ANALISIS BEST PRACTICE TERHADAP INOVASI PEMBELAJARAN BAGI PENDIDIK DI LEMBAGA NAUNGAN MAJELIS PAUD, DASAR, DAN MENENGAH KABUPATEN BANYUMAS
DOI:
https://doi.org/10.30595/jkp.v19i1.24937Keywords:
Best Practice, Pendidik PAUDAbstract
Program Best Practice mendeskripsikan pengalaman terbaik tentang keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas profesinya. Pendidik PAUD tentu memiliki pengalaman terbaik ketika memperbaiki model pendidikan, management pembelajaran, peningkatan kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh Pendidik PAUD. Mitra adalah Pendidik PAUD Aisyiyah Majelis Dikdasmen PDA Kabupaten Banyumas. Dalam proses penulisan dan makna dari best practice para kepala sekolah belum memahami arti yang terkandung didalamnya, kemudian penyusunan program belum teraarah. Dilihat dari penulisan para kepala sekolah belum mengarahkan perbaikan di dalam management lembaga dari hasil wawancara dengan peserta para kepala sekolah belum dibekali materi tentang best practice yang menjadi tren saat ini di pembelajaran, maupun manajemen pengelolaan lembaga serta pengalaman yang sudah dilakukan penyusunan best practise lembaga yang lain. Subyek penelitian ada 25 kepala sekolah dan 25 guru/pendidik. Penelitian berupa deskriptif kualitatif menggunakan  observasi lapangan, identifikasi permasalahan, pemberian materi yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan, role  play,  game, action plan, observasi lapangan, tindakan lapangan dan focus grup discussion terhadap action plan yang disusun, pendampingan sampai selesai untuk penyusunan best practice. Prosentase 90% keberhasilan inovasi pembelajaran pendidik melalui penyusunan best practice. Â
Â
References
(1) Alamsyah, R. Analisis Dampak Industri 4.0 Terhadap Sistem
Pengawasan Ketenaganukliran di Indonesia. Jurnal Forum Nuklis (JFN), 12 (2), 47-53. 2018
(2) Alis, N., Jaafar, W.M.W., & Ayub, A.F.M. Promoting Counseling Competence Using Self-Reflection. MATEC Web of Conference 150. Kuala Lumpur: EDP Science. 2018.
(3) Dewi, W. A. F. Dampak Covid-19 Terhadap Implementasi
Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2 (1), 55-61. 2020
(4) Mulyasa. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. 2008.
(5) Ferrari, A. 2013. Digital Competence in Pratice: An Analysis of Frameworks. Joint Research Centre of The European Commission.
(6) Robert L. Mathius - John H. Jackson, Human Resource Manogement, Manajemen Sumber Daya Manusia terj. Diana Angelica (Jakarta: Salemba Empat, 2004), 352.
(7) Sanjaya, Wijaya. Perencanaan Dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana. 2008.
(8) Soetjipto, Budi W., dkk., Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia (Cet. II; Yogyakarta: Amara Book, 2012). 21
(9) Suparlan. Guru sebagai Profesi, (Yogyakarta: Hikayat Publising, 2006). cet. 1. 72-73
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Khazanah Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Khazanah Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.