuersetin dengan Rf (0,112 dan 0,125) setelah disinari dengan sinar UV 366 nm dan 254 nm. Hasil spektra dari UV-Vis mendekati spektra pada nilai serapan pita I dan pita II dari senyawa flavonoid golongan flavonol. Penambahan pereaksi geser menunjukkan adanya gugus –OH dengan oksigenasi pada posisi 6.

References

Ahmar, A. S. et al. (2018) ‘Lecturers’ understanding on indexing databases of SINTA, DOAJ, Google Scholar, SCOPUS, and Web of Science: A study of Indonesians’, in Journal of Physics: Conference Series. doi: 10.1088/1742-6596/954/1/012026.

Damayanthi, E., Kustiyah, L. and Khalid, M. (2010) ‘Antioxidant Activity Rice Bran Higher than Tomato Juice and the Decreasing of Total Antioxidant Activity Serum After High Antioxidant Beverage Intervention’, Jurnal Gizi dan Pangan, 5(3), pp. 205–210.

Depkes (1986) Sediaan Galenik. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Depkes (2000) Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Halliwell, B. (2012) ‘Free radicals and antioxidants: Updating a personal view’, Nutrition Reviews, 70(5), pp. 257–265. doi: 10.1111/j.1753-4887.2012.00476.x.

Hernandez Bermejo, J. E. and Leon, J. (1994) Neglected crops: 1492 from a different perspective, FAO Plant Production and Protection Series No. 26. Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO plant production and protection series). doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.

Indranila and Ulfah, M. (2015) ‘Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Karika (Carica pubescens) Dengan Metode DPPH Beserta Identifikasi Senyawa Alkaloid, Fenol Dan Flavonoid’, 50, pp. 105–111.

Inggrid, M. and Santoso, H. (2016) ‘Aktivitas Antioksidan Dan Senyawa Bioaktif Dalam Buah Stroberi’. Bandung: Universitas Katolik Parahyangan

Laily, A.N., Suranto and Sugiyarto (2012) ‘Karakterisasi Carica pubescens di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah berdasarkan sifat morfologi, kapasitas antioksidan, dan pola pita protein’, Nusantara Bioscience, 4(4), pp. 16–21.

Liochev, S. I. (2013) ‘Reactive oxygen species and the free radical theory of aging’, Free Radical Biology and Medicine. Elsevier, 60, pp. 1–4. doi: 10.1016/j.freeradbiomed.2013.02.011.

Mardawati, E., Achyar, C. S. and Marta, H. (2008) ‘Kajian Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) Dalam Rangka Pemanfaatan Limbah Kulit Manggis Di Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya. Bandung: UNPAD

Markham, K.R. (1988) Cara Mengidentifikasi Flavonoid. Edited by K. Padmawinata. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Minarno, E. B. (2015) ‘Skrining Fitokimia Dan Kandungan Total Flavanoid Pada Buah Carica pubescens Lenne & K. Koch Di Kawasan Bromo, Cangar, Dan Dataran Tinggi Dieng’, 5(2), pp. 73–82.

Molyneux, P. (2004) ‘The Use of the Stable Free Radical Diphenylpicryl-hydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity’, Songklanakarin Journal of Science and Technology, 26(December 2003), pp. 211–219. doi: 10.1287/isre.6.2.144.

Pertiwi, D. R., Ervinar Yari, C. and Franata Putra, N. (2016) ‘Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol limbah kulit buah Apel (Malus domestica Borkh.) terhadap radikal bebas DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil)’, Jurnal ilmuah manuntung, 2(1), pp. 81–92.

Relani, N. I. (2016) ‘Uji Aktivitas Penangkap Radikal Bebas Ekstrak Metanol Daun Pepaya ( Carica papaya L ) Beserta Fraksinya dengan Metode Uji Aktivitas Penangkap Radikal Bebas Ekstrak Metanol Daun Pepaya (Carica papaya L ) Beserta Fraksinya dengan Metode’.

Sayuti, K. and Yenrina, R. (2015) Antioksidan Alami dan Sintetik. 1st edn. Padang: Andalas University Press.

Suharti, T. (2013) Dasar-Dasar Spektrofotometri UV-Vis dan Spektrometri Massauntuk Penentuan Struktur Senyawa Organik. Bandar Lampung: CV. Anugrah Utama Raharja.

Tristantini, D. et al. (2016) ‘Pengujian Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode DPPH pada Daun Tanjung ( Mimusops elengi L )’, Universitas Indonesia, pp. 1–7.

Wulandari, L. and Lestyo (2016) Kromatografi Lapis Tipis. Available at: http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/77393.

Downloads

Published

2025-10-30

How to Cite

Darwis, M. H., Utami, P. I., & Diniatik, D. (2025). Uji Aktivitas Antioksidan dan Identifikasi Flavonoid Ekstrak Etanol Biji Pepaya Gunung (Vasconcellea pubescens A. DC.). Sainteks, 22(2), 133–141. https://doi.org/10.30595/sainteks.v22i2.27433

Issue

Section

Articles