LIVING IN ASIA: THE DUTCH SETTLEMENT IN THE SEVENTEENTH CENTURY OF MALACCA AND AYUTTHAYA
DOI:
https://doi.org/10.30595/jkp.v7i1.663Abstract
Sebagai akibat dari ekspansi besar VOC (Persekutuan Dagang Hindia Timur) di Asia administrasi perusahaan multinasional pertama di dunia itu berkembang luar biasa. Oleh karena itu perlu usaha untuk mengakomodasi pemukiman bagi orang-orang Belanda yang terlibat dalam kegiatan perdagangan yang dilakukan VOC. Pada saat itu, dengan perjalanan panjang dari Belanda ke Asia yang membutuhkan waktu lebih dari setengah tahun mereka harus berjuang menghadapi iklim ekstrim yang berbeda dari iklim di negerinya serta tantangan lainnya selama tinggal di Asia yang kebanyakan wilayahnya beriklim tropis. Dengan demikian, strategi bertahan diperlukan untuk mengatasi situasi ini. Tujuan penulisan artikel adalah untuk membandingkan pemukiman pegawai VOC di dua kota pelabuhan penting di Asia Tenggara pada masa itu, yakni Malaka dan Ayutthaya berdasarkan bentuk fisik dan pengaturan administrasinya. Abad ke-17 menjadi kerangka waktu karena periode tersebut adalah masa-masa gemilang VOC selama ekspansinya melintasi samudera dan benua. Dengan menggunakan sumber-sumber sekunder artikel ini tidak akan mencoba untuk menemukan sesuatu yang baru, tetapi hanya untuk mendapatkan wawasan lebih mengenai pemukiman VOC di kota-kota pelabuhan di Asia Tenggara. Keywords: VOC, Malacca, Ayutthaya, settlementDownloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Khazanah Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.