Potensi Penggunaan Pasir Lahar Dingin Gunung Sinabung Sebagai Campuran Beton

Rika Deni Susanti, Aazokhi Waruwu, Debby Endriani, Indra Lesmana

Abstract


Kemajuan pembangunan berbanding lurus dengan kebutuhan konstruksi beton. Beton memerlukan inovasi dalam penggunaan material utama maupun bahan tambahan untuk meningkatkan kinerja yang kuat, kokoh, dan tanah lama. Banyak upaya yang dilakukan dalam inovasi material yang digunakan, namun perlu pertimbangan efektifitas dan daya guna dari material. Salah satu limbah erupsi gunung berapi yang dapat dimanfaatkan adalah pasir lahar dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan potensi pasir lahar dingin sebagai pengganti pasir sungai dalam meningkatkan kuat tekan beton. Pasir lahar dingin dari limbah erupsi Gunung Sinabung digunakan dengan variasi 0-100% untuk mengganti pasir sungai yang biasa digunakan. Beton yang menggunakan pasir lahar dingin diuji dengan alat kuat tekan untuk melihat sejauh mana material ini meningkatkan kuat tekan beton. Hasil penelitian dari uji kubus beton menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton dengan pasir lahar dingin lebih tinggi daripada kuat tekan beton pasir sungai. Peningkatan maksimum terjadi pada penggunaan 60-70% pasir lahar dingin. Potensi pasir lahar dingin dalam meningkatkan kuat tekan didapatkan sekitar 1,4 kali lebih tinggi dari kuat tekan beton biasa dengan pasir sungai.

Keywords


Beton; Pasir lahar dingin; Pasir sungai; Kuat tekan beton

References


[1] A. Arman, H. Medriosa, A. Americo, and M. Ridwan, “Studi eksperimen pengaruh campuran sika dalam meningkatkan kuat tekan bata ringan,” Rang Tek. J., vol. 3, no. 1, pp. 14–20, 2020.

[2] A. Arman and A. Oftan, “Studi eskperimental efektifitas penggunaan zat adiktif fosroc SP 337 pada beton,” Rang Tek. J., vol. 4, no. 2, pp. 310–315, 2021.

[3] A. E. Lianasari and R. P. Siahaan, “Perilaku lentur balok beton bertulang high volume fly ash (HVFA) dengan variasi ukuran butir maksimum agregat,” J. Tek. Sipil, vol. 15, no. 2, pp. 91–98, 2019.

[4] M. Qomaruddin, A. R. Nabella, I. Sitohang, and H. A. Lie, “Studi pengaruh air laut pada mortar beton normal dan mortar beton dengan fly ash,” J. Tek. Sipil, vol. 14, no. 3, pp. 153–160, 2017.

[5] R. D. Susanti, I. K. Hadi, S. Sitompul, and I. Shubhan, “Effect bottom ash as partial Subtitute of sand on compression strength of concrete,” Int. J. Eng. &Technology, vol. 7, no. 4, pp. 6084–6087, 2018, doi: 10.14419/ijet.v7i4.23127.

[6] K. G. K. Kumar and C. Krishnaveni, “Study on partial replacement of aggregate by pumice stone in cement concrete,” Int. J. Sci. Technoledge, vol. 4, no. 3, pp. 113–119, 2016.

[7] G. D. . Okwadha and K. J. Ngengi, “Partial replacement of river sand with volcanic pyroclastics as fine aggregates in concrete production,” IOSR J. Mech. Civ. Eng., vol. 13, no. 5, pp. 41–45, 2016, doi: 10.9790/1684-1305034145.

[8] F. Yu, C. Feng, S. Wang, W. Huang, Y. Fang, and S. Bu, “Self-consolidating concrete column,” J. Civ. Eng. Manag., vol. 27, no. 3, pp. 188–202, 2021.

[9] Y. R. Alkhaly, C. N. Panondang, and Zulfahmi, “Kuat tekan beton polimer berbahan abu vulkanik Gunung Sinabung dan resin epoksi,” Teras J., vol. 5, no. 2, pp. 125–132, 2015.

[10] R. D. Susanti, R. Tambunan, A. Waruwu, and M. Syamsuddin, “Studies on concrete by partial replacement of cement with volcanic ash,” J. Appl. Eng. Sci., vol. 16, no. 2, pp. 161–165, 2018, doi: 10.5937/jaes16-16494.

[11] N. Ariyani and D. Luser, “Pengaruh abu vulkanik Gunung Merapi terhadap kuat tekan beton,” Maj. Ilm. UKRIM, vol. 1, pp. 35–44, 2013.

[12] S. Sudarmadji and H. Hamdi, “Filler terhadap campuran aspal beton lapis asphalt concrete – wearing course (Ac-Wc),” PILAR J. Tek. SIpil, vol. 10, no. 2, pp. 179–188, 2014.

[13] H. A. Bale, “Analisis pasir lahar dingin dari sungai opak, kuning dan boyong untuk beton dengan pengerjaan konvensional,” in Seminar Nasional-1 BMPTTSSI - KoNTekS 5, 2011, pp. 91–96.

[14] E. Desmaliana, Hazairin, B. Herbudiman, and R. Lesmana, “Kajian eksperimental sifat mekanik beton porous dengan variasi faktor air semen,” J. Tek. Sipil, vol. 15, no. 1, pp. 19–29, 2018.

[15] Iskandar, D. Tjitradi, and Eliatun, “Nilai slump ideal untuk perencanaan campuran beton mutu 50 MPa,” Media Komun. Tek. Sipil, vol. 13, no. 2, pp. 1–10, 2005.

[16] C. Kurniawan, P. Sebayang, and M. Muljadi, “Pembuatan beton high-strength berbasis mikrosilika dari abu vulkanik Gunung Merapi,” J. Ilmu Pengetah. dan Teknol. TELAAH, vol. 29, no. 1, pp. 15–21, 2011.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/techno.v23i2.11018

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-9096