Menjaga Nafkah, Menata Strategi: Analisis SWOT pada Rumah Tangga Petani Jagung di Desa Manjapai Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa

Authors

  • alvina Damayanti Universitas Muhammadiyah Makassar
  • jumiati jumiati Universitas Muhammadiyah Makassar https://orcid.org/0000-0001-7677-9151
  • Nadir Nadir Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Nurdin Mappa Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Muh.Ikmal Saleh Universitas Muhammadiyah Makassar

Keywords:

livelihood strategies, maize farmers, household livelihoods, IFAS–EFAS, IE matrix, SWOT analysis

Abstract

Studi ini meneliti struktur mata pencaharian rumah tangga petani jagung di Desa Manjapai, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang membentuk strategi mata pencaharian, dan merumuskan opsi penguatan mata pencaharian menggunakan kerangka kerja berbasis SWOT. Penelitian lapangan dilakukan di Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa (Mei–Juli 2025) dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. Penilaian strategis dilakukan menggunakan Ringkasan Analisis Faktor Internal (IFAS), Ringkasan Analisis Faktor Eksternal (EFAS), matriks Internal–Eksternal (IE), dan analisis SWOT. Temuan menunjukkan bahwa mata pencaharian rumah tangga sebagian besar masih bergantung pada kegiatan pertanian (pertanian jagung); namun, sebagian besar rumah tangga secara aktif melakukan diversifikasi ke usaha pertanian lainnya, pekerjaan di luar pertanian, dan kegiatan non-pertanian untuk mengatasi ketidakpastian cuaca, risiko gagal panen, dan volatilitas pendapatan. Pengeluaran rumah tangga sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, dan biaya operasional pertanian, sementara sebagian rumah tangga menunjukkan kapasitas tabungan yang relatif kuat. Skor IFAS (3,20) dan skor EFAS (2,91) menempatkan strategi mata pencaharian rumah tangga di Sel IV Matriks IE (“Tumbuh dan Membangun”), menunjukkan bahwa rumah tangga berada dalam posisi yang menguntungkan untuk memperluas dan mengkonsolidasikan mata pencaharian mereka melalui peningkatan kapasitas produksi, dukungan kelembagaan, dan peningkatan akses pasar. Oleh karena itu, empat prioritas strategis direkomendasikan: (1) Strategi S–O, mengoptimalkan penggunaan lahan dan produktivitas jagung melalui dukungan benih/pupuk bersubsidi dan pelatihan berbasis kelompok tani sambil memperluas akses pasar dan mengembangkan produk bernilai tambah; (2) Strategi W–O, mengurangi kendala modal dan ketergantungan pada perantara dengan memperkuat kelompok tani sebagai platform untuk akses ke pembiayaan dan pemasaran kolektif untuk meningkatkan daya tawar; (3) Strategi S–T, memanfaatkan tenaga kerja keluarga, pengelolaan keuangan rumah tangga, dan sumber pendapatan tambahan untuk melindungi dari fluktuasi harga, kenaikan biaya input, dan risiko terkait iklim; dan (4) Strategi W–T, mengurangi kerentanan melalui peningkatan literasi keuangan, diversifikasi usaha/tanaman, dan peningkatan kapasitas untuk pengelolaan hama dan adaptasi iklim melalui lembaga kelompok tani .

References

Akbar, A., Syarif, A., Saleh, M. I., & Jumiati. (2022). Strengthening local institutions in the development of horticultural agribusiness in Uluere District, Bantaeng Regency. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18(2), 159–174. https://doi.org/10.20956/jsep.v18i2.19384

Anisah, Muhaimin, A. W., & Maulidah, S. (2021). Strategy of risk adaptation for local maize farmers based on livelihood assets in Madura. Agriekonomika, 10(2), 125–136. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v10i2.10439

Andrista, S., Utami, N. P., Hukom, V., Nielsen, M., & Nielsen, R. (2025). Responses to climate change: Perceptions and adaptation among small-scale farmers in Indonesia. Journal of Environmental Management, 124593. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2025.124593

Arifah, Salman, D., Yassi, A., & Demmallino, E. B. (2022). Livelihood vulnerability of smallholder farmers to climate change: A comparative analysis based on irrigation access in South Sulawesi, Indonesia. Regional Sustainability, 3(3), 244–253. https://doi.org/10.1016/j.regsus.2022.10.002

Asih, R. Y., Jumiati, Sumarni, B., Saleh, M. I., Nurdin, N., Nadir, N., Akbar, A., & Rumallang, A. (2025). Farmer group institutional strengthening strategies in rice farming (Case study of farmer group Lalang Tinting I Paenre Lompoe Village, Gantarang Sub-District Bulukumba District). AGRITECH: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 27(1), 1–12. https://doi.org/10.30595/agritech.v27i1.25721

