PENGEMBANGAN METODE STERILISASI PADA BERBAGAI EKSPLAN GUNA MENINGKATKAN KEBERHASILAN KULTUR KALUS KENCUR (Kaemferia galangal L)
DOI:
https://doi.org/10.30595/agritech.v17i1.1345Keywords:
sterilisasi, eksplan, kultur kalus, kencurAbstract
Dewasa ini penggunaan obat tradisional yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan dimasyarakat semakin meningkat sebagai dampak dari konsep hidup kembali ke alam (back to nature). Salah satu tumbuhan yang dikembangkan sebagai tanaman obat di Indonesia adalah kencur (Kaemferia galanga). Kencur banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika,penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut karena rimpangnya mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain saponin, flavonoid, fenol serta minyak atsiri (Syamsuhidayat dan Johnny, 1991). Tahap awal keberhasilan kultur kalus yang dilakukan tidak lepas dari ketepatan pemilihan bahan dasar eksplan yang akan digunakan dan juga teknik sterilisasi yang dilakukan selama kultur kalus. Ketepatan pemilihan sterilan dan lamanya waktu pemberian sterilan pada berbagai macam eksplan ternyata memberikan respon yang berbeda. Penelitian ini merupakan upaya dalam perolehan metode sterilisasi yang tepat pada berbagai macam sumber eksplan berupa daun, akar dan irisan rhizome dalam media MS yang digunakan dalam kultur in vitro khususnya kultur kalus tanaman kencur (Kaemferia galanga), sehingga akan diperoleh metode sterilisasi yang sesuai untuyk perbanyakan kalus kencur. Hasil penelitian menujukkan bahwa kombinasi perlakuan yang efektif untuk menekan pertumbuhan dan perkembangan sumber kontaminasi adalah Natrium hipoklorit (NaOCl 10 %), 5 menit + Alkohol 70 % ,1 menit pada eksplan daun, kombinasi perlakuan Natrium hipoklorit (NaOCl 5 %), 5 menit + Alkohol 70 % ,1 menit untuk eksplan akar dan kombinasi perlakuan Alkohol 70 % ,1 menit + Kaporit (Ca(ClO)2) 6%, 20 menit untuk eksplan rimpang kencur. Sumber kontaminan yang dominan tumbuh adalah bakteri dan jamur dari jenis Mucor dan Rhizopus dengan cirri morfologi hifa berwarna putih hingga kelabu hitam.References
Ariningsih, I. Solihatun, Endang A. 2003. Pertumbuhan Kalus dan Produksi Antrakuinon Mengkudu (Morinda citrifolia, L.) pada Media Murashige-Skoog (MS) dengan Penambahan Ion Ca2+dan Cu2+. Biofarmasi 1 (2): 39-43, Agustus 2003, ISSN: 1693-2242.
Bohm, B.A. 1998. Introduct ion to Flavonoids. Canada: Harwood Academic Publishers. Page 13.
Dodds,J.H. dan L.W. Roberts, 1985. Experiments in Plant Tissue Culture. Second Edition. Cambridge: Cambridge University.
George, E.F. dan Sherrington, P.D. 1984. Plant Propagation by Tissue Culture. Exergetic Limited. England. p. 39-71; 331-382.
Gunawan, L.W., 1988. Teknik Kultur Jaringan . Lab. Kultur Jaringan Tanaman Depdikbud Dirjen Dikti, PAU Bioteknologi, IPB Bogor.
Mulyaningsih T dan A. Nikmatullah, 2008. Kultur Jaringan Tanaman. Fakultas Pertanian UNRAM.
Murashige, T. 1974. Plant Propagation through Tissue Culture. Annual Review. Plant Physiology 25 : 135-166.
Pancaningtyas,S. dan C. Ismayadi, 2011. Sterilisasi Ulang Pada Perbanyakan Somatic Embryogenesis Propagation To Save Contaminated Embryos. Pelita Perkebunan 27(1) 2011, 1-10.
Sumaryono, W. 1996. Pengkajian Metabolit Sekunder dan Prospeknya dalam Perkembangan Industri Nasional. Kuliah Tamu pada Forum Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA-ITS-Surabaya, Sub Direktorat Medika-Direktorat Pengkajian Ilmu Dasar dan Terapan BPPT, Jakarta.
Suratman, A.Pitoyo dan S. Mulyani, 2013. Keefektifan Penggunaan Vahan Sterilisasi Dalam Pengendalian Kontaminasi Eksplan Pada Perbanykan Tanaman Sirsak (Annona muricata L) Secara In Vitro. Publikasi Hasil Penelitian Hibah Bersaing Dikti 2013.
Susilowati, A. dan S. Listyawati, 2001. Keanekaragaman jenis Mikroorganisme sumber kontaminasi kultur In Vitro di Sub Lab Biologi laboratorium MIPA Pusat UNS. Biodiversitas. Vol. 2, nomor 1. Hal 110-114.
Syamsuhidayat, SS dan Johny, R.H. 1991. Inventaris Tanaman Obat. Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 616 p.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





