RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SEGAU/SAWI DAYAK PADA PERLAKUAN PUPUK KOTORAN AYAM DAN KOMPOS KIAMBANG
DOI:
https://doi.org/10.30595/agritech.v23i2.9816Keywords:
kompos kiambang, pupuk kandang ayam, segauAbstract
Segau atau sawi lokal khas Dayak di Kalimantan merupakan sejenis sawi dengan rasa pahit dan biasa dikonsumsi oleh masyarakat. Segau biasa ditanam bersamaan dengan saat penanaman padi ladang/gunung di daerah masyarakat suku Dayak di Kalimantan. Sampai saat ini belum ada panduan teknik budidaya untuk meningkatkan produksi tanaman segau. Tanaman sawi lokal (segau) biasanya ditanam 1 kali setahun yaitu saat musim tanam Oktober – Maret bersamaan dengan penanaman padi di lahan tegalan. Budidaya segau selama ini dilakukan oleh petani masih dengan cara tradisional. Penelitian tentang budidaya tanaman segau perlu dilakukan mengingat segau merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki dan harus dilestarikan agar tidak punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan segau/sawi lokal khas dayak pada perlakuan pupuk organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor I pupuk kandang ayam dan faktor II kompos kiambang. Terdapat interaksi perlakuan pupuk kandang ayam dan kompos kiambang pada parameter diameter batang tanaman segau. Perlakuan faktor tunggal pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata pada panjang tajuk, jumlah daun, diameter batang, bobot basah tajuk, bobot basah akar, rasio panjang akar tajuk, berpengaruh nyata pada rasio bobot basah akar-tajuk dan nilai indeks panen. Pada parameter Indeks Panen, perlakuan terbaik adalah perlakuan pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton/ha. Â
References
Halloo, L dan M. Silalahi. 1997. Pengaruh Penggunaan Tepung Kiambang (Salvinia molesta) Sebagai Subtitusi Dedak Halus dalam Ransum Ayam Pedaging Arbor Arces (cp-707) Umur 11-54 Hari. Prosiding seminar nasional ilmu nutrisi dan makanan ternak.Asosiasi Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Indonesiadan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Indrawan I, Kusumastuti A dan Utoyo B. Pengaruh Pemberian Kompos Kiambang dan Pupuk Majemuk pada Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal AIP Volume 3 No. 1│ Mei 2015: 47-58
Jarangga MA, Ali A dan Maruapey A. 2018. Pengaruh Jenis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.). Median Volume X Nomor 2 Bulan Juni 2018. Hal 1-11
Kuruseng MA, Kaharuddin dan Fredrik H. Kakisina FH. 2018. Respons pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) Jurnal Agrisistem. 14(1).
Muliana S. 2017 Aplikasi Pupuk Kandang Ayam terhadap Ketersediaan dan Serapan Nitrogen Serta Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Thesis, Universitas Mataram.
Onyilagha J, Bala A, Hallett R, Gruber M, Soroka J. (2003) Leaf flavonoids of the cruciferous species, Camelina sativa, Crambe spp, Thlaspi arvense and several other genera of the family Brassicaceae. Biochem. Syst. Ecol 31: 1309–1322.
Pemprov Kalteng. 2017. Capaian implementasi 4 fokus area rencana aksi Gerakan Nasional Penyelamatan Sektor Kelautan Indonesia di Provinsi Kalimantan Tengah
Permentan NO 70/Permentan/SR.140/10/2011. Pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah
Pokorny, J., Yanishlieva, N., Gordon, M. (2001). Antioxidant in Food. Practical Applications. England:Woodhead Publishing Ltd and CRC Press LLC
Rohdiana, D. (2001). Aktivitas Daya Tangkap Radikal Polifenol Dalam Daun Teh. Majalah Jurnal Indonesia,12 (1), 53-58Roidah IS. 2013. Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO (1) 1: 30-42
Rosawanti, P. 2019. Kandungan unsur hara padapupuk organik tumbuhan air lokal. Jurnal Daun Vol. 6 No. 2, Desember 2019. 140-148
Simanungkalit dan Suriadikarta. 2006. Penggunaan Bahan Organik. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





