Studi Efisiensi Struktur Fondasi Pada Penggunaan Dinding dan Panel Lantai Beton Ringan Aerasi

Iwan Rustendi, Ary Sismiani

Abstract


Penggunaan beton ringan aerasi sebagai material dinding akan mengakibatkan beban gravitasi dan beban gempa yang dipikul oleh struktur bangunan menjadi berkurang dibandingkan apabila menggunakan dinding bata merah. Karena beban yang bekerja menjadi berkurang intensitasnya maka gaya dalam yang timbul pada struktur gedung atau portal (balok dan kolom) menjadi berkurang juga begitu juga reaksi perletakannya, sehingga akan terjadi pengurangan dimensi dan penulangan pada struktur fondasi. Pengurangan tersebut akan lebih signifikan apabila beton ringan aerasi tersebut diaplikasikan juga pada pelat lantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengurangan atau efisiensi struktur fondasi pada bangunan gedung yang menggunakan beton ringan aerasi pada dinding dan pelat lantainya, terhadap bangunan gedung yang menggunakan bata merah dan pelat lantai beton normal. Metode penelitian ini meliputi pengumpulan data (berupa gambar bestek bangunan, data tanah dan karakteristik beton ringan), mendesain model rangka gedung untuk Gedung I yaitu gedung yang menggunakan pelat lantai beton normal dan dinding bata merah dan Gedung II yaitu gedung yang menggunakan panel lantai dan dinding beton ringan aerasi, preliminary design, menghitung pembebanan struktur, analisis struktur dengan SAP2000, dan perancangan struktur fondasi. Dari hasil perhitungan didapatkan beban dinding pada Gedung I adalah sebesar 850 kg/m dan pada Gedung II berkurang menjadi 425 kg/m atau berkurang sebesar 50%. Sementara untuk beban mati lantai pada Gedung I sebesar 450 kg/m2 dan pada Gedung II berkurang menjadi sebesar 195,5 kg/m2 atau berkurang sebesar 57%. Reaksi perletakan Gedung I pada fondasi Tipe I adalah sebesar 1.867,321 kN, dan pada fondasi Tipe II adalah sebesar 1.087,644 kN. Sementara reaksi perletakan Gedung II pada fondasi Tipe I adalah sebesar 1.349,381 kN, dan pada fondasi Tipe II adalah sebesar 821,458 kN. Dimensi fondasi Gedung I untuk fondasi Tipe I adalah 2,75 x 2,75 x 0,56 m3 dengan penulangan D16-125, dan untuk fondasi Tipe II adalah 2,10 x 2,10 x 0,42 m3 dengan penulangan D16-175. Sementara dimensi fondasi Gedung II untuk fondasi Tipe I adalah 2,40 x 2,40 x 0,48 m3 dengan penulangan D16-150 , dan untuk fondasi Tipe II adalah 1,80 x 1,80 x 0,35 m3 dengan penulangan D16-200. Volume fondasi Gedung I adalah 115,38 m3 untuk betonnya dan 11.364,63 kg untuk tulangannya. Sementara volume fondasi Gedung II adalah 72,01 m3 untuk betonnya dan 6.619,02 kg untuk tulangannya.

The use of aerated lightweight concrete as a wall material will reduce the gravity load and earthquake loads borne by the building structure compared to using brick walls. As a result of the working load being reduced in intensity, the internal forces that arise in the building structure or portal (beams and columns) are reduced as well as the joint reaction, so that there will be a reduction in dimensions and reinforcement in the foundation structure. The reduction will be more significant if the aerated lightweight concrete is also applied to the floor slab. The purpose of this study was to determine the reduction or efficiency of the foundation structure in buildings that use aerated lightweight concrete on the walls and floor slabs, for buildings that use red bricks and normal concrete floor slabs. This research method includes data collection (in the form of building pictures, soil data and lightweight concrete characteristics), designing a building frame model for Building I, which is a building that uses normal concrete floor slabs and  brick walls and Building II is a building that uses floor and wall panels. aerated lightweight concrete, preliminary design, calculating structural loading, structural analysis with SAP2000, and designing the foundation structure. From the calculation results, the wall load in Building I is 850 kg/m2 and in Building II it is reduced to 425 kg/m or reduced by 50%. Meanwhile, the floor dead load in Building I was 450 kg/m2 and in Building II it was reduced to 195.5 kg/m2 or reduced by 57%. The reaction for the placement of Building I on the Type I foundation is 1,867,321 kN, and on the Type II foundation it is 1,087,644 kN. Meanwhile, the reaction for the placement of Building II on the Type I foundation is 1,349,381 kN, and on the Type II foundation it is 821,458 kN. The dimensions of the Building I foundation for Type I foundations are 2.75 x 2.75 x 0.56 m3 with D16-125 reinforcement, and for Type II foundations are 2.10 x 2.10 x 0.42 m3 with reinforcement D16-175 . Meanwhile, the dimensions of the Building II foundation for the Type I foundation are 2.40 x 2.40 x 0.48 m3 with D16-150 reinforcement, and for the Type II foundation it is 1.80 x 1.80 x 0.35 m3 with reinforcement D16- 200. The volume of the foundation of Building I is 115.38 m3 for the concrete and 11,364.63 kg for the reinforcement. Meanwhile, the volume of the foundation for Building II is 72.01 m3 for the concrete and 6,619.02 kg for the reinforcement.


References


[1] www.hebel.co.id. 2011. Beton Ringan Aerasi Hebel. Diakses pada 19 Maret 2011, dari http://www.hebel.co.id/

[2] Atmojo, S.W., dan Wijaya, I.P., 2009. Studi Banding Material Batu Bata dengan Beton Ringan dalam Proses dan Aplikasi, Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Kristen Petra Surabaya.

[3] Hidayat, F., 2010. Studi Perbandingan Biaya Material Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Ringan dengan Bata Merah, Media Teknik Sipil, Volume X, Januari 2010, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Hal 36 – 41.

[4] Hoedajanto, D., Imran, I., dan Aryanto, A., 2007. Kajian Eksperimental Kinerja Panel Lantai dan Panel Dinding Hebel, Seminar dan Pameran HAKI 2007 – Kontruksi Tahan Gempa di Indonesia, (tidak dipublikasikan).

[5] SNI, 1989, Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung SNI – 1727 – 1989. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta..

[6] SNI, 2002. Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Rumah dan Gedung SNI 03-1726-2002. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

[7] SNI, 2013. Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2013. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

[8] Pramono, H., 2007, 12 Tutorial dan Latihan Desain Konstruksi dengan SAP2000. Penerbit Andi, Yogyakarta.

[9] arsitur.com. 2015. Jenis-Jenis Fondasi Berdasarkan Kedalamannya. Diakses pada 5 Agustus 2021, dari https://www.arsitur.com/2015/09/jenis-jenis-pondasi-berdasarkan.html.

[10] Ahmad, H. H., 2021. Analisis Daya Dukung Tanah Pada Pondasi Dangkal Dengan Metode L Heminier Dan Meyerhof. Jurnal Penelitian Ipteks Vol. 6 No. 1 Januari 2021 Hal: 1-5. Diakses pada 5 Agustus 2021, dari http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/PENELITIAN_IPTEKS/article/view/4171/3156


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/techno.v23i2.11180

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-9096