Hubungan Faktor Internal Dan Eksternal Akseptor Terhadap Kepatuhan Akseptor Kontrasepsi Suntik
DOI:
https://doi.org/10.30595/hmj.v5i2.9953Keywords:
contraceptive acceptors, visit compliance, injection contraception, kontrasepsi, akseptorAbstract
The population of Indonesian continues to increase, while the total fertility rate is not yet on target. So that an effective family planning program is needed to reduce Indonesia's population growth. Injection contraceptive acceptor adherence is needed to maximize family planning programs for a better future. Objective: to analyze the relationship between age, education, knowledge, work status, and support from husbands of injection contraceptive acceptors in women of childbearing age to compliance with re-injection visits. The study was using an analytical observational, cross-sectional study design. The sampling technique was non-random sampling purposive sampling, a sample size of 96 people, a questionnaire was used to collect data and data analysis using the chi-square test. Results: The number of adherent injecting contraceptive acceptors was 57.3%. The results showed that the variables associated with injection visit compliance were age (p = 0.022), knowledge (p = 0.005), and work status (p = 0.017). Meanwhile, the variables not related to compliance with injection visits were education (p = 0.172), husband's support (p = 0.833) and the number of children (p=0.167). Conclusion: There is a relationship between age, knowledge, and work status on the compliance of injection contraceptive acceptor visits.
Â
Â
Jumlah penduduk indonesia terus mengalami peningkatan, sedangkan total fertility rate belum sesuai target. Sehingga diperlukan program keluarga berencana yang efektif untuk menurunkan pertumbuhan penduduk indonesia. kepatuhan akseptor kontrasepsi suntik sangat diperlukan untuk memaksimalkan program keluarga berencana demi masa depan yang lebih baik. Tujuan : menganalisis hubungan usia, pendidikan, pengetahuan, status bekerja, dan dukungan suami akseptor kontrasepsi suntik pada wanita usia subur terhadap kepatuhan melakukan kunjungan suntik ulang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analitik observasional desain Cross-sectional study. Teknik samplingnya menggunakan non random sampling - purposive sampling, besar sampel 96 orang, kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dan analisis data menggunakan uji chii square. Hasil: Jumlah akseptor kontrasepsi suntik yang patuh yaitu sebesar 57,3%. Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan suntik yaitu usia (p=0,022), pengetahuan (p=0,005), dan status bekerja (p=0,017). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan kunjungan suntik yaitu pendidikan (p=0,172), dukungan suami (p=0,833), dan jumlah anak (p=0,167). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, pengetahuan, dan status bekerja terhadap kepatuhan kunjungan akseptor kontrasepsi suntik.
References
1. BKKBN. Kualitas sumber daya manusia dalam menggapai bonus demografi. J Popul. 2015;2(1):102–14.
2. Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional. Rencana strategis badan kependudukan dan keluarga berencana nasional. Bkkbn. 2015;1–43.
3. BKKBN. Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 2017. Badan Kependud dan Kel Berencana Nas. 2018;367–72.
4. Notoatmodjo S. Promosi kesehatan teori dan aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta; 2018.
5. Fattori F, Curly S, Jörchel AC, Pozzi M, Mihalits D, Alfieri S. Authority relationship from a societal perspective: Social representations of obedience and disobedience in Austrian young adults. Eur J Psychol. 2015;11(2):197–213.
6. Kartika Y. ketidakteraturan penggunaan kontrasepsi non-MKJP pada wanita pasangan usia subur. 2014;1–8.
7. Maharani F. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang KOntrasepsi Suntik dengan Kepatuhan Jadwal Penyuntikan Ulang. Ensiklopedia J. 2018;1(1):36–44.
8. Notoatmojo S. Pendidikan dan Perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2013.
9. Fajarwati I. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan kepatuhan Kunjungan ulang pada Akseptor Suntik. 2018;45–56. Available from: http://library1.nida.ac.th/termpaper6/sd/2554/19755.pdf
10. Intan PF. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kepatuhan Kunjungan Ulang Akseptor Kb Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone Acetate) Di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. 2018;
11. Lestari S, Sariyati S, Wahyuningsih W. Pengetahuan Akseptor Tentang KB Suntik 3 Bulan Dengan Ketepatan Waktu Kunjungan Ulang di BPRB Bina Sehat Kasihan, Bantul, Yogyakarta. J Ners dan Kebidanan Indones. 2015;3(2):103.
