Kajian Proses Pembelajaran dalam Penyuluhan Pertanian untuk Meningkatkan Kompetensi Kewirausahaan Petani Jagung Di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30595/agritech.v21i2.3484

Keywords:

Penyuluhan, Pertanian, Kompetensi, Kewirausahaan

Abstract

Budidaya jagung memerlukan sumberdaya manusia (SDM) petani yang memiliki kompetensi kewirausahaan yaitu petani yang menguasai pengetahuan teknis budidaya dan manajemen usahatani.  Petani yang memiliki kompetensi menjadikannya sebagai seorang petani yang kreatif dan inovatif sebagai seorang wirausaha di bidang pertanian.  Penyuluhan Pertanian sebagai pendidikan non formal bagi petani merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan petani dalam usahatani jagung.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengamatan dan partisipasi dalam kegiatan kelompok tani. Selain itu juga digunakan metode focus group discussion (FGD) untuk menentukan upaya yang dilakukan dalam peningkatan aspek pembelajaran dan kompetensi kewirausahaan.   Hasil penelitian  mendapatkan bahwa (1) aspek pada proses pembelajaran dalam penyuluhan pertanian adalah materi penyuluhan, interaksi antara penyuluh dan petani, metode penyuluhan dan evaluasi penyuluhan; (2) faktor-faktor yang dapat meningkatkan kompetensi kewirausahaan bagi petani jagung adalah partisipasi petani di dalam kelembagaan sosial di masyarakat dan kebijakan pemerintah terhadap komoditas jagung.

Author Biography

Yuniar Aviati Syarief, Universitas Lampung

Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

References

Ahmad, N.H. 2007. A Cross-Cultural Study of Entrepreneurial of Competencies Success in SMEs in Australia and Malaysia. Adelaide Business School. Adelaide University.

Asngari, P.S. 2001. Peran Agen Pembaharuan/Penyuluh dalam Usaha Memberdayakan (Empowerment) Sumberdaya Manusia Pengelola Agribisnis. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Sosial Ekonomi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. 15 September 2001.

Chandler, G.N dan Hanks, S.H. 1994. Founder Competence, The Environment, and Venture Performance. Entrepreneurship Theory and Practice. 18 (3):77-89.

Departemen Pertanian. 2007. Peraturan Menteri Pertanian RI No 273/KPTS/OT.160/4/2007/. Jakarta: Deptan.

Evers, F.T., James C., and Iris Berdrow. 1988. The bases of Competence: Skill for Life Long Learning and Employability. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers.

Hoffman, T. 1999. The Meaning of Competency. Journal of European Industrial Training. 23:275-285.

Husamah dan Yanuar S. 2013. Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian Kompetensi. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Ibrahim, J. T. A. Sudiyono dan Harpowo. 2003. Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian Malang. Malang: Bayu Media Publishing.

Khudson, W. Wyss. Peterson, H.C. 2004. Entrepreneurship and innovation in the Agri-food system. The American Journal of Agricultural Economics, 86 (5), 1330-1336.

Lastinawati, E. 2011. Partisipasi Petani dalam Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) di Kab. OKU. Agrobis, Vol 3 No 5 Maret 2011, hal 47-57.

Malta. 2011. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Petani Jagung di Lahan Gambut. Mimbar. Vol. XXXVII. No 1. Juni 2011: 67-78.

Man, T.W.Y, Lau and K.F. Chan. 2002. The Competitiveness of Small and Medium Enterprise-A Conceptualization with Focus on Entrepreneurial Competencies. Journal of Business Venturing 17: 123-142.

Mangkuprawira. S. 2004. "Arti dan Beragam Aspek tentang Kompetensi":. Makalah Penunjang untuk Lokakarya Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. 28 April 2004. Bogor.

Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian Pusat Pengembangan Agrobisnis dan Perhutanan Sosial. Cetakan 1. Surakarta:Sebelas Maret University Press.

Mardikanto, T. 2013. Sistem Penyuluhan Pertanian Pusat Pengembangan Agrobisnis dan Perhutanan. Cetakan 3. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Mustofa, J. 2011. Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Rowe, C. 1995. Clarifying The Use of Competence and Competency Models in Recruitment, Assesment and Staff. Development of Industrial and Commercial Training, 27: 12-17.

Slamet, M. 2001. Paradigma Baru Penyuluh Pertanian di Era Otonomi. Makalah disampaikan pada seminar PERHIPTANI di Tasikmalaya Jawa Barat. Tanggal 21 Oktober 2001.

Slamet, M. 2003. Memantapkan Penyuluhan Pertanian di Indonesia dalam Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunaniedit oleh Ajat Sudrajat dan Ida Yustina. Bogor: IPB Press. Hal 15-45.

Sudjana, N. dan Ibrahim. 2003. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.

Sumardjo. 2012. "Omong Kosong Pertanian". Tabloid Sinar Tani. Edisi 3-9 Oktober 2012. No 3476 Tahun XLIII. Hal.4.

Suryana, Y dan KartibB. 2010. Kewirausahaan: Pedomam Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.

Stafiudin. 2008. Hubungan Karakteristik Kompetensi Pembudidaya Rumput Laut di Sulawesi Selatan. Disertasi.Bogor: IPB.

Vesala, K.M.danPyysianen,J. 2008. Entrepreneur kill in The Farm Contact. Final Report on the Main Study of Organic Agriculture. Switzerland: Frick. 1-67.

Wiriatmadja, S. 1990. Pokok-Pokok Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Yasaguna.

Downloads

Published

2020-01-29

Issue

Section

Articles