Bahtiar, Arsyad, M., Salman, D., Azrai, M., Tenrirawe, A., Yasin, M., Gaffar, A., Sebayang, A., & Ochieng, P. J. (2023). Promoting the new superior variety of national hybrid maize: Improve farmer satisfaction to enhance production. Agriculture, 13(1), 174. https://doi.org/10.3390/agriculture13010174

Bachtiar, Tahir, R., & Lira, J. (2022). Interconnection of resources, organization, norm in institutional agribusiness of chili business. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18(3), 247–257. https://doi.org/10.20956/jsep.v18i3.20829

Erenstein, O., Jaleta, M., Sonder, K., Mottaleb, K., & Prasanna, B. M. (2022). Global maize production, consumption and trade: Trends and R&D implications. Food Security, 14, 1295–1319. https://doi.org/10.1007/s12571-022-01288-7

Hamzah, I., Jumiati, Nadir, N., Akbar, A., & Molla, S. (2025). Development strategy of farmer group institution in rice farming in Takalar. Tarjih: Agribusiness Development Journal, 5(1), 12–24. https://doi.org/10.47030/tadj.v5i01.897

Jumiati, Rumallang, A., Akbar, A., & Molla, S. (2023). Kelembagaan dalam pengelolaan daerah irigasi Kampili menurut perspektif keberlanjutan secara sosial, ekonomi dan lingkungan. Agrikultura, 34(1), 1–10. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v34i1.41645

Kamaruddin, S. W., Zulkifli, & Akbar. (2025). Strengthening farmer institutions in rice farming: An interpretive structural modeling approach. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 30(4), 703–711. https://doi.org/10.18343/jipi.30.4.703

Kühling, M., Alamsyah, Z., & Sibhatu, K. T. (2022). Agrarian change, livelihood dynamics and welfare outcomes: Evidence from plantation crop farmers in Indonesia. Journal of Environmental Management, 311, 114864. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.114864

Mirnani, Jumiati, & Akbar. (2023). Farmer household income and farmer’s wife contribution in Pattinoang Village Galesong District Takalar Regency. Jurnal Manajemen Agribisnis, 11(1). https://doi.org/10.24843/JMA.2023.v11.i01.p13

Muflikh, Y. N., Smith, C., Brown, C., & Aziz, A. A. (2021). Analysing price volatility in agricultural value chains using systems thinking: A case study of the Indonesian chilli value chain. Agricultural Systems, 192, 103179. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2021.103179

Murtisari, A., Fitri, I. A., & Kurnia, T. D. (2024). The diversity livelihood of corn farmer households: Evidence from transmigration program of Gorontalo Province, Indonesia. Agric, 36(1), 95–112. https://doi.org/10.24246/agric.2024.v36.i1.p95-112

Natarajan, N., Newsham, A., Rigg, J., & Suhardiman, D. (2022). A sustainable livelihoods framework for the 21st century. World Development, 155, 105898. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2022.105898

Salam, M., Rukka, R. M., Samma, M. A.-N. K., Tenriawaru, A. N., Rahmadanih, Muslim, A. I., Ali, H. N. B., & Ridwan, M. (2024). The causal-effect model of input factor allocation on maize production: Using binary logistic regression in search for ways to be more productive. Journal of Agriculture and Food Research, 16, 101094. https://doi.org/10.1016/j.jafr.2024.101094

Sjaf, S., Arsyad, A. A., Mahardika, A. R., Gandi, R., Elson, L., Hakim, L., Barlan, Z. A., Utami, R. B., Muhammad, B., Amongjati, S. A., Sampean, & Nugroho, D. A. (2022). Partnership 4.0: Smallholder farmer partnership solutions. Heliyon, 8(12), e12012. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e12012

Untari, D. W., & Vellema, S. (2022). Are collective trading organisations necessarily inclusive of smallholder farmers?: A comparative analysis of farmer-led auctions in the Javanese chilli market. Journal of Agricultural and Environmental Ethics, 35, 19. https://doi.org/10.1007/s10806-022-09891-6

Wang, J., Jiang, H., & He, Y. (2023). Determinants of smallholder farmers’ income-generating activities in rubber monoculture dominated region based on sustainable livelihood framework. Land, 12(2), 281. https://doi.org/10.3390/land12020281

Widodo, S., Triastono, J., Sahara, D., Pustika, A. B., Kristamtini, Purwaningsih, H., Arianti, F. D., Praptana, R. H., Romdon, A. S., Sutardi, Widyayanti, S., Fadwiwati, A. Y., & Muslimin. (2023). Economic value, farmers perception, and strategic development of sorghum in Central Java and Yogyakarta, Indonesia. Agriculture, 13(3), 516. https://doi.org/10.3390/agriculture13030516

Downloads

Published

2026-06-01

Issue

Section

Articles