Peranan Dosis POC Darah Sapi dan Pupuk Anorganik Sumber Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L)

Authors

  • Riza Azizah
  • Murti Astiningrum
  • Historiawati Historiawati

DOI:

https://doi.org/10.30595/agritech.v28i1.25083

Keywords:

cow blood, dose, green bean, NPK Mutiara 16, 16, ZA

Abstract

Green beans are a source of vegetable protein and are used to fulfill food needs and the feed industry. The demand for green beans in Indonesia is quite high, but the production has fluctuated, so there's a need to  increase the production by applying cow blood liquid organic fertilizer and nitrogen fertilizer. This reasearch aims to analyze the role of cow blood liquid organic fertilizer and nitrogen fertilizer on the green bean plants. This research was carried out from February until May 2024 on Magelang Regency, utilized a factorial experiment (4 x 2) with a Split-plot design repeated three times in blocks. The results showed that the application of cow blood liquid organic fertilizer at a dose of 10   ̶  14 mL per plant provided highest results in the number of seeds per plant, the weight of stored dry seeds per plant and the harvest index. The application of NPK Mutiara 16:16:16 fertilizer resulted higher average yield in almost all parameters except for the parameters of root nodules and Fe content of dry seeds. The application 0 mL per plant of cow blood liquid organic fertilizer with the utilize of ZA provided highest Fe substance of dry seeds. 

Author Biographies

Riza Azizah

Mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar

Murti Astiningrum

Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar

Historiawati Historiawati

Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar

References

Aryanti, D., Adiwirman, & Tabrani, G. (2017). Respon Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L) terhadap Ekstrak Rebung Bambu Betung (Dendrocalamus asper Backer.) dengan Pupuk Hijau Thitonia (Thitonia diversifolia (Hemsley) A. Gray). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, 4(1), 1-13.

Cahyono, B. (2010). Kacang Hijau (Teknik Budi Daya dan Analisis Usaha Tani). CV. Aneka Ilmu.

Damanhuri, Widodo, T. W., & Fauzi, A. (2022). Pengaturan Keseimbangan Nitrogen dan Magnesium untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L). Jurnal Ilmiah Inovasi, 22(1), 10-15.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo. (2022). Mengenal Kacang Hijau. https://pertanian.kulonprogokab.go.id/detil/1081/mengenal-kacang-hijau. Diakses tanggal 10 Januari 2024.

Ernawati, H., Chotimah, N. C., Kresnatita, S., & Ichriani, G. I. (2015). Pemanfaatan Limbah Darah Sapi dan Kambing sebagai Pupuk Ramah Lingkungan untuk Mendukung Pertanian Lahan Gambut yang Berkelanjutan. Udayana Mengabdi, 14(1), 13-17.

Ernawati, W. E. R. P., & Mukarlina. (2018). Respon Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L) dengan Pemberian Kompos Limbah Kulit Pisang Nipah. Jurnal Protobiont, 7(1), 45-50.

Eva, D., Harun, N., & Yusmarini. (2018). Kombinasi Tepung Kacang Hijau dan Buah Nanas dalam Pembuatan Snack Bars. Jurnal Online Mahasiswa Universitas Riau, 5(2), 1-13.

Fitrani, S. (2021). Uji Analisis Kadar Sulfur (S) Pupuk SP-36 PT Petrokimia Menggunakan Metode In House dan Inovasi. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo.

Gautama, G. (2016). Perbaikan Tanah Labil dengan Menggunakan Mineral Kapur sebagai Pendukung Pondasi Jalan Raya. Jurnal Kelitbangan, 4(1), 63-71.

Hasibuan, H. S., dkk. 2024. Fisiologi Tanaman. CV HEI Publishing Indonesia.

Iswiyanto, A., Radian, & Abdurrahman, T. (2023). Pengaruh Nitrogen dan Fosfor terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame pada Tanah Gambut. Jurnal Sains Pertanian Equator, 12(1), 91-98.

Karowa, V., Setyono, & Rochman, N. (2015). Simulasi Pengaruh Hama pada Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L Merrill). Jurnal Pertanian, 6(1), 56-63.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2021. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Maman, Rochmantino, & Muljowati, J. S. (2014). Hubungan Intensitas Penyakit Karat dengan Produktivitas Tanaman Kedelai (Glycine max L Merr.) pada Beberapa Varietas Beda. Scripta Biologica, 1(2), 173-177.

Maulana, B. H., Astiningrum, M., & Anindyawati, N. (2024). Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Hasil Tanaman Kacang Merah Menggunakan POC Darah Sapi serta Pupuk Anorganik Sumber Nitrogen dan Sulfur. Jurnal Agrotropika, 23(1), 62-68.

Neneng, L., & dan Saraswati, D. (2019). Reklamasi Lahan Kritis Bekas Penambangan Emas Menggunakan Metode Bioremediasi dan Fitoremediasi. EnviroScienteae, 15(2), 216-225.

Pamungkas, R. D. S., & Irfan, M. (2018). Isolasi Bakteri Rhizobium dari Tumbuhan Leguminosa yang Tumbuh di Lahan Bergambut. Jurnal Agroteknologi, 9(1), 31-40.

Purwono & Hartono, R. (2005). Kacang Hijau. Penebar Swadaya.

Rahmah, S., Mardin, S., & Purwanto. (2022). Aplikasi Pupuk Daun yang Diperkaya dengan Silika untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L). Jurnal Pertanian Peradaban, 2(1), 17-27.

Samosir, O. M., Marpaung, R. G., & Laia, T. (2020). Respon Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) terhadap Pemberian Unsur Mikro. Jurnal Agrotekda, 3(2), 74-83.

Sitompul, S. M. (2018). Analisis Pertumbuhan Tanaman. Universitas Brawijaya Press.

Downloads

Published

2026-06-01

Issue

Section

Articles