Penguatan Kerjasama Tim melalui Pendampingan Focus Group Discussion (FGD) pada Lembaga Bantuan Hukum Koalisi Perempuan Ronggolawae (KPR) Tuban
Strengthening Team Collaboration through Focus Group Discussion (FGD) Facilitation at the Ronggolawae Women's Coalition Legal Aid Institute, Tuban
https://doi.org/10.30595/jppm.v10i2.29484
Keywords:
Kerjasama Tim, Focus Group Discussion, Koalisi Perempuan RonggolaweAbstract
Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan koordinasi internal di Lembaga Bantuan Hukum Koalisi Perempuan Ronggolawae (KPR) Tuban, berupa keterbatasan komunikasi antar anggota, belum optimalnya pembagian peran dalam penanganan kasus, serta perlunya penguatan mechanism kerja tim untuk meningkatkan efektivitas layanan hukum bagi masyarakat, terutama masyarakat misk. Tim KPR Tuban menghadapi tantangan dalam hal komunikasi dan koordinasi antar anggotatim yang terdiridariadvokat, paralegal, dan staf administrasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kerjasamatim melalui metode Focus Group Discussion (FGD) yang dapat memperbaiki dinamika internal dan meningkatkan kualitas layanan hukum. Mitra pengabdian dalam kegiatan ini adalah KPR Tuban, yang berkomitmen untuk mengembangkan tim yang lebih solid dan efektif. Metode yang digunakan meliputi FGD, brainstorming, aktivitas kolaboratif, dan evaluasi, dengan penekanan pada peningkatan komunikasi, koordinasi, dan kepemimpinan dalam tim. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait kerjasama tim, dengan kenaikan rata-rata sebesar 25% dari hasil Pretest ke Posttest pada aspek komunikasi, koordinasi, kepemimpinan, dan penyelesaian konflik. Rata-rata nilai Pretest peserta adalah 60%, sementara Posttest mencapai 85%. Temuan ini menunjukkan bahwa FGD berhasil memperbaiki pemahaman peserta dan memperkuat kerjasama tim. Maknanya kegiatan ini berpotensi mendukung peningkatan kualitas layanan hukum di KPR Tuban dan diharapkan dapat berkelanjutan untuk mendukung tujuan organisasi dalam menghadirkan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat.
References
Abidin, Z., Shah, Z. A., & Rauf, M. (2025). Focus group discussion how to quickly build students’ critical thinking skills. Zabags International Journal of Education, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.61233/zijed.v3i1.23
Adekola, G., & Olumati, E. S. (2023). Focus group discussion: A research method in community development. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 8(5), 392–399. https://doi.org/10.47772/IJRISS.2023.70533
Alam, M. S., Asmawi, A., & Fatema, S. (2025). Focus group discussions (FGDs) for qualitative and mixed-method approaches: Principles, applications, and key considerations. Integrated Journal for Research in Arts and Humanities, 5(4), 51–56. https://doi.org/10.55544/ijrah.5.4.8
Anwar, M., Maroni, M., Dewi, E., & Fathonah, R. (2020). Sosialisasi dan FGD penanggulangan perdagangan orang pada masyarakat Raman Utara Kabupaten Lampung Timur. Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 5(1), 53–59. https://doi.org/10.26905/abdimas.v5i1.3367
Budijanto, O. W., & Rahmanto, T. Y. (2022). Measuring the quality of legal aid services as the embodiment of access to justice. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 16(3), 397–422. https://doi.org/10.30641/kebijakan.2022.V16.397-422
Dil, N., Castiglioni, A., Kim, K., Aravind, N., & Torre, D. (2024). Use and implementation of focus groups. Medical Teacher, 46(3), 317–319. https://doi.org/10.1080/0142159X.2024.2304451
Kalogiannidis, S. (2020). Impact of effective business communication on employee performance. European Journal of Business and Management Research, 5(6), 1–6. https://doi.org/10.24018/ejbmr.2020.5.6.631
Karismayanti, W. (2025). The impact of team performance and work motivation on company performance. PUBLICUS: JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK, 3(1), 68–77. https://doi.org/10.30598/publicusvol3iss1p68-77
Nandoe, N., Suryati, S., & Noviza, N. (2023). Layanan bimbingan konseling menggunakan teknik focus group discussion (FGD) untuk mengatasi konflik organisasi intra kampus di UKMK UIN Raden Fatah Palembang. Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora Dan Seni, 1(6), 573–576. https://doi.org/10.62379/jishs.v1i6.837
O.Nyumba, T., Wilson, K., Derrick, C. J., & Mukherjee, N. (2018). The use of focus group discussion methodology: Insights from two decades of application in conservation. Methods in Ecology and Evolution, 9(1), 20–32. https://doi.org/10.1111/2041-210X.12860
Qadri, M., & Mutiarin, D. (2023). Pemberdayaan masyarakat wilayah 3t oleh komunitas mahardika bakti nusanatara studi kasus: Masyarakat Adat Kokoda di Kampung Warmon Kab. Sorong. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 7(2), 301. https://doi.org/10.30595/jppm.v7i2.10981
Salas, E., Shuffler, M. L., Thayer, A. L., Bedwell, W. L., & Lazzara, E. H. (2015). Understanding and improving teamwork in organizations: A scientifically based practical guide. Human Resource Management, 54(4), 599–622. https://doi.org/10.1002/hrm.21628
Schoss, S., Urbig, D., Brettel, M., & Mauer, R. (2022). Deep-level diversity in entrepreneurial teams and the mediating role of conflicts on team efficacy and satisfaction. International Entrepreneurship and Management Journal, 18(3), 1173–1203. https://doi.org/10.1007/s11365-020-00654-1
Shabina, S., Amit, T. K., & Eram, P. (2024). Focus group discussion: An emerging qualitative tool for educational research. International Journal of Research and Review, 11(9), 302–308. https://doi.org/10.52403/ijrr.20240932
Sufanti, M., Divani, A. A., Kautsari, D. A., & Noviana, S. T. (2025). Pendampingan pimpinan cabang aisyiyah kartasura untuk meningkatkan partisipasi guru dalam berorganisasi. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 9(1), 41–55. https://doi.org/10.30595/jppm.v9i1.25061
Sunaryono. (2024). Mewujudkan desa mandiri: FGD pendataan lembaga kemasyarakatan desa. KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 4(2), 25–33. https://doi.org/10.55606/kreatif.v4i2.3135
Weidmann, B., & Deming, D. J. (2021). Team players: How social skills improve team performance. Econometrica, 89(6), 2637–2657. https://doi.org/10.3982/ECTA18461
Wijaya, M. A., & Perdana, C. (2023). Perancangan focus group discussion sebagai ruang partisipasi masyarakat dalam membangun desa berbasis website. Jurnal Sistem Informasi Galuh, 1(2), 59–67. https://doi.org/10.25157/jsig.v1i2.3206
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Suyitno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Indonesian version:
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

