ANALISIS KONTRIBUSI USAHA LEBAH MADU TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA TANI (STUDI KASUS) DI DESA SIPATUHU KECAMATAN BANDING AGUNG KABUPATEN OKU SELATAN

Sugeng Supriyanto

Abstract


Di Desa Sipatuhu peternak lebah madu usahanya sejak tahun 2005. Beliau adalah M. Khodis, S.P (56 tahun), beliau memelihara lebah madu Apis mellifera L yang mampu berproduksi tinggi. Awal mula usaha lebah madu ini adalah karena menyadari bahwa lingkungan dan kondisi di Desa Sipatuhu dan sekitarnya sangat mendukung untuk ternak lebah madu seperti banyak terdapat tanaman kopi, durian, duku dan tanaman lain yang menjadi sumber pakan lebah madu.
Tujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan, kontribusidan kelayakan usaha lebah madu di Desa Sipatuhu. Proses perkembangan lebah adalah, telur yang dihasilkan dari lebah ratu akan menetas`dalam waktu tiga hari menjadi larva, larva-larva tersebut terletak pad sel (sarang lebah) dan mendapatkan makanan berupa tepung sari selama 2 hari. Enam hari kemudian sel akan ditutup sehingga larva mengalami proses pengeraman selama 12 hari. Larva yang telah berubah menjadi lebah muda akan keluar dengan cara menggigiti tutup sel sedikit demi sedikit.
Rata –rata biaya produksi usaha lebah madu Apis mellifera selama satu tahun adalah Rp 2.144.757, penerimaan Rp 8.531.250/tahun dan pendapatan Rp 6.386.493/tahun
Nilai kontribusi usaha lebah madu terhadap pendapatan keluarga adalah kecil dengan nilai 4,8%. Nilai kelayakan usaha lebah madu Apis mellifera NPV Rp 47.224.232, IRR 130,81% dan Net B/C 6,94.


Keywords


Lebah Madu, Pendapatan Sampingan, Kontribusi dan Kelayakan

Full Text: ##PDF##

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2580-5002