12. Nilawati S. Akseptor kb suntik progestin melakukan suntik. 2014;2(2):98–105.
13. Mahanani F. Tingkat pengetahuan akseptor tentang kb suntik dengan kepatuhan akseptor kb. 2013;
14. Amalia RG. Hubungan Pengetahuan Akseptor Suntik 3 Bulan dengan Kepatuhan kunjungan Ulang di Puskesmas Pekauman. 2018;2018.
15. Damayanti R. Tingkat Kepatuhan Akseptor Kb Tentang Kunjungan Ulang Suntik 3 Bulan Di Wilayah Puskesmas Srandakan Bantul Yogyakarta Karya. Stikes Jenderal AYani Yogyakarta. 2015;
16. Rahmawati SD. Peran Suami Dalam Pengambilan Keputusan Keluarga Berencana Di Puskesmas Gatak Sukoharjo. Publ Ilm. 2016;
17. Muslima L, Herjanti H. Pengukuran faktor yang mempengaruhi kepatuhan akseptor kb suntik ulang 1 bulan. Serambi Saintia J Sains dan Apl. 2019;7(1):39–51.
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
For submission of manuscripts to the Herb-Medicine Journal, the authors must certify that:
I have been authorized by my co-author to submit the manuscript to the Herb-Medicine Journal
I hereby declare, on behalf of myself and my co-authors, that:
The submitted manuscript is original work and has not been published in another peer-reviewed journal or is being considered for publication by another journal. Also, the manuscript does not infringe any existing copyright or other third party rights.
The manuscript does not contain material that may violate the law, slander, or SARA, in any way, violates the terms and conditions contained in the agreement
I/we have taken care that the scientific knowledge and all other statements contained in the manuscript are in accordance with authentic facts and formulas and will not, if followed appropriately, harm the user
No liability shall be assumed by Herb-Medicine Journal, its staff or members of the editorial board for any injury and/or damage to persons or property as a matter of product liability, negligence or otherwise, or from the use or operation of any method, product instructions, advertising , or ideas contained in publications by the Herb-Medicine Journal
Authors who publish in the Herb-Medicine Journal certify that all authors have read and agree to the contents of the Cover Letter or the Terms and Conditions. Plagiarism is strictly prohibited, and by submitting a manuscript for publication, the author agrees that the publisher has the legal right to take appropriate action against the author, if plagiarism or false information is found. Once submitted to the Herb-Medicine Journal, authors will not withdraw their manuscript at any stage prior to publication.
The author owns the copyright and grants the journal rights for first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License which allows others to share the work with acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published journal version of the work (for example, posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citation of published work (See The Effects of Open Access).
Untuk pengiriman naskah ke Herb-Medicine Journal, penulis harus menyatakan bahwa:
- Saya telah diberikan otorisasi oleh rekan penulis saya untuk memasukkan naskah ke Herb-Medicine Journal
- Saya dengan ini menyatakan, atas nama saya dan rekan penulis saya, bahwa:
- Naskah yang dikirimkan adalah karya asli dan belum pernah diterbitkan dalam jurnal peer-review lain atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan oleh jurnal lain. Serta, naskah tidak melanggar hak cipta yang ada atau hak pihak ketiga lainnya.
- Naskah tidak mengandung materi yang mungkin melanggar hukum, memfitnah, atau SARA, dengan cara apa pun, melanggar syarat dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian
- Saya / kami telah berhati-hati bahwa pengetahuan ilmiah dan semua pernyataan lain yang terkandung dalam naskah sesuai dengan fakta dan formula otentik dan tidak akan, jika diikuti dengan tepat, merugikan pengguna
- Tidak ada tanggung jawab yang ditanggung oleh Herb-Medicine Journal, stafnya atau anggota dewan editorial untuk setiap cedera dan/atau kerusakan pada orang atau properti sebagai masalah pertanggungjawaban produk, kelalaian atau sebaliknya, atau dari penggunaan atau pengoperasian metode, produk apa pun instruksi, iklan, atau ide yang terkandung dalam publikasi oleh Herb-Medicine Journal
Penulis yang menerbitkan dalam Herb-Medicine Journal menyatakan bahwa semua penulis telah membaca dan menyetujui isi Surat Pengantar atau Syarat dan Ketentuan. Plagiarisme dilarang keras, dan dengan menyerahkan naskah untuk publikasi, penulis setuju bahwa penerbit memiliki hak hukum untuk mengambil tindakan yang pantas terhadap penulis, jika ditemukan plagiarisme atau informasi palsu. Setelah diserahkan ke Herb-Medicine Journal, penulis tidak akan menarik naskah mereka pada tahap apa pun sebelum dipublikasikan.
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).






